Apa Sih Beda Seminar, Simposium dan Lokakarya?


Ya, jangankan orang lain, saya sendiri pun terkadang masih bingung untuk membedakan antara beberapa macam kegiatan tersebut: seminar, simposium, lokakarya, workshop atau bahkan sekedar rapat. Karenanya, agar kebingungan itu terminimalisir, mengumpulkan dari beragam sumber yang ada, saya akan mencoba untuk “menterjemahkan kembali” pengetian masing-masing istilah “rapat” tersebut.
.
Kita mulai dengan yang paling umum dan sederhana:
.
Seminar, menurut Wikipedia, merupakan merupakan salah satu bentuk dari proses akademis yang bisa diselenggarakan oleh lembaga akademik, organisasi profesi, atau bahkan lembaga komersial. Poinnya, dalam seminar ada satu topik yang bisa disampaikan oleh satu pembicara atau lebih. Peserta seminar boleh bertanya apapun, yang akan dijawab oleh pembicara/narasumber.
.
Normalnya, peserta bukanlah pemula dalam topik yang dibawakan, namun dalam seminar populer biasanya peserta malah dari mereka yang belum memiliki pengetahuan tetapi memiliki ketertarikan terhadap topik yang diberikan.

.
Sedang menurut Webster, seminar punya 3 pengertian. Yakni; 1) a group of advanced students studying under a professor with each doing original research and all exchanging results through reports and discussions; 2) (1) : a course of study pursued by a seminar (2) : an advanced or graduate course often featuring informality and discussionb : a scheduled meeting of a seminar or a room for such meetings; 3) a meeting for giving and discussing information.
.
Tapi yang paling gampang dipahami adalah pengertian ketiga, yakni sebuah pertemuan untuk berbagi topik dan berbagi informasi. Jadi gampangannya, ciri seminar adalah ada pembicara (boleh satu atau lebih), ada topik tertentu yang disampaikan (pada umumnya satu pembicara satu topik), ada peserta (boleh pemula maupun yang sudah ahli), ada sesi presentasi, dan aja sesi tanya jawab atau diskusi.
.
Simposium. Nah, terus apa bedanya denan simposium? Ada satu definisi Webster yang mudah dipahami, “A formal meeting at which several specialists deliver short addresses on a topic or on related topics”. Nah dah keliatan kan bedanya? Beberapa pembicara ahli, satu topik dibahas dari beberapa sisi, audience biasanya bukan pemula, ada presentasi dan diskusi.
.
Bahkan penelusuran lanjutan saya menemukan pengertian ini….
.
Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan peserta (simposium) dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan.
.
Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemrasaran banding), dibawah pimpinan seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandangan-pandangan umum yang dianggap perlu saja.
.
Lokakarya/Workshop. Lokakarya dan workshop ternyata punya pengertian yang sama. Cuma beda bahasa doang. Satunya pake bahasa Indonesia, dan yang satunya lagi pakai Enggres. Hehe….
.
Nah, lokakarya atau workshop menurut Wikipedia adalah acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil. Sedang menurut Webster: “A usually brief intensive educational program for a relatively small group of people that focuses especially on techniques and skills in a particular field”.
.
Jadi poinnya, pada lokakarya/workshop: pembicara hanya memberikan overview pada topik tertentu; peserta umumnya orang yang sudah berpengalaman dalam topik tersebut; peserta akan dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi, dan hasil diskusinya merupakan hal-hal yang umumnya membutuhkan tindak lanjut.
.
Diskusi Panel merupakan salah satu bentuk diskusi yang sudah direncanakan tentang suatu topik di depan para pengunjung. Diskusi panel dibawakan oleh 3 – 6 orang yang dianggap ahli yang dipimpin oleh seorang moderator.
.
Para panelis berdiskusi sedemikian rupa, sehingga para pengunjung dapat mengikuti pembicaraan mereka. Pengunjung hanya berfungsi sebagai pendengar, oleh karena itu pengunjung yang begitu besar jumlahnya dianggap sebagai kelompok yang diajar oleh suatu regu guru. Tetapi panel tidak boleh hanya sekedar merupakan pengajaran informatif, melainkan harus dapat merangsang cara berpikir massa dengan memberikan berbagai perspektif.
.
Pelaksanaan panel dimulai dari perkenalan para panelis oleh moderator, kemudian disampaikan persoalan umum kepada para panelis tersebut, untuk didiskusikan. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang pandai berbicara dengan lancar dan menarik. Moderator juga memegang penanan dalam diskusi ini, sebagai pengatur jalannya pembicaraan dengan sekali-kali menyimpulkan apa yang dikemukakan oleh para panelis.
.
Perbedaan pendapat tidak menjadi persoalan, karena pada diskusi panel tidak perlu dicapai suatu kesatuan pendapat atau keputusan. Bahkan perbedaan pendapat itulah yang diharapkan dapat memberikan stimulus bagi pendengar untuk dapat berpikir lebih jauh. Pendengar tidak hanya akan menelan pesan yang sudah jadi, melainkan dapat mengikuti proses pemikiran para panelis jalannya diskusi. Setelah diskusi selesai, pendengar dapat membentuk kelompok-kelompok untuk mendiskusikannya lebih lanjut. Akan tetapi selama diskusi panel, pendengar tidak diberi kesempatan untuk mengemukakan pandangan.
.
Rapat. Sedikitnya ada 4 pengertian yang bisa saya simpulkan dari Wikipedia: 1) bentuk media komunikasi kelompok resmi yang bersifat tatap muka, yang sering diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah; 2) alat untuk mendapatkan mufakat, melalui musyawarah kelompok; 3) media yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mufakat; 4) merupakan pertemuan antara para anggota di lingkungan kantor/ perusahaan/organisasi untuk membicarakan, merundingkan suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama.
.
Rapat merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan. Jadi rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan.
.
Walaupun rapat merupakan aktivitas yang sangat penting, namun sering kita temukan beberapa permasalahan dalam rapat, dimana kita sering mendengar adanya keluhan dari pengawai,”Apa sih, gunanya rapat?”. Artinya adanya keterpaksaan anggota organisasi untuk mengikuti rapat karena rapat dianggap tidak perlu, membuang-buang waktu. Hal ini terjadi karena pengelolaan rapat yang kurang tepat, antara lain: 1) Para anggota organisasi terlalu sering diminta mengikuti rapat tanpa dipertimbangkan, siapa yang sebenarnya dan seharusnya terlibat dalam rapat; 2) Rapat hanya dijadikan alat pembenaran ide atau kehendak pimpinan. 3) Hasil rapat tidak pernah ditindak-lanjuti atau hanya berhenti pada tataran ide saja, tanpa pernah diusahakan untuk direalisasikan.
.
Kongres adalah kumpulan orang, terutama untuk tujuan politik. Just it! (karena lagi males membahas sesuatu yang berbau-bau politik. hehehehehe… padahal Sumpah Pemuda ada dan terwujud, juga karena adanya Kongres Pemuda masa itu)
.
Training. The last… Masih menurut Wikipedia, training itu merujuk pada perolehan pengetahuan, ketrampilan dan kompetensi sebagai hasil dari prosesnya. Training memiliki tujuan meningkatkan kemampuan pesertanya dalam 3 hal tersebut di atas sehingga training memiliki karakteristik: ada pelatih (instead of pembicara), ada peserta pelatihan (idealnya berjumlah maksimum 20 orang, lebih dari itu biasanya tidak efektif, tetapi tergantung juga jenis pelatihannya), proses biasanya terdiri dari sesi presentasi, diskusi dan latihan ketrampilan, dan outputnya berupa peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kompetensi peserta pelatihan.
.
Semoga berguna….
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: