berita, budaya, cinta, kehidupan, kemanusiaan, kesehatan, motivasi, olahraga, pariwisata, pemerintahan, penghargaan

ANEKA KOSTUM DI GERAK JALAN SANTAI


Pagi itu, beberapa pengendara yang bergegas melintas di Jl. Dr. Saleh terpaksa menghentikan kendaraannya. Pun mereka yang terburu berangkat ke kantor atau mengantar putra-putrinya ke sekolah.

Ya, Jumat (18/9) lalu, Jl. Dr. Saleh menjadi salah satu rute yang dilintasi oleh para peserta lomba gerak jalan santai yang digelar oleh Pemkot Probolinggo melalui Dinas Pemuda Budaya Olahraga dan Pariwisata (Dispobpar)

Seperti namanya, tak seperti layaknya gerak jalan yang dilakukan dengan penuh teknik dan serius, gerak jalan pagi itu dilakukan dengan santai dan penuh keceriaan. Ditambah pula dengan kostum dan yel-yel yang diusung oleh para peserta lomba.

Continue reading “ANEKA KOSTUM DI GERAK JALAN SANTAI”

berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan

20 JUTA WISATAWAN DI 2020


Tak dipungkiri, dewasa ini pariwisata memegang peranan penting mendongkrak APBD. Itulah sebabnya banyak daerah berlomba untuk mempromosikan pariwisata di daerahnya, termasuk Jawa Timur.

Senin (28/9) lalu, dalam rangka menguatkan sektor non-goverment, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur menggelar Bimtek Pengembangan Sistem Sadar Wisata dan Sabta Pesona, di Hotel Bromo View, Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dilangksungkan selama 2 hari ini –sampai Selasa (29/9), mengundang daerah-daerah tapal kuda lainnya selain Kota Probolinggo; yakni Kab. Lumajang dan Kab. Jember.

“Di era kepemimpinan Jokowi, dunia pariwisata mendapat prioritas. Target wisatawan mancanegara sampai 2020 adalah 20 juta wisatawan. Padahal sampai kuartal akhir 2014 lalu, jumlah wisatawan yang masuk ke indonesia hanya 9 juta,” ujar Kasi Pengembangan Pawiwisata Prov. Jatim, Hidayat Nugroho saat memberikan sambutan di hadapan puluhan peserta bimtek.

Continue reading “20 JUTA WISATAWAN DI 2020”

berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, pariwisata, sejarah

Dibangun Maulana Ishak, Diliputi Cerita Magis


Masjid Tiban, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan

Tiban berasal dari kata ketiban, kata-kata dalam bahasa Jawa itu bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti tiba-tiba. Dan begitulah dengan Masjid Tiban Babussalam, hingga kini asal-usul berdirinya masjid ini masih menjadi misteri. Meski demikian, masjid yang berlokasi di Jalan Raya Soekarno Hatta RT 1 RW 1 Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo tetap ramai dikunjungi umat.

STEBBY JULIONATAN

Sekumpulan pemuda memarkir kendarannya di halaman parkir di tepi jalan Soekarno Hatta. Usai meletakkan helmnya dalam posisi aman, mereka menyeberangi rel keeta api menuju utara. Masjid Tiban, tujuan mereja memang baru saja selesai melantangkan adzan Ashar sore itu.

Pemuda-pemuda ini, dari bincang-bincang singkat kami, berasal dari Surabaya hendak menuju Jember. Menyempatkan salat Ashar di Probolinggo dan memilih masjid Tiban sebagai jujugan karena mudah diakses. Saat saya menanyakan, apakah mereka tahu mengapa masjid ini diberi nama Tiban, mereka menggelengkan kepalanya. Namun cukup tertarik saat saya bercerita sedikit.

Continue reading “Dibangun Maulana Ishak, Diliputi Cerita Magis”

bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

Memaknai Perjalanan Cinta antara Probolinggo dan Malang


Oleh: Yeti Kartikasari Lestiyono*)

SEBUAH kota dengan segala dinamika sosial dan pergulatan hati orang-orang yang tinggal di dalamnya atau pernah menyinggahinya, mampu menjadi sihir tersendiri bagi lahirnya sebuah karya. Boleh dibilang sebuah kota mampu menjadi saksi luapan segala rupa emosi seperti marah, cemburu, cinta dan patah hati sekaligus inspirasi yang diintepretasikan ke dalam kehadiran karya sastra, baik berupa sajak, novel, cerpen dsb. Pun tak sedikit kelahiran karya yang diilhami oleh pengalaman dan pertemuan-pertemuan yang terjadi dalam perjalanan maupun petualangan.

Seperti itu ketika memaknai isi buku sekumpulan sajak bertajuk Biru Magenta yang ditulis secara duet oleh dua penyair Stebby Julionatan dan Ratna Satyavati. Lintasan dua kota menambatkan keduanya untuk saling berbagi rasa dengan intim melalui sajak.

Secara manis dan ritmis, dua penulis yang menyebut diri sebagai Biru (Stebby) dan Magenta (Ratna) ini mendedah seluruh perasaannya melalui barisan sajak yang ”seolah-olah” saling bersahut-sahutan, menimpali satu sama lain layaknya dua orang bercakap-cakap dalam sebuah ruang berbeda. Ada jarak yang sebenarnya memisah keduanya, yakni kota Malang dan Probolinggo. Tidak terlalu jauh tetapi tidak memungkinkan pula untuk sering-sering ketemu karena alasan tertentu.

Continue reading “Memaknai Perjalanan Cinta antara Probolinggo dan Malang”

bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

Love, Life, Beautiful Melancholy


Book Title : Biru Magenta
Writer : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Book Pages : 188 pages
Date Published : First edition, May 2015
ISBN : 978-602-72575-0-4
Publisher : Ruang Kosong Publishing
Reviewer : Reffi Dhinar

Cinta adalah berjalan dengan kaki masing-masing sambil tetap menyisihkan ruang yang hangat untuknya… #BiruMagenta

Poem or poetry is one of the beautiful way to express untold feeling and story. This poetry book invite us to the poetic journey of two people who write their feelings. Two writers who use two metaphor to give another name for theirselves, they are Biru and Magenta. From the first page, the reader will find many simple poem but deep, which is written such as a meaningful conversation. Reciprocally.

Forget about the difficult phrase or difficult interpretation. To read this book, we only need the pure mind and honesty. We could admit how beautiful love is even the heart throb could change one’s life so chaotic. Distance is the bridge for two lovers become closer. By the yearning sentences, through the lullaby because the distance, Biru and Magenta express their own thought.

Continue reading “Love, Life, Beautiful Melancholy”

bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, sejarah, seni, spiritualitas

Upaya Menuntaskan Relativitas Cinta


Kalaulah dijalin-menjalin , rangkaian puisi di buku ini bisa menjadi novel panjang. Tapi, cara terbaik menikmatinya adalah dengan terjun pada kata dan rangkaiannya sebagaimana menghayati puisi.

MEMBACA cepat tulisan-tulisan di buku ini, sekilas seperti skenario drama dengan teknik puisi. Antara dua sejoli yang sedang mabuk asmara. Kalaulah puisi konvensional, masing-masing akan berdiri sendiri.

Biru Magenta
Biru Magenta

Judul Buku       : Biru Magenta, Sekumpulan Sajak
Penulis               : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Penerbit             : Ruang Kosong Publishing
Cetakan             : Pertama, Mei 2015.
Editor                 : Ginanjar Teguh Iman
ISBN                   : 978-602-72575-0-4

Kalau dijalin-menjalin, mungkin saja ada cerita, menjadi novel puisi panjang. Bisa-bisanya saja semua terjadi. Namun, lebih valid dibaca secara tuntas per bentuk utuh, per paragraf, per kalimat, per frasa, dan per kata. Tuntas. Pekerjaan profesional yang tak sekedar mengandalkan kesenangan. Lalu, menuliskan refleksi pembacaan secara utuh pula sebagai suatu esensi.

Ternyata, membacanya sebagai novel yang bercerita, bagaimanapun mengalami kesulitan. Sebab, memang sifatnya kumpulan puisi. Cara menikmatinya memang harus terjun pada kata dan rangkaiannya sebagaimana menghayati puisi.

Continue reading “Upaya Menuntaskan Relativitas Cinta”

bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kehidupan, motivasi, penghargaan, sastra, seni

Biru Magenta : Sebuah Percakapan Melankolis Dalam Satu Buku Puisi


Oleh: Ria AS. *)

Saat pertama kali saya disodori buku ini, seketika saya jatuh cinta. Pada Judulnya yang merupakan warna kesukaan saya : Biru dan Magenta. Juga pada covernya yang didominasi warna hitam. Maka saya tidak sabar untuk membaca lembar demi lembar puisi di dalam buku ini.

Kembali saya jatuh cinta pada isi buku ini. Setiap kata dirangkai dengan penuh keindahan. Seolah menulis kata demi kata tidak ditulis tangan tapi dipahat dengan penuh ketelatenan pada sebongkah batu alam. Bahkan sejak halaman pengantar, rangkaian kalimat disusun dengan sangat indah. Begitu juga dengan setiap puisi yang disajikan. Percakapan dua arah antara Sang Biru dan Sang Magenta seakan dialog antara dua manusia yang benar-benar jatuh cinta : melankolis dan manis. Ditambah dengan ilustrasi yang dilampirkan disela-sela puisi. Saya sangat iri pada ilustratornya, karena saya tidak pernah bisa menggambar dan buku puisi pertama saya hanya berisi 3 gambar dari teman saya.

Continue reading “Biru Magenta : Sebuah Percakapan Melankolis Dalam Satu Buku Puisi”

bahasa, berita, buku, cinta, hobby, kehidupan, kemanusiaan, penghargaan, sastra

Dua Warna Sajak


Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)
Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)

Ratna adalah Magenta dan Sang Biru adalah Stebby. Berdua mereka memadu warna dan kata dalam Biru magenta. Kumpulan sajak ini hadir secara bersahaja. Meskipun, larik-larik puisinya menghadirkan pergumulan para penulisnya dalam memadatkan bahasa dan meramu metafora tentang keberadaannya. (*)

bahasa, budaya, cinta, cinta tanah air, film, hobby, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pendidikan, penghargaan, psikologi, renungan, sastra, sejarah, seni, spiritualitas

SUPERNOVA, VISUALISASI RIZAL DAN BEBAN TEKS


Judul film          : Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh
Genre               : Science Fiction
Sutradara         : Rizal Mantovani
Skenario          : Donny Dhirgantoro dan Sunil Soraya berdasarkan novel Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh karya Dewi Lestari
Produser          : Sunil Soraya
Pemain             : Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Paula Verhouven, Arifin Putra, Hamish Daud, Hany Pattikawa.
Produksi          : PT Soraya Intercine Films
Durasi              :     menit
Tanggal Rilis   : 11 Desember 2014
Peresensi         : Stebby Julionatan *)

S U P E R N O V A

– Diperuntukkan bagi Anda yang ingin HIDUP –

Selamat datang.

Hari ini Supernova mengajak Anda nonton ke bioskop.

Ingatkah Anda ketika sedang berada dalam bioskop, menyaksikan sebuah film yang menggerakkan emosi? Detik pertama Anda larut, layar yang penuh cahaya dan warna itu telah berhasil menyentuhkan kehidupan ke dalam pikiran Anda. Membuat Anda menangis, tertawa, atau bahkan ingin membunuh seseorang.

Di posisi itu, Anda adalah penonton. Penonton pasif yang distimulasi oleh stimulus-stimulus virtual yang aktif. Apakah stimulus-stimulus tadi punya kepentingan tertentu? Kepentingan mereka hanya satu: berkembang biak. Melalui Anda semua. Apa yang Anda pikir tidak hidup, ternyata hidup, dan SANGAT hidup. Mereka seperti virus, tak dapat didefinisikan hidup atau mati, sampai ia menemukan inang untuk dijadikan medium. Respons negatif atau positif Anda tidak menjadi pertimbangan. Mereka sudah mendapatkan hidupnya, di detik pertama Anda mulai memberikan reaksi. Mulai memberikan arti.

*****supernova-poster

Demikian penggalan pesan Supernova saat ia menyapa penciptanya, Dhimas dan Ruben. Surel yang membuat mereka berdua syok dan mulai menimbang-nimbang (bahkan menyadari) bahwa keduanya adalah dalang tempelan. Dua orang pria yang bahkan tidak punya nama belakang, yang hidup dalam sebuah molekul pikiran penulis lain dan akan tamat riwayatnya pada saat halaman terakhir buku tersebut selesai ditulis.

Continue reading “SUPERNOVA, VISUALISASI RIZAL DAN BEBAN TEKS”

berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pemerintahan, pendidikan, penghargaan

KETERLIBATAN ANAK DALAM PEMBANGUNAN


“Salah satu indikator untuk mencapai Kota Layak anak adalah keterlibatan anak-anak dalam pembangunan daerah,” itulah yang disampaikan oleh Kasubid Pengarusutamaan Gender (PUG), Sri Hartini di sela-sela kegiatan evaluasi hasil penyelenggaraan program Kota Layak Anak yang berlangsung di Shaba Bina Praja, Senin (1/9) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, kepada Link Go Sri juga menjelaskan bahwasannya unsur keterlibatan anak-anak dalam pembangunan telah diinisiasi oleh Badan Pemberdayan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat sejak 2009 lalu. “Kelengkapan tersebut harus kita persiapkan jauh-jauh hari sebelum pendeklarasian (Menuju Kota Layak Anak, red) tahun lalu. Dengan membentuk DPA (Dewan Perwakilan Anak, red.)” imbuhnya.

Continue reading “KETERLIBATAN ANAK DALAM PEMBANGUNAN”