bahasa, berita, budaya, buku, cinta, motivasi, pariwisata, pendidikan, sastra

TAK HANYA KENALKAN BACA TULIS


Literasi tak hanya baca-tulis. Dalam praktiknya, narasumber Berbincang Buku Barang Komunitas Menulis (Berkomunlis) #2, Yona Primadesi menyampaikan jika literasi menyangkut banyak aspek. “Baca tulis hanya salah satunya, yang kemudian mesti dikembangkan lagi menjadi baca, kaji, hitung, nalar, kritis tulis dan komunikatif.”

berkomunlisDosen Universitas Negeri Padang ini membius puluhan peserta yang hadir –yang kebanyakan terdiri dari para pelajar. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas Menulis (Komunlis) Kota Probolinggo, Kamis (22/2) lalu, berlangsung di Halaman TB. Togamas Probolinggo. Bincang buku karyanya, Dongeng Panjang Literasi Indonesia dan putrinya Abinaya Ghina Jamila, Resep Membuat Jagat Raya.

Continue reading “TAK HANYA KENALKAN BACA TULIS”

Advertisements
bahasa, berita, buku, pendidikan, sastra

Begini Cara Komunlis Probolinggo Tularkan Semangat Literasi yang Curi Perhatian Luar Negeri


Pendiri Komunlis, Stebby Julionatan saat menghadiri acara literasi di Thailand (FOTO: Istimewa)
Pendiri Komunlis, Stebby Julionatan saat menghadiri acara literasi di Thailand (FOTO: Istimewa)
TIMESJATIM, PROBOLINGGO – Upaya sekelompok anak muda Kota Probolinggo, Jawa Timur, yang tergabung dalam Komunitas Menulis (Komunlis), untuk menularkan semangat literasi kepada khalayak, patut diacungi jempol.
Terhitung, komunitas ini telah enam kali menghadirkan penulis buku untuk dibahas bersama, yang dikemas dalam acara Berbincang Buku Bersama Komunitas Menulis (Ber-Komunlis).
bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

Love, Life, Beautiful Melancholy


Book Title : Biru Magenta
Writer : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Book Pages : 188 pages
Date Published : First edition, May 2015
ISBN : 978-602-72575-0-4
Publisher : Ruang Kosong Publishing
Reviewer : Reffi Dhinar

Cinta adalah berjalan dengan kaki masing-masing sambil tetap menyisihkan ruang yang hangat untuknya… #BiruMagenta

Poem or poetry is one of the beautiful way to express untold feeling and story. This poetry book invite us to the poetic journey of two people who write their feelings. Two writers who use two metaphor to give another name for theirselves, they are Biru and Magenta. From the first page, the reader will find many simple poem but deep, which is written such as a meaningful conversation. Reciprocally.

Forget about the difficult phrase or difficult interpretation. To read this book, we only need the pure mind and honesty. We could admit how beautiful love is even the heart throb could change one’s life so chaotic. Distance is the bridge for two lovers become closer. By the yearning sentences, through the lullaby because the distance, Biru and Magenta express their own thought.

Continue reading “Love, Life, Beautiful Melancholy”

bahasa, budaya, cinta, kehidupan, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, politik, sejarah, seni

VIRUS ITU DARI PROBOLINGGO


Gambar

 

LINEPROBOLINGGO_Virus Komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain.

Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Bagaimana dengan virus menulis. Sebut saja misalnya saat ini Pemkot Probolinggo sedang mengadakan lomba menggoblogkan Probolinggo. Menurut  kami ini sebuah virus. Virus tidak mesti bermakna jelek. Menularkan virus menulis kepada kaum muda atau orang yang mau menulis adalah hal baik.

Sebut saja misalnya, beberapa kelompok penulis blog di Probolinggo dan Komunitas Menulis (Komunlis) Probolinggo, menyebar semangat dengan cara menyisipkan gairah menulis ke sel kaum muda Probolinggo lalu mereka menjadi mahir dalam menulis atau paling tidak ada kemauan untuk menulis, sudah merupakan sebuah potensi.

Continue reading “VIRUS ITU DARI PROBOLINGGO”

bahasa, berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pariwisata, pemerintahan, penghargaan, renungan, sastra, sejarah, seni, spiritualitas

Sebuah Apresiasi untuk KOMUNLIS


Tulisan ini terambil dari laman Line Probolinggo. Sumpah saya ga bisa berkata apa-apa. Terharu luar biasa. Rasanya… saya masih belum apa-apa, masih jauh dari apa yang dituliskan Mas Sandro di Weekly. Terima kasih banyak, Mas. Tabik saya selalu untukmu. Sukses selalu untuk Mas Sandro juga.

Setaut setia itu berarti tulus

karena tersimpan dalam hati

Setia satu hati 

lalu ada janji untuk tidak berkhianat

——————————————-

Empat bari kalimat diatas bukan pantun, bukan pula puisi hanya barisan kalimat kesimpulan hati saya dalam memberikan apresiasi terhadap saudara dan sahabat saya Stebby Julionatan, Sang Inspirator Komunitas Menulis atau nyaris nyaring terdengar dengan lengkingan KOMUNLIS itu.

Memang saya bukan anggota dari Komunlis ini tetapi dalam beberapa aktivitas yang dilakoni saudara Stebby, menggambarkan ketulusan dalam memberi janji setia pada jalan menulis kata menjadi kalimat untuk memberi inspirasi terhadap orang lain.

Walaupun saya sendiri tidak tau kapan sejarah Komunlis ini dibentuk dan untuk apa lalu kenapa dan bagaiamana tetapi sejalan analisa dari otak kiri, kanan, depan dan belakang; saya jadi tau tentang Komunlis walau tak sampai pada ampas seperti ampas kopi hitam di dasar gelas kaca.

Continue reading “Sebuah Apresiasi untuk KOMUNLIS”

berita, cinta, cinta tanah air, kemanusiaan, motivasi, pendidikan, penghargaan

PROBOLINGGO SIAP UNTUK HELAT KELAS INSPIRASI


Akhir tahun nanti, tepatnya 11 November 2013, puluhan professional dari seluruh penjuru Tanah Air akan bertandang ke Probolinggo. Kedatangan mereka ke Kota Angin ini terkait dengan program Kelas Inpirasi Jawa Timur, dimana Probolinggo termasuk di dalamnya.

“Kelas Inspirasi (KI) adalah gerakan yang mengundang para professional di kota dan kabupaten seluruh Indonesia untuk meluangkan waktu mereka. Hanya sehari saja. Tujuannya, adalah untuk berbagi pegalaman tentang profesi yang mereka geluti sampai saat ini kepada siswa-siwa sekolah dasar di SD SD marjinal yang kami pilih sebagai sekolah sasaran,” jelas Lilik Handayani, PIC (Person in Charge) KI Probolinggo, kepada Suara Kota.

Dimana, masih menurut penuturan Lilik, sesuai dengan prinsip KI, keterlibatan para relawan pengajar ini bersifat sukarela dan individu. Sama seperti kami di kepanitiaan atau relawan lainnya di fotografi dan videografi yang menyumbangkan tenaga dan pikiran mereka secara cuma-cuma.

Continue reading “PROBOLINGGO SIAP UNTUK HELAT KELAS INSPIRASI”

bahasa, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, hobby, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, sejarah, seni

UWRF, DARI MANA MAGNET ITU BERASAL?


(sebuah otokritik bagi Komunlis)

Oleh : Stebby Julionatan *)

 

Ubud Writers and Readers Festifal (UWRF) yang dihelat di Ubud – Bali pada 11-15 Oktober 2013 lalu, boleh dibilang, merupakan salah satu magnet bagi dunia pariwisata Indonesia. Anehnya, magnet ini bukan berasal dari objek wisata yang indah atau atraksi kesenian nan memukau para wisatawan sebagaimana umumnya, melainkan berasal dari budaya literasi. Ratusan para penyuka buku, penulis, seniman dan budayawan, baik dari dalam maupun luar Indonesia, tumpah ruah di desa kelahiran Ketut Liyer -tokoh dalam novel Eat, Pray, Love karangan Elizabeth Gilbert. Mereka secara khusus datang dan meluangkan waktu untuk mengikuti perhelatan tahunan ini.

Agak aneh memang ketika sebuah acara literasi yang tak banyak dilirik oleh orang kita (baca: Indonesia), bisa sedemikian sukses menarik para pelancong untuk berkunjung ke Ubud. Antrian di ticket box bisa sedemikian ramainya, melebihi antrian tiket bioskop di daerah penulis. Ruang-ruang diskusi panel pun penuh sesak bahkan tak jarang beberapa orang terlihat rela berdiri demi mengikuti forum diskusi yang dihelat di tiga tempat berbeda: Neka Museum, Left Bank dan Indus Restaurant.

Terbersit di benak penulis, “Gilaaa…. Siapa yang punya ide sebegini kereeeennnn??? Kok bisa ya acara literasi yang beli tiket kok sampai kayak orang mo nonton box office di bioskop? Padahal tiket untuk bisa hadir di acara ini terbilang tidak murah. Tiketnya dipatok di harga Rp. 110.000,- / hari untuk pribumi dan Rp. 935.000,- / hari untuk turis asing. Luar biasa bombastis, kan?!”

Continue reading “UWRF, DARI MANA MAGNET ITU BERASAL?”