Archive for the cinta tanah air Category

MARI BELAJAR MENGENAI KEBERAGAMAN

Posted in berita, cinta tanah air, kemanusiaan, pendidikan, renungan with tags , , , , , , on April 9, 2017 by BonX

(kepada Yovian Bagas dan orang-orang yang menghujatnya)

 

Mari belajar mengenai keberagaman.

Saya Stebby. Saya bukan pemakan anjing (yang biasanya disebut RW), meski bagi iman percaya yang saya anut, aniing tidak haram untuk dimakan. Saya tidak memakan anjing sebagaimana saya tidak memakan buah durian. Saya tidak suka, meski bagi banyak orang lain mengatakan bahwa durian adalah sang raja buah.

Saya Stebby dan saya menyayangkan kejadian yang menyeret nama sekolah SMAK Mater Dei, Probolinggo dan Seminarium Marianum. (lihat https://www.change.org/p/polres-probolinggo-stop-penjagalan-anjing-sebagai-makanan-di-smak-mater-dei-probolinggo)

.

.

Namun sebelum berkomentar lebih jauh dan ikut menghujat, marilah kita ketahui terlebih dahulu pokok permasalahannya.

Kejadian ini bermulah dari postingan Yovian Bagas (@yovianbagas) dalam akun instagramnya, tertanggal 6 April 2017 dengan ungkapan “Pasukan Jagal Asu”. Video ini menjadi viral ketika salah seorang netizen melaporkannya kepada Animals Hope Shelter . Dalam petisinya di change.org yang saat ini ditandatangani oleh 906 orang, mereka menulis:

“Lagi2 terjadi penyiksaan anjing.

Menurut pelapor ini terjadi di SMAK Mater Dei Probolinggo. Dilihat dari instagramnya mereka begitu bangga bisa melakukan ini. Mereka menyebut diri mereka “Pasukan Jagal Asu.”

Continue reading

MEMBACA BIRU MAGENTA, MEMBACA BENTENG BADAI LEMBUT PERTUKARAN RASA

Posted in bahasa, berita, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, spiritualitas with tags , , , , , , , , , on November 18, 2015 by BonX

Membaca buku puisi Biru Magenta adalah membaca amuk perasaan namun lembut. Lembut tapi ada api dan amuk. Apalagi dihasilkan oleh dua sisi penyair yaitu Stebby Julionatan dalam Birunya dan Ratna Satyavati dengan Magentanya. Dua pilihan warna ini awalnya sederhana dan mudah diingat oleh kita yang punya kesepakatan tentang makna warna. Simbol warna itu mengingatkan saya bila berada di toko perlengkapan bayi, biasanya kita akan diberi pilihan warna biru untuk bayi laki-laki dan merah muda untuk bayi perempuan. Meski tak persis betul dengan Biru Magenta, karena merah muda bukan magenta.

Biru tentu mengingatkan kita pada langit dan lautan, meski ada langit tak biru, meski ada laut tak biru. Sedang magenta adalah seesuatu yang sepi sendiri, karena itu warna pertumpahan darah di bumi. Tapi sesekali ada langit atau laut berwajah magenta. Dan pertemuan biru dan magenta yang menjadi langit magenta, atau pertemuan yang dihasilkan laut magenta, maka begitulah saya membaca puisi Biru Magenta ini. Moment pertemuan Biru dan Magenta adalah pertemuan yang jarang. Seperti gerhana, munculnya pelangi, adalah peristiwa alam yang khusus. Maka kita pun akan merayakannya, seperti juga puisi Biru Magenta ini.

Continue reading

Malam 3 Jarak: Antara Probolinggo, Solo, dan Jogjakarta

Posted in bahasa, berita, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, seni with tags , , , on November 15, 2015 by BonX

Pembicara menyampaikan materinya dalam acara “Malam 3 Jarak” di ruang utama Balai Soedjatmoko, Sabtu (14/11). (Foto: Dian)

lpmkentingan.com-Ruang utama Balai Soedjatmoko dipadati puluhan pengunjung dari berbagai kalangan, Sabtu (14/11). Acara bertajuk “Malam 3 Jarak” yang dimulai pada pukul 19.00 WIB itu merupakan perayaan tiga buku dari para penulis yang kesemuanya berbeda kota. Dalam acara itu nampak pula beberapa penulis seperti Han Gagas, Edi Akhiles, Sanie B. Kuncoro, Indah Darmastuti, Yudhi Herwibowo, Ngadiyo, dan lain-lain.

Tiga buku yang dirayakan dalam “Malam 3 Jarak” ialah Biru Magenta, kumpulan puisi karya Ratna Satyavati dan Stebby Julionatan asal Probolinggo; Sundari Keranjingan Puisi, kumpulan cerpen karya penulis asal Solo Gunawan Tri Admodjo; dan Suluk Senja, kumpulan puisi karya Dimas Indiana Senja dari Jogjakarta. Tiga buku tersebut tidak memiliki keterkaitan tema. Setiap buku berdiri dengan tema masing-masing. Hadir sebagai pembicara ialah Puitri Haiti Ningsih, Kalis Mardiasih, dan Serunie Unie. Setiap pembicara bertanggungjawab mengulas satu buku.

Biru Magenta merupakan representasi dari Puisi Magenta karya Ratna dan Puisi Biru karya Stebby Julionatan. Di mana magenta merupakan warna yang dianggap simbol keperempuanan, sedangkan biru ialah simbol kelelakian. Sundari Keranjingan Puisi diakui penulisnya merupakan cerita-cerita yang ditulis sebab Gunawan ingin membaca cerita tersebut. Ia menulis apa yang ingin ia baca, begitu tuturnya. Sedangkan Suluk Senja lebih condong kepada pemaknaan sang penulis terhadap cinta kepada Tuhannya.

Sekitar tiga jam acara berlangsung, Karisma Fahmi selaku moderator cukup disibukkan dengan banyaknya umpan balik dari pengunjung. “Malam ini ramai dibanding biasanya (acara-acara sastra di Balai Soedjatmoko, red), aku bawa tujuhpuluh buletin habis. Penulis-penulis biasanya tak kasih tiga, lima. Ini habis. Padahal biasanya masih setumpuk yang tak bawa pulang,”ujar redaktur buletin sastra Pawon, Yudhi Herwibowo seusai acara. (Nada, Ifa)

 

tulisan ini diambil dari: http://lpmkentingan.com/kilas/malam-3-jarak-antara-probolinggo-solo-dan-jogjakarta.html

DIBANGUN 1865, TAK DIKETAHUI PENDIRINYA

Posted in agama, budaya, cinta, cinta tanah air, keseharian, pariwisata with tags , , , , , on November 3, 2015 by BonX

Lebih dari seratus tahun lalu, seorang pemuda meninggalkan desanya. Ia meninggalkan orang tua, kekasih dan sanak saudaranya untuk merantau. Bersama karib dekatnya, mereka menumpang kapal. Mengarungi ganasnya lautan. Selama berhari-hari hidup mereka diombang-ambingkan ombak.

Seminggu perjalanan berlalu, hingga mereka memutuskan untuk turun di pulau pertama yang mereka lihat saat itu. Ya, mungkin Tuhan juga memang telah menggariskan, bahwa Pulau Jawa-lah yang pertama kali mereka lihat dari atas buritan.

Sahabatnya memutuskan untuk turun di Semarang, sedang ia sendiri sedikit meneruskan perjalanan ke timur, dan mendarat di Blambangan (kini Banyuwangi).

Continue reading

IMAM UTOMO PIMPIN UPACARA HUT PMI DI PROBOLINGGO

Posted in berita, cinta, cinta tanah air, kemanusiaan, kesehatan, pendidikan with tags , , on November 3, 2015 by BonX

Parmi (52), warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo tampak sumringah. Perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat keliling tersebut, pulang sambil membopong beras dan sembako lainya yang baru saja ia terima dari PMI.

Ya, ia bersama 224 perempuan lainnya di Kecamatan Wonoasih menjadi sasaran penerima bantuan dari PMI Provinsi Jawa Timur yang di peringatan hari jadinya yang ke-70 tahun ini, dipusatkan di Kota Probolinggo.

Tak hanya memberikan bantuan berupa sembako, Senin (21/9) pagi itu, PMI juga menggelar program pengobatan gratis dan hiburan rakyat di Lapangan Sumber Wetan.

Continue reading

20 JUTA WISATAWAN DI 2020

Posted in berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan with tags , , , , , on November 3, 2015 by BonX

Tak dipungkiri, dewasa ini pariwisata memegang peranan penting mendongkrak APBD. Itulah sebabnya banyak daerah berlomba untuk mempromosikan pariwisata di daerahnya, termasuk Jawa Timur.

Senin (28/9) lalu, dalam rangka menguatkan sektor non-goverment, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur menggelar Bimtek Pengembangan Sistem Sadar Wisata dan Sabta Pesona, di Hotel Bromo View, Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dilangksungkan selama 2 hari ini –sampai Selasa (29/9), mengundang daerah-daerah tapal kuda lainnya selain Kota Probolinggo; yakni Kab. Lumajang dan Kab. Jember.

“Di era kepemimpinan Jokowi, dunia pariwisata mendapat prioritas. Target wisatawan mancanegara sampai 2020 adalah 20 juta wisatawan. Padahal sampai kuartal akhir 2014 lalu, jumlah wisatawan yang masuk ke indonesia hanya 9 juta,” ujar Kasi Pengembangan Pawiwisata Prov. Jatim, Hidayat Nugroho saat memberikan sambutan di hadapan puluhan peserta bimtek.

Continue reading

Dibangun Maulana Ishak, Diliputi Cerita Magis

Posted in berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, pariwisata, sejarah with tags , , on November 3, 2015 by BonX

Masjid Tiban, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan

Tiban berasal dari kata ketiban, kata-kata dalam bahasa Jawa itu bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti tiba-tiba. Dan begitulah dengan Masjid Tiban Babussalam, hingga kini asal-usul berdirinya masjid ini masih menjadi misteri. Meski demikian, masjid yang berlokasi di Jalan Raya Soekarno Hatta RT 1 RW 1 Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo tetap ramai dikunjungi umat.

STEBBY JULIONATAN

Sekumpulan pemuda memarkir kendarannya di halaman parkir di tepi jalan Soekarno Hatta. Usai meletakkan helmnya dalam posisi aman, mereka menyeberangi rel keeta api menuju utara. Masjid Tiban, tujuan mereja memang baru saja selesai melantangkan adzan Ashar sore itu.

Pemuda-pemuda ini, dari bincang-bincang singkat kami, berasal dari Surabaya hendak menuju Jember. Menyempatkan salat Ashar di Probolinggo dan memilih masjid Tiban sebagai jujugan karena mudah diakses. Saat saya menanyakan, apakah mereka tahu mengapa masjid ini diberi nama Tiban, mereka menggelengkan kepalanya. Namun cukup tertarik saat saya bercerita sedikit.

Continue reading