Archive for the pemerintahan Category

ADIEN GUNARTA, TAKLUKAN DUNIA LEWAT SENI FONTASI

Posted in bahasa, berita, bisnis, budaya, buku, cinta, hobby, keseharian, motivasi, pemerintahan, penghargaan, seni with tags , , , , , on June 10, 2017 by BonX

Pemuda berikut yang begitu ingin saya kulik profilnya adalah Adien Gunarta, seorang seniman font asal Probolinggo yang namanya sudah mendunia. Serius! Ya, kalau Anda pernah menyaksikan film Despicable Me, dan mengamati ada salah satu bagian bangunan bertulis Eagle Hair Club, itu adalah font karya mahasiswa semester akhir jurusan Komunikasi, Universitas Airlangga ini.

Sedikit menelusur ke belakang, pertemuan awal kami berlangsung pada ajang pemilihan duta wisata. Dia, Adien Gunarta, tampil sebagai juara pertama, Kang Kota Probolinggo 2012. Tapi jujur, saya tidak begitu terpukau pada prestasinya di sana. Saya terpukau pada pemuda ini ketika menemui dan membaca tulisannya di Radar Bromo yang berjudul Rebelion. “Hmmmm… ternyata dia bisa menulis ya,” ungkap saya saat itu. Tulisan yang di kemudian hari saya minta, dan saya terbitkan dalam bentuk kumpulan cerpen Komunitas Menulis (Komunlis).

Dan kebanggaan itu terus berkembang sampai saat ini ketika melihat beragam kemajuannya yang pesat; ia pernah menjadi tokoh muda pilihan Jawa Pos 2014 lho, termasuk menjadi founder dari bisnis souvenir miliknya, Kacapuri.

foto Adien Gunarta

Continue reading

KAMILAH YANG TERINSPIRASI. BENARKAH?

Posted in budaya, pemerintahan, pendidikan, renungan with tags , on May 3, 2017 by BonX

Salam closing statement pelaksanaan Kelas Inspirasi Probolinggo #3 kemarin saya berujar, “Terima kasih untuk adik-adik yang begitu luar biasa. Di awal kami mengira bahwa mereka ini kurang inspirasi, namun nyatalah kamilah yang terinspirasi.”

Kamilah yang terinspirasi?

Ya, kamilah yang terinspirasi!

Kenapa begitu? Apakah saya terinspirasi dengan adik-adik ini? Terus terang tidak. Saya tak sedang terinspirasi akan keadaan dan semangat mereka -karena memang di kesempatan tersebut saya tidak mengajar. Di kesempatan itu saya tidak bertindak sebagai relawan pengajar, namun sebagai panitia. Ya, sebagai panitia aka. fasilitator saya terinspirasi dengan kondisi sekolah tempat saya ditempatkan, SDN Kropak 2.

SDN Kropak 2 memberi lecutan kreatifitas pada saya.

Saya berandai-andai sekiranya saya ditempatkan di sana sebagai guru atau kepala sekolah, hal apakah yang saya lakukan. FYI, kondisi lingkungan di sana gersang, kurang pohon dan tanaman… lalu, ada tarik-menarik (baca: “perebutan’) murid antara sekolah dasar tersebut dengan sekolah dasar lainnya yang ada di sana.

Well, untuk masalah yang kedua ini mungkin lebih kepada “butuh kebijakan pemerintah” yang mengatur jarak atau zona pendirian sekolah.

Tapi soal yang pertama, soal gersang, nah yang inilah yang membutuhkan kreatifitas. Selain membuat taman secara pribadi, rasanya perlu untuk menggugah kesadaran warga sekolah untuk peduli pada sekolah tersebut. Mencolek satu per satu guru, wali murid, siswa, warga sekitar untuk sama-sama peduli. Sebab bagi saya sekolah bukan hanya lembaga atau institusi yang hanya terdiri dari gedung, meja-meja dan bangku, tapi lebih dari itu, ia adalah lembaga kecil (karena kalau lembaga terkecil pastinya adalah keluarga) setelah keluarga bagi anak-anak ini untuk belajar bersosialisasi… belajar bermasyarakat… belajar saling mengenal masing-masing karakter, juga (pastinya) belajar untuk peduli pada sesama dan lingkungannya.

Ya, di titik itulah saya kembali terinspirasi untuk belajar peduli pada lingkungan.

PEMUDA HARUS PUNYA 2 HAL

Posted in budaya, buku, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, renungan with tags , , , , , on April 3, 2017 by BonX

Postingan blog saya ini terinspirasi oleh tulisan Noorman Pasaribu di ruang.gramedia.com. Tapi tentu saja, demi menyelaraskannya keseluruhan konten yang ada di blog saya, saya menambahkannya dengan unsur kedaerahan… dengan unsur ke-Probolinggo-an.

Ke-Probolinggo-an yang saya maksud adalah mencari dan mewawancarai pemuda-pemuda terbaik (baik di kawasan kota maupun kabupaten) Probolinggo, yang menurut saya hitz. Yakni, mereka yang tak hanya cerdas dan berintelegensi di atas rata-rata namun juga “Takut akan Tuhan”. Pemuda yang tak hanya memikirkan keberhasilan dan kesuksesan dirinya sendiri, tapi juga ia yang menaruh hatinya untuk Probolinggo. Pemuda yang peduli pada keadaan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, memikirkan perkembangan dan kemajuan kotanya, termasuk juga kelestarian lingkungannya. Ia… pemuda yang tak hanya “cakep” secara fisik, namun juga dari hati dan mampu memotivasi orang lain untuk berbuat “lebih” seperti dirinya.

Semoga Anda menikmatinya! 😀

Marom

Well, di edisi perdana ini saya mewawancarai Lailul Marom (24), pendiri wisata snorkeling Gili Ketapang. (Sebagai informasi, saat ini di Pulau Gili Ketapang – Probolinggo sudah banyak jasa penyedia layanan snorkeling, namun bagi saya Gili Ketapang masih yang terbaik)

Continue reading

657 TAHUN, DARI MANA ASALNYA?

Posted in berita, kemanusiaan, keseharian, pemerintahan, pendidikan, politik, renungan, sejarah with tags , , , , , on September 1, 2016 by BonX

Sejarah adalah milik pihak-pihak yang berkuasa. Termasuk sejarah bagaimana Hari Jadi Kota Probolinggo ditetapkan pada tanggal 4 September 1359.

Ya, tepat  4 September 2016, Kota Probolinggo berulang tahun ke-657. Namun, yang sering menjadi pertanyaan khalayak, “Bagaimana bisa kota ini usianya lebih tua dari Kabupaten (Probolinggo, red.)? Dan, apa yang menjadi dasar penetapan itu?

Salah satu sumber bacaan yang mengukuhkan tanggal tersebut sebagai hari jadi kota adalah Probolinggo City Goes To The Future (2004), buku yang dikeluarkan masa pemerintahan Wali Kota H.M. Buchori (2004-2014). Dalam buku tersebut dikisahkan bahwa pada masa pemerintahan Bupati Probolinggo ke-17, Raden Adipati Ario Nitinegoro, Pemerintah Hindia belanda membentuk “Gemeente Probolinggo” pada 1 Juli 1918. Bertepatan dengan HUT Bhayangkara. Bahkan, telah beberapa kali diperingati sebagai hari jadi kota oleh pemerintahan terdahulu.

Tapi, sekali lagi, sejarah adalah milik pihak-pihak yang berkuasa dan itu tidaklah salah. Pemerintahan HM. Buchori memandang bahwa kemerdekaan (pemekaran wilayah) harusnya bukanlah hadiah dari penjajah, maka bersama tim pencetus sejarah kota saat itu, Buchori menilik kembali sejarah Kota Probolinggo, khususnya saat pembukaan Banger oleh Prabu Hayam Wuruk.

Continue reading

PROFIL TABLOID SUARA KOTA

Posted in berita, cinta, keseharian, pemerintahan with tags , , on March 2, 2016 by BonX

(terima kasih untuk Munir, Senda, Kholidi dan temen-temen IAI Nurul Jadid yang lain. sekarang Tabloid Suara Kota sudah punya profil. yeay!!!)
.
Tabloid Suara Kota sebagai bagian dari pelayanan informasi pada mayarakat, terbit sejak 2002 –saat itu keberadaan tabloid ini masih di bawah naungan Kantor Infokom. Tabloid Suara Kota terbit sebulan sekali, dengan suguhan berita seputar kegiatan-kegiatan pemkot, meliputi agenda dinas dan instansi terkait.
.
Tabloid Suara Kota rata-rata terbit dengan 24 berita yang disuguhkan dalam 12 halaman, diperinci dalam beberapa rubrik, antara lain: Suara Utama, Suara Sosial Budaya, Suara Hukum, Pengaduan Masyarakat, Jurnalis Warga, Tekno dan Suara Pendidikan.
.
Pada tiap terbitannya, Diskominfo mencetak Tabloid Suara Kota sebanyak 500 eksemplar dan didistribusikan secara cuma-cuma sebanyak 2-3 eksemplar ke setiap instansi pemkot dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Juga ke lembaga-lembaga pendidikan atau sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai menengah atas yang ada di bawah naungan Pemerintah Kota Probolinggo.
.
Di 2013, semenjak tanggung jawabnya beralih dari Bagian Humas dan Protokol ke Diskominfo, Tabloid Suara Kota mengurus legalitasnya. Ber-ISSN 23548886, pendanaan tabloid ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Probolinggo. Sehingga, jika terlupa atau tidak dianggarkan dalam APBD di tahun tersebut, maka tabloid ini tidak dapat terbit.
.
Di samping memberikan informasi pemerintahan, Tabloid Suara Kota juga memberikan kebebasan kepada warga masyarakat, khususnya pelajar, yang ingin menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah dalam bentuk opini, artikel dan tulisan jurnalis warga. Tentunya, dimaksudkan agar pelayanan yang diberikan pemerintah kepada warganya dapat berjalan semakin baik.

80 AKSEPTOR IKUTI KB MASAL

Posted in berita, budaya, cinta, kehidupan, kemanusiaan, kesehatan, lingkungan hidup, motivasi, pemerintahan, pendidikan, renungan, seks with tags , , , , on November 3, 2015 by BonX

Dalam meperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke-656, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Probolinggo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kota setempat melaksanakan kegiatan gratis pelayanan KB . Dengan metode steril pada wanita (MOW) dan steril pada pria (MOP), kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (10/10) lalu di RSUD dr. Moh. Saleh sejak pukul 7 pagi tersebut diikuti oleh 80 akseptor.

“Jujur saya tidak menyangka antusiasme masyarakat yang sedemikian besar,” tukas Kepala BPPKB Kota Probolinggo, Shofwan Thohari kepada Link Go saat ditanya soal jumlah peserta dan antusiasme warga kota.

Padahal, lanjut Shofwan, baru sebulan ini diumumkan. Dan tentunya, ini juga merupakan keberhasilan penyuluh KB Kota Probolinggo.

Continue reading

ANEKA KOSTUM DI GERAK JALAN SANTAI

Posted in berita, budaya, cinta, kehidupan, kemanusiaan, kesehatan, motivasi, olahraga, pariwisata, pemerintahan, penghargaan with tags , on November 3, 2015 by BonX

Pagi itu, beberapa pengendara yang bergegas melintas di Jl. Dr. Saleh terpaksa menghentikan kendaraannya. Pun mereka yang terburu berangkat ke kantor atau mengantar putra-putrinya ke sekolah.

Ya, Jumat (18/9) lalu, Jl. Dr. Saleh menjadi salah satu rute yang dilintasi oleh para peserta lomba gerak jalan santai yang digelar oleh Pemkot Probolinggo melalui Dinas Pemuda Budaya Olahraga dan Pariwisata (Dispobpar)

Seperti namanya, tak seperti layaknya gerak jalan yang dilakukan dengan penuh teknik dan serius, gerak jalan pagi itu dilakukan dengan santai dan penuh keceriaan. Ditambah pula dengan kostum dan yel-yel yang diusung oleh para peserta lomba.

Continue reading