bahasa, berita, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, spiritualitas

MEMBACA BIRU MAGENTA, MEMBACA BENTENG BADAI LEMBUT PERTUKARAN RASA


Membaca buku puisi Biru Magenta adalah membaca amuk perasaan namun lembut. Lembut tapi ada api dan amuk. Apalagi dihasilkan oleh dua sisi penyair yaitu Stebby Julionatan dalam Birunya dan Ratna Satyavati dengan Magentanya. Dua pilihan warna ini awalnya sederhana dan mudah diingat oleh kita yang punya kesepakatan tentang makna warna. Simbol warna itu mengingatkan saya bila berada di toko perlengkapan bayi, biasanya kita akan diberi pilihan warna biru untuk bayi laki-laki dan merah muda untuk bayi perempuan. Meski tak persis betul dengan Biru Magenta, karena merah muda bukan magenta.

Biru tentu mengingatkan kita pada langit dan lautan, meski ada langit tak biru, meski ada laut tak biru. Sedang magenta adalah seesuatu yang sepi sendiri, karena itu warna pertumpahan darah di bumi. Tapi sesekali ada langit atau laut berwajah magenta. Dan pertemuan biru dan magenta yang menjadi langit magenta, atau pertemuan yang dihasilkan laut magenta, maka begitulah saya membaca puisi Biru Magenta ini. Moment pertemuan Biru dan Magenta adalah pertemuan yang jarang. Seperti gerhana, munculnya pelangi, adalah peristiwa alam yang khusus. Maka kita pun akan merayakannya, seperti juga puisi Biru Magenta ini.

Continue reading “MEMBACA BIRU MAGENTA, MEMBACA BENTENG BADAI LEMBUT PERTUKARAN RASA”

Advertisements
bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

Love, Life, Beautiful Melancholy


Book Title : Biru Magenta
Writer : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Book Pages : 188 pages
Date Published : First edition, May 2015
ISBN : 978-602-72575-0-4
Publisher : Ruang Kosong Publishing
Reviewer : Reffi Dhinar

Cinta adalah berjalan dengan kaki masing-masing sambil tetap menyisihkan ruang yang hangat untuknya… #BiruMagenta

Poem or poetry is one of the beautiful way to express untold feeling and story. This poetry book invite us to the poetic journey of two people who write their feelings. Two writers who use two metaphor to give another name for theirselves, they are Biru and Magenta. From the first page, the reader will find many simple poem but deep, which is written such as a meaningful conversation. Reciprocally.

Forget about the difficult phrase or difficult interpretation. To read this book, we only need the pure mind and honesty. We could admit how beautiful love is even the heart throb could change one’s life so chaotic. Distance is the bridge for two lovers become closer. By the yearning sentences, through the lullaby because the distance, Biru and Magenta express their own thought.

Continue reading “Love, Life, Beautiful Melancholy”

bahasa, budaya, buku, cinta, penghargaan, renungan, sastra, seni

BAGAIMANA SEHARUSNYA BERCINTA DAN PATAH HATI DENGAN CARA-CARA YANG HUMANIS


Sebuah review buku Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Ditukar Kembali

oleh Yeti Kartikasari Lestiyono

 

 

Penulis: Stebby Julionatan.

Editor : M Said Hudaini Kadmi

Bayumedia Publishing 2012

 

Jujur dan apa adanya. Begitu kesan pertama ketika membaca 13 kisah dalam buku yang ditulis sahabat saya Stebby Julionatan. Tadinya saya berfikir buku ini adalah sebuah novel. Tapi ternyata, kumpulan cerpen serta puisi yang terpisah namun menurut saya, saling bertalian.

 

Stebby memulai kisah dengan setangkup puisi bertajuk Ku Nanti Hujan di Pucuk Musim Kemarau. Sebuah judul puisi romantis yang mulai bait pertama hingga terakhir terasa begitu dramatis. Ada semacam harapan, doa, kepasrahan, penantian dan cinta sekaligus rindu yang diramu Stebby dalam enam paragraf. Sepertinya, Stebby paham betul bagaimana mengaduk-aduk emosi pembaca sekaligus penikmat puisi untuk ikut merasakan aroma berupa-rupa perasaan sang penulis dalam satu waktu.

 

Ku nanti rintihan awan di buta pagi

Saat kelelawar melahap semua cahaya

Dari permainan kartu nasib semalam,

Dimana orang-orang merapal mantra dalam ronda

Mengoyak kebahagiaan dari gumpalan awan

Lalu disulam di sarung mereka

 

Continue reading “BAGAIMANA SEHARUSNYA BERCINTA DAN PATAH HATI DENGAN CARA-CARA YANG HUMANIS”