budaya, cinta, hobby, kehidupan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sejarah

Yoke Arifah, MC Segala Bisa


Suka atau tidak, setuju atau tidak, di dunia per-MC-an Kota Probolinggo, nama Oke (biasa dipanggil Mbak Oke) sudah menjadi legenda. Gayanya yang kenes, ceplas-ceplos dan usil menjadikan acara apapun yang ia kemudikan, jadi meriah. Ia benar-benar menjadikan acara tersebut “miliknya”.

253223_577876698900084_1229159005_n

Ya, programer dan penyiar senior Suara Kota ini hapal segala hal yang harus ia sampaikan; apa-apa saja kelebihan produk yang tengah ia bawakan, siapa saja nama-nama undangan yang hadir, sampai hal-hal kecil yang sebelumnnya tak kita pedulikan atau sadari -seperti hari ulang tahun atau zodiak pemilik acara, ia lahap habis semuanya. Hebat kan?

Dan itu semua dilakukannya di luar kepala. Sekali lagi, di luar kepala! Benar-benar tanpa teks. What an amaze!

Jujur harus saya akui, secara pribadi saya banyak menyerap ilmu darinya, terutama ketika saya diwajibkan memandu program siar Laporo Rek!, program yang dulunya ia create dan gawangi. Thank you so much, Sista!

Dan berikut adalah wawancara saya dengan pemilik nama asli Yoke Arifah ini: Continue reading “Yoke Arifah, MC Segala Bisa”

Advertisements
berita, cinta, kehidupan, lingkungan hidup, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan

ENDANG SULISTYONINGSIH DI PERINGATAN HARI KARTINI SDN KEDUNGASEM IV


Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Dan R.A Kartini adalah salah satu dari sekian banyak para pahlawan Indonesia yang berjasa besar dalam mengangkat derajat bangsa, utamanya kaum perempuan. Maka tak heran, kalau dalam setiap tanggal 21 April –hari lahir Kartini, setiap komponen masyarakat mengadakan peringatan Hari Kartini untuk mengenang jasa-jasa beliau.

Kamis kemarin (21/4), pukul 07.00 WIB, bertempat di SDN Kedungasem IV Kota Probolnggo, berlangsung juga upacara peringatan Hari Kartini yang dihadiri dan dibina langsung oleh Endang Sulistyoningsih, S.Pd., Peraih Kalpataru Tingkat Nasional Tahun 2010 asal Kota Probolinggo untuk Kategori Pembina Lingkungan.

Endang Sulistyoningsih
Endang Sulistyoningsih saat menerima Kalpataru

Dalam amanatnya di hadapan para peserta upacara, Endang mengungkapkan kebanggaannya kepada sosok Ibu Kartini. “Kalau Ibu kartini tidak berbuat apa apa, tentu SDN kedungasem IV tidak akan sebanyak ini jumlah muridnya. Karena apa? Karena tidak ada anak perempuan yang bersekolah.”

Continue reading “ENDANG SULISTYONINGSIH DI PERINGATAN HARI KARTINI SDN KEDUNGASEM IV”

berita, budaya, cinta, lingkungan hidup, motivasi, pariwisata, pendidikan, penghargaan, renungan

KALTENG BELAJAR LINGKUNGAN KE KOTA PROBOLINGGO


Warga masyarakat Kota Probolinggo patut berbangga, pasalnya, Rabu kemarin (16/3), sekitar pukul 08.00 WIB, SDN Mangunharjo VI Kota Probolinggo mendapat kunjungan dari Dinas Pendidikan Kab. Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Kedatangan rombongan dari Dinas Pendidikan Kab. Gunung Mas tersebut adalah dalam rangka mempelajari penerapan program manajemen berbasis sekolah (baca: juga lingkungan) yang memang sudah sejak lama diterapkan di SDN Mangunharjo VI.

 

Di tengah padatnya rangkaian kegiatan yang harus mereka laksanakan, rombongan yang berada di Probolinggo dalam rangka Kunjungan Program Bermutu ke Kab. Probolinggo ini, menyempatkan diri untuk mampir ke Kota Probolinggo karena mereka banyak mendengar tentang kesuksesan Kota Probolinggo di berbagai media massa, baik yang berskala lokal maupun nasional.

Continue reading “KALTENG BELAJAR LINGKUNGAN KE KOTA PROBOLINGGO”

berita, cinta, kemanusiaan, keseharian

INVESTASI KESEHATAN MELALUI PENCANANGAN ZERO SEVERE MALNUTRITION 2015


Investasi tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastuktur yang berupa fisik belaka namun juga pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), baik dari segi pendidikan maupun kesehatan. Dan di Indonesia, salah satu kendala penghambat pertumbuhan investasi SDM yang ada adalah permasalahan gizi buruk pada balita. Akibat gizi buruk, banyak balita yang mengalami penurunan tingkat kecerdasan, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan serta menurunkan produktivitas.

Secara langsung gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan dan infeksi penyakit. Sedang secara tak langsung, penyebab gizi buruk adalah ketersediaan pangan, sanitasi, pelayanan kesehatan, pola asuh, kemampuan daya beli keluarga, pendidikan dan pengetahuan.

Mencuatnya kembali pemberitaan mengenai balita gizi buruk yang ditemukan dan meninggal di media massa akhir-akhir ini, menunjukkan sistem surveilans dan penanggulangan dari berbagai instansi terkait belum optimal. Gizi buruk masih merupakan masalah yang perlu penanganan serius dari berbagai pihak termasuk pemerintah. Untuk menjawab tantangan itulah, Pemerintah Kota Probolinggo, Senin kemarin (28/2), menggelar pencanangan Respon Cepat Penanggulangan Gizi Buruk Menuju Zero Severe Malnutrition (ZSM) Tahun 2015 di Puri Manggala Bakti, Kantor Walikota Probolinggo.

Continue reading “INVESTASI KESEHATAN MELALUI PENCANANGAN ZERO SEVERE MALNUTRITION 2015”