budaya, cinta, hobby, kehidupan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sejarah

Yoke Arifah, MC Segala Bisa


Suka atau tidak, setuju atau tidak, di dunia per-MC-an Kota Probolinggo, nama Oke (biasa dipanggil Mbak Oke) sudah menjadi legenda. Gayanya yang kenes, ceplas-ceplos dan usil menjadikan acara apapun yang ia kemudikan, jadi meriah. Ia benar-benar menjadikan acara tersebut “miliknya”.

253223_577876698900084_1229159005_n

Ya, programer dan penyiar senior Suara Kota ini hapal segala hal yang harus ia sampaikan; apa-apa saja kelebihan produk yang tengah ia bawakan, siapa saja nama-nama undangan yang hadir, sampai hal-hal kecil yang sebelumnnya tak kita pedulikan atau sadari -seperti hari ulang tahun atau zodiak pemilik acara, ia lahap habis semuanya. Hebat kan?

Dan itu semua dilakukannya di luar kepala. Sekali lagi, di luar kepala! Benar-benar tanpa teks. What an amaze!

Jujur harus saya akui, secara pribadi saya banyak menyerap ilmu darinya, terutama ketika saya diwajibkan memandu program siar Laporo Rek!, program yang dulunya ia create dan gawangi. Thank you so much, Sista!

Dan berikut adalah wawancara saya dengan pemilik nama asli Yoke Arifah ini: Continue reading “Yoke Arifah, MC Segala Bisa”

Advertisements
budaya, cinta, humor, kehidupan, kemanusiaan, sejarah

MASUKRO… PROGRAM UNGULAN DI RADIO SUARA KOTA PROBOLINGGO


It’s time to create The History of Masukro…

Menjelang Bulan Suci Ramadhan banyak stasiun televisi dan juga radio yang berlomba-lomba mengemas berbagai program atau tayangan yang bernuansa Islami, tentunya semua itu bertujuan untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai umat muslim selama menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.

Begitu juga yang dilakukan oleh Radio Suara Kota Probolinggo (RSKP), 101, 7 FM, berbagai program unggulan diluncurkan ke ruang dengar Mitra Suara Kota (sapaan bagi pendengar Radio Suara Kota) dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1431 H. Salah satu yang menjadi program unggulan RSKP dan menjadi favorit di telinga para pendengarnya adalah MASUKRO (Makan Sahur Bersama Radio Suara Kota Probolinggo).

Program yang setiap harinya diudarakan tepat pada pukul 02.30 – 04.00 WIB (dini hari) ini bertujuan untuk menemani para pendengarnya bersantap sahur dengan berbagai lagu dan hiburan segar, guyonan serta kuis yang berhadiah menarik.

Ide Masurkro sendiri muncul dari aspirasi para pendengar RSKP yang menginginkan sebuah program radio yang dapat menemani mereka di saat bersantap sahur, yang menghibur,  seperti yang ada di televis-televisi. Sejak tahun 2002, saat RSKP masih bernama RKPD (Radio Khusus Pemerintah Daerah) Probolinggo dan masih berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, sebenarnya Masukro sudah ada, namun saat itu program tersebut masih bernama “Sahur-Sahur”. Baru sejak tahun 2004 namanya berubah menjadi Masukro.

“Program ini sudah ada sejak dulu, namun namanya belum Masukro, masih acara “Sahur-Sahur”. Cuma konsepnya memang tetap. Memberikan kuis yang menyediakan voucher berbuka puasa juga merchandise menarik.” Tutur Yoke Arifah salah seorang anouncher senior di Radio Suara Kota yang biasa dipanggil dengan nama udara Mbak Oke.

Tentunya, banyak suka dan duka yang dirasakan oleh para announcer RSKP ketika memandu acara Masukro di Bulan Ramadhan 1431 H kali ini. Mulai dari ngantuk dan hawa dingin yang menyergap tubuh dan tak terelakkan, telat bangun, sampai harus dikira teroris yang akan merampok radio karena harus berdandan ala cowok.

“Aku sempat dikira teroris sama Mas Intan (penjaga malam di RSKP, red.) karena berdandan ala cowok dan seluruh bagian tubuhku tertutup semua.” Kata Sonea, salah satu announcer program Masukro di RSKP

“Dukaya adalah ketika partner siaran kita tidak datang. Kita harus menjanda, siaran sendiri.” Keluh Lina, salah seorang penyiar baru di RSKP, saat kawan duetnya tidak datang. Yang langsung ditimpali oleh Stebby, partner siarannya dan juga masih terhitung sebagai pendatang baru di RSKP. “Yap. Aku merasa seharian itu hariku, menjadi sangat buruk,” ketika sempat sehari tidak memandu acara Masukro karena terlambat bangun. “Soalnya  aku telah mengunggah dan meng-invete teman-teman untuk mendengarkan acaraku itu ke dalam Facebook.” Imbuhnya.

Masukro memang selalu dibawakan secara duet. Ada Yuli yang berduet dengan Mamat, Lina dan Stebby, Wiwin dan Kuskus, serta Pak Yoke yang berduet dengan Sonea.

Namun pastinya semua announcer yang terlibat dalam program Masukro ini pasti sependapat bahwa program ini selain sebagai bagian dari kewajiban pekerjaan yang harus mereka laksanakan dengan baik, sebagai wujud rasa cinta mereka terhadap pekerjaan, juga sebagai bagian dari ibadah di bulan yang fitri nan penuh barokah ini.

“Pada intinya tujuan utama program Masukro adalah menghibur masyarakat di saat mereka bersantap sahur. Saya pribadi berharap semoga semua yang diawali dengan niat yang baik ini juga mendapatkan apresiasi yang baik pula dari seluruh pendengar Radio Suara Kota Probolinggo.” Jelas Suciati Ningsih, S.STP, Kepala Radio Suara Kota Probolinggo, mengakhiri wawancara kami hari ini. (stebby)

tulisan ini pun sudah terbit via Tabloid Suara Kota Edisi 114