Archive for the sejarah Category

Yoke Arifah, MC Segala Bisa

Posted in budaya, cinta, hobby, kehidupan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sejarah with tags , , , , , , , on December 12, 2017 by BonX

Suka atau tidak, setuju atau tidak, di dunia per-MC-an Kota Probolinggo, nama Oke (biasa dipanggil Mbak Oke) sudah menjadi legenda. Gayanya yang kenes, ceplas-ceplos dan usil menjadikan acara apapun yang ia kemudikan, jadi meriah. Ia benar-benar menjadikan acara tersebut “miliknya”.

253223_577876698900084_1229159005_n

Ya, programer dan penyiar senior Suara Kota ini hapal segala hal yang harus ia sampaikan; apa-apa saja kelebihan produk yang tengah ia bawakan, siapa saja nama-nama undangan yang hadir, sampai hal-hal kecil yang sebelumnnya tak kita pedulikan atau sadari -seperti hari ulang tahun atau zodiak pemilik acara, ia lahap habis semuanya. Hebat kan?

Dan itu semua dilakukannya di luar kepala. Sekali lagi, di luar kepala! Benar-benar tanpa teks. What an amaze!

Jujur harus saya akui, secara pribadi saya banyak menyerap ilmu darinya, terutama ketika saya diwajibkan memandu program siar Laporo Rek!, program yang dulunya ia create dan gawangi. Thank you so much, Sista!

Dan berikut adalah wawancara saya dengan pemilik nama asli Yoke Arifah ini: Continue reading

Advertisements

KI DAN RELAWAN EUFORIA

Posted in cinta, motivasi, pendidikan, renungan, sejarah with tags , , , , , , , , , , , on April 21, 2017 by BonX

 

Tak lama lagi Kelas Inspirasi (KI) Probolinggo #3 akan digelar. Tepatnya 2 Mei 2017, atau tepat di Hari Pendidikan Nasional.

Ini menarik untuk dibahas, sebab seminggu lalu (18/4), salah seorang relawan yang berprofesi sebagai project manager dari Jakarta mengirim email blast pada relawan lainnya mengenai ketidaksukaannya pada saya sebagai panitia yang ditempatkan di SDN Kropak 2, tempatnya nanti mengajar.

Tak hanya email blast, lewat akun instagram pribadinya @andiniiiy, ia pun mengunggah kata-kata songong dan kurang ajar saya dengan mention “Coba ini dikondisikan ya kaka kaka panitia yang saya hormati. Hahahahahaa PANLOK SDN 1 KROPAK PROBOLINGGO”

Maafkan dia, mungkin karena begitu jengkelnya dengan sikap saya, Mbak Andini sampai salah sebut nama sekolah. Dan berikut, saya tampilkan apa yang beliau sebar tanpa saya kurangi sedikit pun:

 

Continue reading

657 TAHUN, DARI MANA ASALNYA?

Posted in berita, kemanusiaan, keseharian, pemerintahan, pendidikan, politik, renungan, sejarah with tags , , , , , on September 1, 2016 by BonX

Sejarah adalah milik pihak-pihak yang berkuasa. Termasuk sejarah bagaimana Hari Jadi Kota Probolinggo ditetapkan pada tanggal 4 September 1359.

Ya, tepat  4 September 2016, Kota Probolinggo berulang tahun ke-657. Namun, yang sering menjadi pertanyaan khalayak, “Bagaimana bisa kota ini usianya lebih tua dari Kabupaten (Probolinggo, red.)? Dan, apa yang menjadi dasar penetapan itu?

Salah satu sumber bacaan yang mengukuhkan tanggal tersebut sebagai hari jadi kota adalah Probolinggo City Goes To The Future (2004), buku yang dikeluarkan masa pemerintahan Wali Kota H.M. Buchori (2004-2014). Dalam buku tersebut dikisahkan bahwa pada masa pemerintahan Bupati Probolinggo ke-17, Raden Adipati Ario Nitinegoro, Pemerintah Hindia belanda membentuk “Gemeente Probolinggo” pada 1 Juli 1918. Bertepatan dengan HUT Bhayangkara. Bahkan, telah beberapa kali diperingati sebagai hari jadi kota oleh pemerintahan terdahulu.

Tapi, sekali lagi, sejarah adalah milik pihak-pihak yang berkuasa dan itu tidaklah salah. Pemerintahan HM. Buchori memandang bahwa kemerdekaan (pemekaran wilayah) harusnya bukanlah hadiah dari penjajah, maka bersama tim pencetus sejarah kota saat itu, Buchori menilik kembali sejarah Kota Probolinggo, khususnya saat pembukaan Banger oleh Prabu Hayam Wuruk.

Continue reading

Dibangun Maulana Ishak, Diliputi Cerita Magis

Posted in berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, pariwisata, sejarah with tags , , on November 3, 2015 by BonX

Masjid Tiban, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan

Tiban berasal dari kata ketiban, kata-kata dalam bahasa Jawa itu bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti tiba-tiba. Dan begitulah dengan Masjid Tiban Babussalam, hingga kini asal-usul berdirinya masjid ini masih menjadi misteri. Meski demikian, masjid yang berlokasi di Jalan Raya Soekarno Hatta RT 1 RW 1 Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo tetap ramai dikunjungi umat.

STEBBY JULIONATAN

Sekumpulan pemuda memarkir kendarannya di halaman parkir di tepi jalan Soekarno Hatta. Usai meletakkan helmnya dalam posisi aman, mereka menyeberangi rel keeta api menuju utara. Masjid Tiban, tujuan mereja memang baru saja selesai melantangkan adzan Ashar sore itu.

Pemuda-pemuda ini, dari bincang-bincang singkat kami, berasal dari Surabaya hendak menuju Jember. Menyempatkan salat Ashar di Probolinggo dan memilih masjid Tiban sebagai jujugan karena mudah diakses. Saat saya menanyakan, apakah mereka tahu mengapa masjid ini diberi nama Tiban, mereka menggelengkan kepalanya. Namun cukup tertarik saat saya bercerita sedikit.

Continue reading

Upaya Menuntaskan Relativitas Cinta

Posted in bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, sejarah, seni, spiritualitas with tags , , , , , , , , , , , , on June 28, 2015 by BonX

Kalaulah dijalin-menjalin , rangkaian puisi di buku ini bisa menjadi novel panjang. Tapi, cara terbaik menikmatinya adalah dengan terjun pada kata dan rangkaiannya sebagaimana menghayati puisi.

MEMBACA cepat tulisan-tulisan di buku ini, sekilas seperti skenario drama dengan teknik puisi. Antara dua sejoli yang sedang mabuk asmara. Kalaulah puisi konvensional, masing-masing akan berdiri sendiri.

Biru Magenta

Biru Magenta

Judul Buku       : Biru Magenta, Sekumpulan Sajak
Penulis               : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Penerbit             : Ruang Kosong Publishing
Cetakan             : Pertama, Mei 2015.
Editor                 : Ginanjar Teguh Iman
ISBN                   : 978-602-72575-0-4

Kalau dijalin-menjalin, mungkin saja ada cerita, menjadi novel puisi panjang. Bisa-bisanya saja semua terjadi. Namun, lebih valid dibaca secara tuntas per bentuk utuh, per paragraf, per kalimat, per frasa, dan per kata. Tuntas. Pekerjaan profesional yang tak sekedar mengandalkan kesenangan. Lalu, menuliskan refleksi pembacaan secara utuh pula sebagai suatu esensi.

Ternyata, membacanya sebagai novel yang bercerita, bagaimanapun mengalami kesulitan. Sebab, memang sifatnya kumpulan puisi. Cara menikmatinya memang harus terjun pada kata dan rangkaiannya sebagaimana menghayati puisi.

Continue reading

SUPERNOVA, VISUALISASI RIZAL DAN BEBAN TEKS

Posted in bahasa, budaya, cinta, cinta tanah air, film, hobby, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pendidikan, penghargaan, psikologi, renungan, sastra, sejarah, seni, spiritualitas with tags , , , , , , , , , , on January 27, 2015 by BonX

Judul film          : Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh
Genre               : Science Fiction
Sutradara         : Rizal Mantovani
Skenario          : Donny Dhirgantoro dan Sunil Soraya berdasarkan novel Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh karya Dewi Lestari
Produser          : Sunil Soraya
Pemain             : Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Paula Verhouven, Arifin Putra, Hamish Daud, Hany Pattikawa.
Produksi          : PT Soraya Intercine Films
Durasi              :     menit
Tanggal Rilis   : 11 Desember 2014
Peresensi         : Stebby Julionatan *)

S U P E R N O V A

– Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP –

Selamat datang.

Hari ini Supernova mengajak Anda nonton ke bioskop.

Ingatkah Anda ketika sedang berada dalam bioskop, menyaksikan sebuah film yang menggerakkan emosi? Detik pertama Anda larut, layar yang penuh cahaya dan warna itu telah berhasil menyentuhkan kehidupan ke dalam pikiran Anda. Membuat Anda menangis, tertawa, atau bahkan ingin membunuh seseorang.

Di posisi itu, Anda adalah penonton. Penonton pasif yang distimulasi oleh stimulus-stimulus virtual yang aktif. Apakah stimulus-stimulus tadi punya kepentingan tertentu? Kepentingan mereka hanya satu: berkembang biak. Melalui Anda semua. Apa yang Anda pikir tidak hidup, ternyata hidup, dan SANGAT hidup. Mereka seperti virus, tak dapat didefinisikan hidup atau mati, sampai ia menemukan inang untuk dijadikan medium. Respons negatif atau positif Anda tidak menjadi pertimbangan. Mereka sudah mendapatkan hidupnya, di detik pertama Anda mulai memberikan reaksi. Mulai memberikan arti.

*****supernova-poster

Demikian penggalan pesan Supernova saat ia menyapa penciptanya, Dhimas dan Ruben. Surel yang membuat mereka berdua syok dan mulai menimbang-nimbang (bahkan menyadari) bahwa keduanya adalah dalang tempelan. Dua orang pria yang bahkan tidak punya nama belakang, yang hidup dalam sebuah molekul pikiran penulis lain dan akan tamat riwayatnya pada saat halaman terakhir buku tersebut selesai ditulis.

Continue reading

KONTRIBUSI BERSAMA MEMBANGUN KOTA

Posted in cinta, cinta tanah air, motivasi, pemerintahan, penghargaan, renungan, sejarah, seni with tags , , , on January 19, 2015 by BonX

-Sebuah Catatan Reflektif Redaktur Tabloid Suara Kota

 

Para pembaca Tabloid Suara Kota yang budiman, pada di edisi awal 2015 ini, ijinkanlah saya mengajukan beberapa pertanyaan kontemplatif:

  1. Apa arti Tabloid Suara Kota bagi Anda?
  2. Apa tujuan Anda menjadi kru atau menulis untuk Tabloid Suara Kota?
  3. Mengapa harus ada Tabloid Suara Kota? Masih pentingkah keberadaannya?
  4. Senang, bangga dan bahagiakah Anda menjadi kru Tabloid Suara Kota?
  5. Nilai-nilai positif atau dampak positif apa yang Anda rasakan dalam hidup Anda ketika menjuadi kru Tabloid Suara Kota?
  6. Apa yang menyulitkan Anda dalam berproses bersama Tabloid Suara Kota?
  7. Sudah pantaskah reward yang diberikan Tabloid Suara Kota untuk Anda?
  8. Bagi Anda pribadi, apakah Tabloid Suara Kota telah membawa menjawab kebutuhan informasi pada masyarakat?

*****

Jujur, bagi saya pribadi, Suara Kota –baik radio maupun tabloidnya, telah sedemikian berjasa dan berartinya dalam kehidupan saya. Hal-hal yang tak sepenuhnya bisa dinilai dengan materi semata. Mulai saya masih duduk di taman kanak-kanak (menyanyi di program anak-anak yang ketika itu dipandu oleh Mbak Yuli); menghabiskan masa-masa remaja yang heboh (bersama beberapa teman SMA suka request dan kirim-kirim salam di program acara yang dipandu Mas Iren); diwawancara di radio saat menjadi Kang Kota Probolinggo 2006 dan Duta Koperasi Jawa Timur oleh Mbak Oke; sampai di detik ini, dimana saya berkontribusi aktif, baik sebagai penyiar radio, reporter, penulis berita dan editor di Suara Kota. Luar biasa! Continue reading