bahasa, berita, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, keseharian, pariwisata, penghargaan, sastra, sejarah, spiritualitas

‘Di Kota Tuhan’ Seeing Probolinggo Through Biblical Lens


Published in The Jakarta Post, Sunday, May 5, 2019. And writen by Nedi Putra AW, as Contributor

.

2019_05_05_71413_1556994535._large
Faith: Poet Stebby Julionatan combines biblical narrative and memories of his hometown, Probolinggo, in his latest poetry collection.

Stebby Julionatan shares melancholic tales about his hometown of Probolinggo, East Jawa in his latest poetry collection, titled Di Kota Tuhan, Aku Adalah Daging yang Kau Pecah-Pecah (In the City of God, I am the Body that You Break Into Pieces).

“It is my mission to introduce Probolinggo to the public,” the 35-years-old poet said.

Stebby intriguingly writes his poem in biblical frameworks. The 33 poems in the book are divided into two ‘exegeses”. The first, set from September 2015 to May 2016, take the narrative from of Genesis. In the second exegesis, Psalms narrative is used to convey the events between May and September 2017.

Continue reading “‘Di Kota Tuhan’ Seeing Probolinggo Through Biblical Lens”

Advertisements
bahasa, budaya, cinta, kemanusiaan, keseharian, pariwisata, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

KENANGAN PENYAIR DAN SEJARAH KOTA


 Wahyu Kris AW
Kepala Sekolah SMPK Pamerdi Kebonagung
Bergiat di Kampung Pentigraf Indonesia

Judul                             : Di Kota Tuhan
Penulis                         : Stebby Julionatan
Penerbit                       : Indie Book Corner (Jogjakarta)
Tahun terbit               : Cetakan pertama, 2018
Tebal                            : 130 halaman
ISBN                             : 978-602-309-333-5

Stebby Julionatan - Di Kota Tuhan Radar Malang
RESENSI: Kata Mas Wahyu, resensi ini istimewa karena mengajak dirinya menyusuri karya penyair-penyair keren lainnya, al. Yusri Fajar, Tengsoe Tjahyono, Dhofir Zuhri dan Sosiawan Leak

 

Nyai, kau pikir hubungan penyair dengan puisi/sama dengan wahyu dengan nabi?

Larik di atas adalah kutipan kumpulan sajak Orgasme yang ditulis Gus Dhofir, santri-penulis yang menggagas filsafat Mazhab Kepanjen. Hubungan penyair dengan puisi barangkali memang diikhtiarkan untuk menjadi misteri sekaligus abadi. Apalagi jika diikat dan dikaitkan dengan ruang-waktu bernama kota.

Sebagai mahkluk yang menyejarah, kehadiran penyair sebagai manusia pada ruang-waktu kota, niscaya membentuk garis ruang-waktu yang saling berpotongan. Garis potong itulah yang kerap menjelma puisi. Pendeknya, puisi menyediakan ruang-waktu bagi penyair dan kota untuk hadir serta menyejarah bersama.

Continue reading “KENANGAN PENYAIR DAN SEJARAH KOTA”

bahasa, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, pariwisata, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, sejarah, seni

Jalan-jalan Bersama Stebby di Kota Tuhan


Judul               : Di Kota Tuhan : Aku adalah Daging yang Kau Pecah-pecah
Penulis           : Stebby Julionatan
ISBN                : 978-602-3093-33-5
Halaman         : 74 Halaman
Penerbit         : Indie Book Corner Yogyakarta
Tahun terbit  : 2018
Peresensi        : Rosalia Desi*)

stebby - di kota tuhan radar bromo

 

Sebuah karya sastra seperti fiksi, puisi maupun drama akan memberikan koneksi untuk mempertanyakan dan memperhatikan detail bagi para pembacanya. Membaca jenis ini dapat memberikan pengalaman dan gambaran untuk mengunjungi suatu tempat, kejadian, waktu, dan budaya yang mungkin tidak sempat dijejaki langsung. Selain itu, pembaca dipaksa untuk menganalisa apa maksud dari penulis melalui tulisannya. Itulah sebabnya, kadang beberapa bacaan dinikmati bukan hanya untuk menghabiskan waktu luang ataupun sebagai pelipur lara. Beberapa bacaan membuat pembaca harus meluangkan waktu bahkan emosi untuk membaca dan menghabiskannya. Oleh karena itu, dengan beberapa perhatian detail yang disajikan dalam sebuah bacaan, kita sebagai pembaca bukan tidak mungkin akan menemukan hasrat penulis.

Continue reading “Jalan-jalan Bersama Stebby di Kota Tuhan”

bahasa, berita, budaya, buku, cinta, motivasi, pariwisata, pendidikan, sastra

TAK HANYA KENALKAN BACA TULIS


Literasi tak hanya baca-tulis. Dalam praktiknya, narasumber Berbincang Buku Barang Komunitas Menulis (Berkomunlis) #2, Yona Primadesi menyampaikan jika literasi menyangkut banyak aspek. “Baca tulis hanya salah satunya, yang kemudian mesti dikembangkan lagi menjadi baca, kaji, hitung, nalar, kritis tulis dan komunikatif.”

berkomunlisDosen Universitas Negeri Padang ini membius puluhan peserta yang hadir –yang kebanyakan terdiri dari para pelajar. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas Menulis (Komunlis) Kota Probolinggo, Kamis (22/2) lalu, berlangsung di Halaman TB. Togamas Probolinggo. Bincang buku karyanya, Dongeng Panjang Literasi Indonesia dan putrinya Abinaya Ghina Jamila, Resep Membuat Jagat Raya.

Continue reading “TAK HANYA KENALKAN BACA TULIS”

berita, budaya, cinta tanah air, hobby, kemanusiaan, keseharian, lingkungan hidup, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sejarah

Kevin Jonathan: Hidup Untuk Melayani Sesama


Kecintaan (baca: hobi) manusia bermacam-macam. Dan (manusia) terbaik adalah mereka yang bisa memanfaatkan kecintaannya bagi kemaslahatan umat.

Kevin Jonathan (17), di usianya yang terhitung masih belia, telah menjadi Ketua Umum Komunitas Railfans DAOP 9 (KRD9) –sebuah komunitas bagi para penggila kereta api di wilayah Pasuruan hingga Banyuwangi. Ia mengaku, kecintaanya pada kereta api telah turut mendewasakan pribadinya. Berbagai pengalaman ia dapatkan, mulai dari menumbuhkan sikap kepemimpinan, tenggang rasa dan rasa kekeluargaan di dalam komunitas, hingga kepeduliannya pada sesamanya, pada lingkungan sekitar, dan melatih kemapuannya dalam berkomunikasi.

4b64c8ca-c9bc-4c73-90e3-b37acb121bbf

Di postingan kali ini, saya mengangkat profilnya. Profil anak muda yang karena kegilaannya pada kereta api, mengantarnya sebagai satu-satunya anak muda asal Probolinggo yang diundang oleh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, untuk buka puasa bersama, Juni 2017 lalu. Tak hanya itu, ia pun sempat bertemu Ignasius Jonan, kala Jonan masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan RI.

Continue reading “Kevin Jonathan: Hidup Untuk Melayani Sesama”

budaya, cinta, hobby, kehidupan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sejarah

Yoke Arifah, MC Segala Bisa


Suka atau tidak, setuju atau tidak, di dunia per-MC-an Kota Probolinggo, nama Oke (biasa dipanggil Mbak Oke) sudah menjadi legenda. Gayanya yang kenes, ceplas-ceplos dan usil menjadikan acara apapun yang ia kemudikan, jadi meriah. Ia benar-benar menjadikan acara tersebut “miliknya”.

253223_577876698900084_1229159005_n

Ya, programer dan penyiar senior Suara Kota ini hapal segala hal yang harus ia sampaikan; apa-apa saja kelebihan produk yang tengah ia bawakan, siapa saja nama-nama undangan yang hadir, sampai hal-hal kecil yang sebelumnnya tak kita pedulikan atau sadari -seperti hari ulang tahun atau zodiak pemilik acara, ia lahap habis semuanya. Hebat kan?

Dan itu semua dilakukannya di luar kepala. Sekali lagi, di luar kepala! Benar-benar tanpa teks. What an amaze!

Jujur harus saya akui, secara pribadi saya banyak menyerap ilmu darinya, terutama ketika saya diwajibkan memandu program siar Laporo Rek!, program yang dulunya ia create dan gawangi. Thank you so much, Sista!

Dan berikut adalah wawancara saya dengan pemilik nama asli Yoke Arifah ini: Continue reading “Yoke Arifah, MC Segala Bisa”

budaya, buku, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, renungan

PEMUDA HARUS PUNYA 2 HAL


Postingan blog saya ini terinspirasi oleh tulisan Noorman Pasaribu di ruang.gramedia.com. Tapi tentu saja, demi menyelaraskannya keseluruhan konten yang ada di blog saya, saya menambahkannya dengan unsur kedaerahan… dengan unsur ke-Probolinggo-an.

Ke-Probolinggo-an yang saya maksud adalah mencari dan mewawancarai pemuda-pemuda terbaik (baik di kawasan kota maupun kabupaten) Probolinggo, yang menurut saya hitz. Yakni, mereka yang tak hanya cerdas dan berintelegensi di atas rata-rata namun juga “Takut akan Tuhan”. Pemuda yang tak hanya memikirkan keberhasilan dan kesuksesan dirinya sendiri, tapi juga ia yang menaruh hatinya untuk Probolinggo. Pemuda yang peduli pada keadaan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, memikirkan perkembangan dan kemajuan kotanya, termasuk juga kelestarian lingkungannya. Ia… pemuda yang tak hanya “cakep” secara fisik, namun juga dari hati dan mampu memotivasi orang lain untuk berbuat “lebih” seperti dirinya.

Semoga Anda menikmatinya! 😀

Marom

Well, di edisi perdana ini saya mewawancarai Lailul Marom (24), pendiri wisata snorkeling Gili Ketapang. (Sebagai informasi, saat ini di Pulau Gili Ketapang – Probolinggo sudah banyak jasa penyedia layanan snorkeling, namun bagi saya Gili Ketapang masih yang terbaik)

Continue reading “PEMUDA HARUS PUNYA 2 HAL”