Archive for Stebby Julionatan

MENDEKATKAN LITERASI PADA EKONOMI KREATIF

Posted in budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, renungan, sastra with tags , , , on March 30, 2017 by BonX

Catatan Mengenaskan Bangsa

Sebuah catatan lembaga survey UNESCO (United Nations of Education Society and Cultural Organization) tahun 2011 menemukan fakta bahwa index membaca masyakarat Indonesia hanyalah 0,001. Ini berarti dari 1000 jiwa penduduk Indonesia, hanya ada 1 orang yang hobi baca. Menggenaskan bukan? Survey tersebut menguatkan temuan UNDP (United Nations Development Programs) di tahun 2010, dimana Human Developmen Indeks  Indonesia masih berada di peringkat 112 dari 175 negara.

Mengapa hal tersebut terjadi? Mengapa manusia Indonesia jauh dari buku? Mengapa juga profesi pengarang tidak dilirik? Ia jauh dari hiruk pikuk dunia mode dan trend. Ia tidak berkilau. Kalah jauh dengan artis papan iklan atau bintang sinetron di televisi. Mengenaskan, bukan?

Bagi saya jawabannya adalah, karena profesi tersebut tidak secara langsung mendatangkan keuntungan. Ya, manusia suka keuntungan. Termasuk dalam berprofesi, ia suka melihatnya dari kacamata untung rugi. Keuntungan di sini tidak hanya berarti materi, tetapi juga eksistensi, kebanggaan, dan pujian dari masyarakat sekitar.

Diakui atau tidak, manusia itu suka melihat hal-hal yang cantik, manusia itu suka kalau dirinya dikagumi. Continue reading

ADIOS AMIGO, SUPERNOVA!

Posted in bahasa, budaya, buku, cinta, kemanusiaan, motivasi, sastra with tags , , , , , on April 28, 2016 by BonX

Judul Buku               : Supernova Episode “Intelegensi Embun Pagi”
Jenis                           : Novel
Penulis                      : Dee Lestari
Penerbit                    : Bentang
Cetakan                     : Pertama, Februari 2016
Tebal                         : xiv + 710 halaman; 20 cm
ISBN                           : 978-602-291-131-9
Peresensi                  : Stebby Julionatan *)

 Intelegensi_Embun_Pagi

            Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Ruben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.

Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.

Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang beernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas. Hidup tak pernah sama lagi.

*****

Intelegensi Embun Pagi (IEP) adalah seri pamungkas dari keseluruhan novel serial Supernova. Tentu, kehadirannya di penghujung Februari ini sangatlah ditunggu oleh penggemar Dee –orang-orang yang menyebut diri mereka adDeection.

Begitu IEP ada di tangan, para pembaca setia serial ini pasti akan bertanya-tanya: Bagaimana kelanjutan nasib Diva? Di mana sebenarnya ia menghilang selama ini? Apakah Kell Savara atau Ilfiltran? Bagaimakah dia bisa bangkit dari kematian? Atau sekedar pertanyaan simpel soal romansa segitiga Diva-Ferre-Gio, “Di akhir, Diva akhirnya jadian sama siapa ya? Sama Gio ataukah sama Ferre?”

Continue reading

Kisah Cinta Melalui Dialog Puisi

Posted in bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kemanusiaan, keseharian, motivasi, penghargaan, renungan, sastra with tags , , , , , , , on November 25, 2015 by BonX

oleh: Hermawan Aksan *)

Buku yang ditulis dua orang (atau lebih) bukan hal aneh. Antologi sejumlah pengarang sudah biasa. Satu novel yang ditulis lebih dari satu orang juga banyak kita temui. Tapi buku Biru Magenta ini unik, setidaknya jarang ditemui: kolaborasi dua penulis yang berdialog panjang melalui puisi.

Biru adalah sosok lelaki, sedangkan Magenta perempuan. Kenapa Biru? “Karena Biru adalah langit yang selalu melingkupimu. Langit yang tak pernah lelah atau mengeluh meski terkadang kau menjauh. Pergi. Tak jenak pada ranah mana kau berdiri.” Dan kenapa Magenta? “Sebab akulah Merah yang mengandungmu. Magenta adalah cinta. Magenta adalah luka. Magenta adalah wujud aku dan juga kamu. Sebua kompleksitas penyatuan yang menjelma dalam keluguannya yang muda. Magenta, sinar yang menyala pada kelam biru malam. Magenta, membuat segalanya berbaur dan tertukar.”

Continue reading

Sebab Kita Tak Setabah Daun

Posted in bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pendidikan, penghargaan, sastra, seni with tags , , , , , on November 24, 2015 by BonX

Oleh: Hardi Alunaza Saradiwa*)
(dimuat di Tribun Jogja. Minggu, 16 Agustus 2015)

Pada umumnya buku kumpulan puisi bercerita dengan bagian yang terpisah antara halaman satu dengan halaman yang lainnya, baik dari segi judul maupun makna yang terkandung dari diksi yang disuguhkan kepada pembaca. Berbeda dengan buku Biru Magenta ini. Buku ini merupakan sebuah buku kumpulan puisi yang mengisyaratkan percakapan antara Biru dan Magenta yang dari setiap judul halaman yang tersedia saling bersambung, melengkapi dan terasa hidup dalam percakapan yang tertuang. Biru diumpamakan seperti langit yang selalu melingkupi orang tersayang dan Magenta adalah cinta yang menyala pada kelamnya biru malam. Keduanya saling berujar tentang cinta, kasih sayang dan kerinduan dengan bahasa yang sangat terbuka, terlalu jujur. Mengambil latar tempat seperti Malang, Jakarta, Probolinggo, dan Solo, Biru dan Magenta mengajak kita merenungkan perjalanan masa lalu serta kenangan yang telah terabadikan. Kita seolah diberikan ruang untuk menyuarakan jutaan perasaan yang pernah datang dan hinggap dalam ruang kehidupan.

 

Continue reading

Memaknai Perjalanan Cinta antara Probolinggo dan Malang

Posted in bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas with tags , , , , , , , on September 18, 2015 by BonX

Oleh: Yeti Kartikasari Lestiyono*)

SEBUAH kota dengan segala dinamika sosial dan pergulatan hati orang-orang yang tinggal di dalamnya atau pernah menyinggahinya, mampu menjadi sihir tersendiri bagi lahirnya sebuah karya. Boleh dibilang sebuah kota mampu menjadi saksi luapan segala rupa emosi seperti marah, cemburu, cinta dan patah hati sekaligus inspirasi yang diintepretasikan ke dalam kehadiran karya sastra, baik berupa sajak, novel, cerpen dsb. Pun tak sedikit kelahiran karya yang diilhami oleh pengalaman dan pertemuan-pertemuan yang terjadi dalam perjalanan maupun petualangan.

Seperti itu ketika memaknai isi buku sekumpulan sajak bertajuk Biru Magenta yang ditulis secara duet oleh dua penyair Stebby Julionatan dan Ratna Satyavati. Lintasan dua kota menambatkan keduanya untuk saling berbagi rasa dengan intim melalui sajak.

Secara manis dan ritmis, dua penulis yang menyebut diri sebagai Biru (Stebby) dan Magenta (Ratna) ini mendedah seluruh perasaannya melalui barisan sajak yang ”seolah-olah” saling bersahut-sahutan, menimpali satu sama lain layaknya dua orang bercakap-cakap dalam sebuah ruang berbeda. Ada jarak yang sebenarnya memisah keduanya, yakni kota Malang dan Probolinggo. Tidak terlalu jauh tetapi tidak memungkinkan pula untuk sering-sering ketemu karena alasan tertentu.

Continue reading

Love, Life, Beautiful Melancholy

Posted in bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas with tags , , , , , , , , on September 18, 2015 by BonX

Book Title : Biru Magenta
Writer : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Book Pages : 188 pages
Date Published : First edition, May 2015
ISBN : 978-602-72575-0-4
Publisher : Ruang Kosong Publishing
Reviewer : Reffi Dhinar

Cinta adalah berjalan dengan kaki masing-masing sambil tetap menyisihkan ruang yang hangat untuknya… #BiruMagenta

Poem or poetry is one of the beautiful way to express untold feeling and story. This poetry book invite us to the poetic journey of two people who write their feelings. Two writers who use two metaphor to give another name for theirselves, they are Biru and Magenta. From the first page, the reader will find many simple poem but deep, which is written such as a meaningful conversation. Reciprocally.

Forget about the difficult phrase or difficult interpretation. To read this book, we only need the pure mind and honesty. We could admit how beautiful love is even the heart throb could change one’s life so chaotic. Distance is the bridge for two lovers become closer. By the yearning sentences, through the lullaby because the distance, Biru and Magenta express their own thought.

Continue reading

Dua Warna Sajak

Posted in bahasa, berita, buku, cinta, hobby, kehidupan, kemanusiaan, penghargaan, sastra with tags , , , , , , , , , on June 14, 2015 by BonX

Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)

Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)

Ratna adalah Magenta dan Sang Biru adalah Stebby. Berdua mereka memadu warna dan kata dalam Biru magenta. Kumpulan sajak ini hadir secara bersahaja. Meskipun, larik-larik puisinya menghadirkan pergumulan para penulisnya dalam memadatkan bahasa dan meramu metafora tentang keberadaannya. (*)