bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pendidikan, penghargaan, sastra, seni

Sebab Kita Tak Setabah Daun


Oleh: Hardi Alunaza Saradiwa*)
(dimuat di Tribun Jogja. Minggu, 16 Agustus 2015)

Pada umumnya buku kumpulan puisi bercerita dengan bagian yang terpisah antara halaman satu dengan halaman yang lainnya, baik dari segi judul maupun makna yang terkandung dari diksi yang disuguhkan kepada pembaca. Berbeda dengan buku Biru Magenta ini. Buku ini merupakan sebuah buku kumpulan puisi yang mengisyaratkan percakapan antara Biru dan Magenta yang dari setiap judul halaman yang tersedia saling bersambung, melengkapi dan terasa hidup dalam percakapan yang tertuang. Biru diumpamakan seperti langit yang selalu melingkupi orang tersayang dan Magenta adalah cinta yang menyala pada kelamnya biru malam. Keduanya saling berujar tentang cinta, kasih sayang dan kerinduan dengan bahasa yang sangat terbuka, terlalu jujur. Mengambil latar tempat seperti Malang, Jakarta, Probolinggo, dan Solo, Biru dan Magenta mengajak kita merenungkan perjalanan masa lalu serta kenangan yang telah terabadikan. Kita seolah diberikan ruang untuk menyuarakan jutaan perasaan yang pernah datang dan hinggap dalam ruang kehidupan.

 

Continue reading “Sebab Kita Tak Setabah Daun”

Advertisements
bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

Memaknai Perjalanan Cinta antara Probolinggo dan Malang


Oleh: Yeti Kartikasari Lestiyono*)

SEBUAH kota dengan segala dinamika sosial dan pergulatan hati orang-orang yang tinggal di dalamnya atau pernah menyinggahinya, mampu menjadi sihir tersendiri bagi lahirnya sebuah karya. Boleh dibilang sebuah kota mampu menjadi saksi luapan segala rupa emosi seperti marah, cemburu, cinta dan patah hati sekaligus inspirasi yang diintepretasikan ke dalam kehadiran karya sastra, baik berupa sajak, novel, cerpen dsb. Pun tak sedikit kelahiran karya yang diilhami oleh pengalaman dan pertemuan-pertemuan yang terjadi dalam perjalanan maupun petualangan.

Seperti itu ketika memaknai isi buku sekumpulan sajak bertajuk Biru Magenta yang ditulis secara duet oleh dua penyair Stebby Julionatan dan Ratna Satyavati. Lintasan dua kota menambatkan keduanya untuk saling berbagi rasa dengan intim melalui sajak.

Secara manis dan ritmis, dua penulis yang menyebut diri sebagai Biru (Stebby) dan Magenta (Ratna) ini mendedah seluruh perasaannya melalui barisan sajak yang ”seolah-olah” saling bersahut-sahutan, menimpali satu sama lain layaknya dua orang bercakap-cakap dalam sebuah ruang berbeda. Ada jarak yang sebenarnya memisah keduanya, yakni kota Malang dan Probolinggo. Tidak terlalu jauh tetapi tidak memungkinkan pula untuk sering-sering ketemu karena alasan tertentu.

Continue reading “Memaknai Perjalanan Cinta antara Probolinggo dan Malang”

bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

Love, Life, Beautiful Melancholy


Book Title : Biru Magenta
Writer : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Book Pages : 188 pages
Date Published : First edition, May 2015
ISBN : 978-602-72575-0-4
Publisher : Ruang Kosong Publishing
Reviewer : Reffi Dhinar

Cinta adalah berjalan dengan kaki masing-masing sambil tetap menyisihkan ruang yang hangat untuknya… #BiruMagenta

Poem or poetry is one of the beautiful way to express untold feeling and story. This poetry book invite us to the poetic journey of two people who write their feelings. Two writers who use two metaphor to give another name for theirselves, they are Biru and Magenta. From the first page, the reader will find many simple poem but deep, which is written such as a meaningful conversation. Reciprocally.

Forget about the difficult phrase or difficult interpretation. To read this book, we only need the pure mind and honesty. We could admit how beautiful love is even the heart throb could change one’s life so chaotic. Distance is the bridge for two lovers become closer. By the yearning sentences, through the lullaby because the distance, Biru and Magenta express their own thought.

Continue reading “Love, Life, Beautiful Melancholy”

bahasa, berita, buku, cinta, hobby, kehidupan, kemanusiaan, penghargaan, sastra

Dua Warna Sajak


Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)
Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)

Ratna adalah Magenta dan Sang Biru adalah Stebby. Berdua mereka memadu warna dan kata dalam Biru magenta. Kumpulan sajak ini hadir secara bersahaja. Meskipun, larik-larik puisinya menghadirkan pergumulan para penulisnya dalam memadatkan bahasa dan meramu metafora tentang keberadaannya. (*)

cinta, cinta tanah air, motivasi, pemerintahan, penghargaan, renungan, sejarah, seni

KONTRIBUSI BERSAMA MEMBANGUN KOTA


-Sebuah Catatan Reflektif Redaktur Tabloid Suara Kota

 

Para pembaca Tabloid Suara Kota yang budiman, pada di edisi awal 2015 ini, ijinkanlah saya mengajukan beberapa pertanyaan kontemplatif:

  1. Apa arti Tabloid Suara Kota bagi Anda?
  2. Apa tujuan Anda menjadi kru atau menulis untuk Tabloid Suara Kota?
  3. Mengapa harus ada Tabloid Suara Kota? Masih pentingkah keberadaannya?
  4. Senang, bangga dan bahagiakah Anda menjadi kru Tabloid Suara Kota?
  5. Nilai-nilai positif atau dampak positif apa yang Anda rasakan dalam hidup Anda ketika menjuadi kru Tabloid Suara Kota?
  6. Apa yang menyulitkan Anda dalam berproses bersama Tabloid Suara Kota?
  7. Sudah pantaskah reward yang diberikan Tabloid Suara Kota untuk Anda?
  8. Bagi Anda pribadi, apakah Tabloid Suara Kota telah membawa menjawab kebutuhan informasi pada masyarakat?

*****

Jujur, bagi saya pribadi, Suara Kota –baik radio maupun tabloidnya, telah sedemikian berjasa dan berartinya dalam kehidupan saya. Hal-hal yang tak sepenuhnya bisa dinilai dengan materi semata. Mulai saya masih duduk di taman kanak-kanak (menyanyi di program anak-anak yang ketika itu dipandu oleh Mbak Yuli); menghabiskan masa-masa remaja yang heboh (bersama beberapa teman SMA suka request dan kirim-kirim salam di program acara yang dipandu Mas Iren); diwawancara di radio saat menjadi Kang Kota Probolinggo 2006 dan Duta Koperasi Jawa Timur oleh Mbak Oke; sampai di detik ini, dimana saya berkontribusi aktif, baik sebagai penyiar radio, reporter, penulis berita dan editor di Suara Kota. Luar biasa! Continue reading “KONTRIBUSI BERSAMA MEMBANGUN KOTA”

berita, budaya, cinta, cinta tanah air, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, sejarah

MASUKI TAHAP PERTAMA


Pemilihan Duta Wisata Kang Yuk Kota Probolinggo 2014 memasuki seleksi tahap pertama. Selasa (26/8) lalu, bertempat di GOR Mastrip, sebanyak 344 kontestan tampak sangat antusias mengikuti ajang tahunan yang digelar pemkot setempat. Sejak pukul 07.00 WIB, mereka mengantri di depan meja registrasi untuk diukur postur serta tinggi badannya, termasuk melengkapi segala persyaratan administratif.

Selanjutnya, setelah pengukuran postur dan tinggi badan, di dalam gedung peserta sudah dinanti oleh para dewan juri yang terdiri dari senior Kang Yuk dan para juri profesional. Satu per satu mereka menjalani tes wawancara, yang meliputi: komunikasi, pengetahuan umum, budaya dan pariwisata, Bahasa Inggris, psikologi dan unjuk talenta.

Continue reading “MASUKI TAHAP PERTAMA”

berita, budaya, cinta tanah air, pariwisata, penghargaan, seni

PENI PRIONO KEMBALI KETUAI DKK-PRO


Peni Priyono kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKK-Pro). Musyawarah Seniman Kota Probolinggo yang dihelat di Gedung Kesenian pada Minggu (16/3) malam, sekitar pukul 21.00 WIB lalu, kembali menobatkan pria yang dikenal jago ngendang dan nari tersebut sebagai ketua DKK Pro untuk periode 2014-2017, melanjutkan periode kepemimpinan sebelumnya 2011-2014. Para seniman secara mutlak sepakat bahwa Pri, panggilan akrabnya, masih layak untuk kembali diamahi tanggung jawab tersebut.

“Menurut saya beliau sangat layak untuk kembali menahkodai Dewan Kesenian, untuk tiga tahun ke depan. Sudah terbukti selama kepemimpinannya, kita bisa memiliki gedung kesenian yang diidamkan seluruh pelaku seni,” ungkap Agus Lithanta, seniman danggut yang tergabung dalam O.M. Dinata dan juga berprofesi sebagai guru ini.

Terpilihnya Pri sejatinya bisa diprediksi sejak awal. Sebab pada kepemimpinanannya DKK-Pro bisa eksis meski sempat vakum pada 2012. DKK Pro kembali aktif setelah Pemkot memenuhi permintaan seniman Kota Probolinggo, yakni menyediakan fasilitas gedung kesenian, sebagai sarana berkesenian.

Continue reading “PENI PRIONO KEMBALI KETUAI DKK-PRO”