Archive for the kehidupan Category

MENDEKATKAN LITERASI PADA EKONOMI KREATIF

Posted in budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, renungan, sastra with tags , , , on March 30, 2017 by BonX

Catatan Mengenaskan Bangsa

Sebuah catatan lembaga survey UNESCO (United Nations of Education Society and Cultural Organization) tahun 2011 menemukan fakta bahwa index membaca masyakarat Indonesia hanyalah 0,001. Ini berarti dari 1000 jiwa penduduk Indonesia, hanya ada 1 orang yang hobi baca. Menggenaskan bukan? Survey tersebut menguatkan temuan UNDP (United Nations Development Programs) di tahun 2010, dimana Human Developmen Indeks  Indonesia masih berada di peringkat 112 dari 175 negara.

Mengapa hal tersebut terjadi? Mengapa manusia Indonesia jauh dari buku? Mengapa juga profesi pengarang tidak dilirik? Ia jauh dari hiruk pikuk dunia mode dan trend. Ia tidak berkilau. Kalah jauh dengan artis papan iklan atau bintang sinetron di televisi. Mengenaskan, bukan?

Bagi saya jawabannya adalah, karena profesi tersebut tidak secara langsung mendatangkan keuntungan. Ya, manusia suka keuntungan. Termasuk dalam berprofesi, ia suka melihatnya dari kacamata untung rugi. Keuntungan di sini tidak hanya berarti materi, tetapi juga eksistensi, kebanggaan, dan pujian dari masyarakat sekitar.

Diakui atau tidak, manusia itu suka melihat hal-hal yang cantik, manusia itu suka kalau dirinya dikagumi. Continue reading

Advertisements

Sebab Kita Tak Setabah Daun

Posted in bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pendidikan, penghargaan, sastra, seni with tags , , , , , on November 24, 2015 by BonX

Oleh: Hardi Alunaza Saradiwa*)
(dimuat di Tribun Jogja. Minggu, 16 Agustus 2015)

Pada umumnya buku kumpulan puisi bercerita dengan bagian yang terpisah antara halaman satu dengan halaman yang lainnya, baik dari segi judul maupun makna yang terkandung dari diksi yang disuguhkan kepada pembaca. Berbeda dengan buku Biru Magenta ini. Buku ini merupakan sebuah buku kumpulan puisi yang mengisyaratkan percakapan antara Biru dan Magenta yang dari setiap judul halaman yang tersedia saling bersambung, melengkapi dan terasa hidup dalam percakapan yang tertuang. Biru diumpamakan seperti langit yang selalu melingkupi orang tersayang dan Magenta adalah cinta yang menyala pada kelamnya biru malam. Keduanya saling berujar tentang cinta, kasih sayang dan kerinduan dengan bahasa yang sangat terbuka, terlalu jujur. Mengambil latar tempat seperti Malang, Jakarta, Probolinggo, dan Solo, Biru dan Magenta mengajak kita merenungkan perjalanan masa lalu serta kenangan yang telah terabadikan. Kita seolah diberikan ruang untuk menyuarakan jutaan perasaan yang pernah datang dan hinggap dalam ruang kehidupan.

 

Continue reading

MEMBACA BIRU MAGENTA, MEMBACA BENTENG BADAI LEMBUT PERTUKARAN RASA

Posted in bahasa, berita, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, spiritualitas with tags , , , , , , , , , on November 18, 2015 by BonX

Membaca buku puisi Biru Magenta adalah membaca amuk perasaan namun lembut. Lembut tapi ada api dan amuk. Apalagi dihasilkan oleh dua sisi penyair yaitu Stebby Julionatan dalam Birunya dan Ratna Satyavati dengan Magentanya. Dua pilihan warna ini awalnya sederhana dan mudah diingat oleh kita yang punya kesepakatan tentang makna warna. Simbol warna itu mengingatkan saya bila berada di toko perlengkapan bayi, biasanya kita akan diberi pilihan warna biru untuk bayi laki-laki dan merah muda untuk bayi perempuan. Meski tak persis betul dengan Biru Magenta, karena merah muda bukan magenta.

Biru tentu mengingatkan kita pada langit dan lautan, meski ada langit tak biru, meski ada laut tak biru. Sedang magenta adalah seesuatu yang sepi sendiri, karena itu warna pertumpahan darah di bumi. Tapi sesekali ada langit atau laut berwajah magenta. Dan pertemuan biru dan magenta yang menjadi langit magenta, atau pertemuan yang dihasilkan laut magenta, maka begitulah saya membaca puisi Biru Magenta ini. Moment pertemuan Biru dan Magenta adalah pertemuan yang jarang. Seperti gerhana, munculnya pelangi, adalah peristiwa alam yang khusus. Maka kita pun akan merayakannya, seperti juga puisi Biru Magenta ini.

Continue reading

Malam 3 Jarak: Antara Probolinggo, Solo, dan Jogjakarta

Posted in bahasa, berita, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, seni with tags , , , on November 15, 2015 by BonX

Pembicara menyampaikan materinya dalam acara “Malam 3 Jarak” di ruang utama Balai Soedjatmoko, Sabtu (14/11). (Foto: Dian)

lpmkentingan.com-Ruang utama Balai Soedjatmoko dipadati puluhan pengunjung dari berbagai kalangan, Sabtu (14/11). Acara bertajuk “Malam 3 Jarak” yang dimulai pada pukul 19.00 WIB itu merupakan perayaan tiga buku dari para penulis yang kesemuanya berbeda kota. Dalam acara itu nampak pula beberapa penulis seperti Han Gagas, Edi Akhiles, Sanie B. Kuncoro, Indah Darmastuti, Yudhi Herwibowo, Ngadiyo, dan lain-lain.

Tiga buku yang dirayakan dalam “Malam 3 Jarak” ialah Biru Magenta, kumpulan puisi karya Ratna Satyavati dan Stebby Julionatan asal Probolinggo; Sundari Keranjingan Puisi, kumpulan cerpen karya penulis asal Solo Gunawan Tri Admodjo; dan Suluk Senja, kumpulan puisi karya Dimas Indiana Senja dari Jogjakarta. Tiga buku tersebut tidak memiliki keterkaitan tema. Setiap buku berdiri dengan tema masing-masing. Hadir sebagai pembicara ialah Puitri Haiti Ningsih, Kalis Mardiasih, dan Serunie Unie. Setiap pembicara bertanggungjawab mengulas satu buku.

Biru Magenta merupakan representasi dari Puisi Magenta karya Ratna dan Puisi Biru karya Stebby Julionatan. Di mana magenta merupakan warna yang dianggap simbol keperempuanan, sedangkan biru ialah simbol kelelakian. Sundari Keranjingan Puisi diakui penulisnya merupakan cerita-cerita yang ditulis sebab Gunawan ingin membaca cerita tersebut. Ia menulis apa yang ingin ia baca, begitu tuturnya. Sedangkan Suluk Senja lebih condong kepada pemaknaan sang penulis terhadap cinta kepada Tuhannya.

Sekitar tiga jam acara berlangsung, Karisma Fahmi selaku moderator cukup disibukkan dengan banyaknya umpan balik dari pengunjung. “Malam ini ramai dibanding biasanya (acara-acara sastra di Balai Soedjatmoko, red), aku bawa tujuhpuluh buletin habis. Penulis-penulis biasanya tak kasih tiga, lima. Ini habis. Padahal biasanya masih setumpuk yang tak bawa pulang,”ujar redaktur buletin sastra Pawon, Yudhi Herwibowo seusai acara. (Nada, Ifa)

 

tulisan ini diambil dari: http://lpmkentingan.com/kilas/malam-3-jarak-antara-probolinggo-solo-dan-jogjakarta.html

80 AKSEPTOR IKUTI KB MASAL

Posted in berita, budaya, cinta, kehidupan, kemanusiaan, kesehatan, lingkungan hidup, motivasi, pemerintahan, pendidikan, renungan, seks with tags , , , , on November 3, 2015 by BonX

Dalam meperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke-656, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Probolinggo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kota setempat melaksanakan kegiatan gratis pelayanan KB . Dengan metode steril pada wanita (MOW) dan steril pada pria (MOP), kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (10/10) lalu di RSUD dr. Moh. Saleh sejak pukul 7 pagi tersebut diikuti oleh 80 akseptor.

“Jujur saya tidak menyangka antusiasme masyarakat yang sedemikian besar,” tukas Kepala BPPKB Kota Probolinggo, Shofwan Thohari kepada Link Go saat ditanya soal jumlah peserta dan antusiasme warga kota.

Padahal, lanjut Shofwan, baru sebulan ini diumumkan. Dan tentunya, ini juga merupakan keberhasilan penyuluh KB Kota Probolinggo.

Continue reading

ANEKA KOSTUM DI GERAK JALAN SANTAI

Posted in berita, budaya, cinta, kehidupan, kemanusiaan, kesehatan, motivasi, olahraga, pariwisata, pemerintahan, penghargaan with tags , on November 3, 2015 by BonX

Pagi itu, beberapa pengendara yang bergegas melintas di Jl. Dr. Saleh terpaksa menghentikan kendaraannya. Pun mereka yang terburu berangkat ke kantor atau mengantar putra-putrinya ke sekolah.

Ya, Jumat (18/9) lalu, Jl. Dr. Saleh menjadi salah satu rute yang dilintasi oleh para peserta lomba gerak jalan santai yang digelar oleh Pemkot Probolinggo melalui Dinas Pemuda Budaya Olahraga dan Pariwisata (Dispobpar)

Seperti namanya, tak seperti layaknya gerak jalan yang dilakukan dengan penuh teknik dan serius, gerak jalan pagi itu dilakukan dengan santai dan penuh keceriaan. Ditambah pula dengan kostum dan yel-yel yang diusung oleh para peserta lomba.

Continue reading

20 JUTA WISATAWAN DI 2020

Posted in berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan with tags , , , , , on November 3, 2015 by BonX

Tak dipungkiri, dewasa ini pariwisata memegang peranan penting mendongkrak APBD. Itulah sebabnya banyak daerah berlomba untuk mempromosikan pariwisata di daerahnya, termasuk Jawa Timur.

Senin (28/9) lalu, dalam rangka menguatkan sektor non-goverment, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur menggelar Bimtek Pengembangan Sistem Sadar Wisata dan Sabta Pesona, di Hotel Bromo View, Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dilangksungkan selama 2 hari ini –sampai Selasa (29/9), mengundang daerah-daerah tapal kuda lainnya selain Kota Probolinggo; yakni Kab. Lumajang dan Kab. Jember.

“Di era kepemimpinan Jokowi, dunia pariwisata mendapat prioritas. Target wisatawan mancanegara sampai 2020 adalah 20 juta wisatawan. Padahal sampai kuartal akhir 2014 lalu, jumlah wisatawan yang masuk ke indonesia hanya 9 juta,” ujar Kasi Pengembangan Pawiwisata Prov. Jatim, Hidayat Nugroho saat memberikan sambutan di hadapan puluhan peserta bimtek.

Continue reading