budaya, buku, kehidupan, lingkungan hidup, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan

EMRONI SIANTURI, ANAK PANTAI YANG MENGGILAI MAS WILLY


Nama Kalibuntu mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar orang Probolinggo. Tapi siapa sangka, di tempat yang boleh dibilang jauh dari hiruk kota tersebut, lahir seorang pemuda cerkas yang mewarnai sastra kota ini. Ya, Emroni Sianturi, pemuda kelahiran Kalibuntu, 6 Desember 1995 ini adalah adalah penggagas Warna Sastra – sebuah komunitas yang fokus pada gerakan literasi anak muda Probolinggo.

Sekedar info, kali pertama bertemu Emroni kalo nggak salah tuh tahun lalu… kala itu Problink hadir di sebuah acara literasi yang diadakan oleh Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) di SMK 1 Probolinggo. Ya, rasanya, setelah beberapa lama tak bersua, moment lebaran emang paling afdol buat kembali mempererat silaturahmi dan sedikit kepo mengenai makhluk yang satu ini, yang katanya “Penyair Amatiran yang Lupa Beristri”. Hahahahaha…

WhatsApp Image 2019-06-10 at 11.34.03
Emroni di lingkungan rumahnya…

Sebutkan 3 hal yang menggambarkan seorang Emroni Sianturi!

Hah? (pura-pura kaget). Mm, aku… mungkin mirip bebatuan di tepi pantai kali ya, juga mirip sekumpulan lelaki yang bersiap melaut, dan terkadang seperti ombak~ Intinya aku ini anak pantai. Wkwkwkwk~

Baiklah, lalu di mana Emroni menghabiskan masa kecil?

Di desa yang mayoritas penduduknya nelayan.

Di mana itu?

Di Kalibuntu. Orang mungkin lebih familiar Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Hal apa yang paling Emroni kenang dari masa kecil?

Bermain bersama teman-teman di sekitar pantai, juga berenang di lautnya sampai tenggelam. Wkwkwkwk~

Apa yang memotivasi Emroni terjun di dunia kepenyairan dan mendirikan Warna Sastra?

Nah, ini nih yang bikin aku bertanya-tanya. Apa ya? Mungkin gegara sering baca puisi dari kakakku pas waktu kecil dulu dan… seiring berjalannya waktu, hatilah yang mendorong untuk memberikakan “berita kesepian” pada dunia. 

WhatsApp Image 2019-06-10 at 20.59.25

Maksudnya? Berita kesepian seperti apa?

Mmm… di jalur sastra, aku kurang mendapat dukungan dari keluarga. Ya, seperti itu lah~ Karena bagi orangtua, sastra itu nggak jelas. Ga ada penghasilan. Ga ada uangnya dan ga ada pandangan untuk masa depan. Maklum, ortu kan orang desa dan tidak mengenyam pendidikan. 

Kakak-kakakku dulu juga lumayan pandai bersyair. Tapi sekarang mereka menggeluti dunia bisnis seperti dagang beras, buka toko dan sampai ada yang jadi tukang bangunan.  

Kok bisa gitu? Terus, sejak kapan Emroni menuangkan karyanya?

Kurasa, minat menulis tumbuh pada jerami yang tak tahu apa-apa. Sebentar! Aku coba ingat-ingat lagi… aku kurang yakin pastinya kapan. Mungkin pas SD, mungkin MTS. Mmmm, kayaknya waktu MTS, soalnya pernah kutemukan beberapa puisiku di buku tulis waktu aku masih duduk di bangku MTS. Dan keetika itu, aku membacanya pas SMA.

Ada berapa orang sekarang anggota Warna Sastra?

Sekitar 20-an.

Menurut Emroni, bagaimana sih perkembangan dunia kepenyairan di Kabupaten Probolinggo?

Kurasa lumayan meningkat. Sekarang kurasakan cukup banyak penulis baru yang muncul dan bergerak di genrenya masing-masing.

Bagaimana Probolinggo mempengaruhi Emroni dalam berkarya?

Perempuan, lautan, jalanan, dan ketidak-adilan yang mewarnai Probolinggo menjadi lembar-lembar berita kesepianku.

Buku apa yang Emroni baca saat kecil?

Mm, kalau aku jawab kumpulan puisi, juga kutipan kata-kata puitis karangan kakakku dan kakak sepupuku dalam buku tulis, boleh kali, ya? Kalau nggak boleh, aku jawab bukunya Kahlil Gibran, Chairil Anwar, dan entahlah yang mana, yang pertama aku baca. Seingatku, aku minjam punya teman.

Siapa penulis idolamu?

Masih Willybrordus Surendra Bhawana Rendra Brotoatmojo (ini nama panjang W.S. Rendra, Rek!)

WhatsApp Image 2019-06-10 at 21.01.44.jpeg

Menurut Emroni, apa definisi keberhasilan? Dan sejauh ini keberhasilan atau prestasi apa yang paling berkesan? Kenapa?

Ketika kita sudah dapat menuangkan karya (tulisan). Meski itu hanya ditunjukkan kepada teman terdekat sekalipun, bagiku itu sudah keberhasilan. Sebab kurasa, saat awal mula berkarya pastinya seserorang malu untuk menampakkannya.

Untuk prestasi, mmm… sudah diajak bergabung dalam tim Problink, itu sudah merupakan prestasi tersendiri bagku. Bisa merangkul teman-teman untuk sama-sama memajukan kota sendiri, dan dipandu bersama teman-teman yang keren. Ini akan menjadi kesan yang abadi.

Harapan Emroni kepada generasi muda di Probolinggo?

Berteman baiklah dengan kegagalan atau kesalahan sebab suatu saat nanti ia akan mengantarmu menuju jalan keberhasilan. (Problink)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s