Archive for the kemanusiaan Category

AFI, H.B. JASSIN dan WARUNG MAKAN

Posted in bahasa, berita, budaya, buku, kemanusiaan, renungan, sastra, seni with tags , , , on June 18, 2017 by BonX

Oleh: Stebby Julionatan

 

“Jika Anda memiliki keluhan atas sebuah masakan, lawan dengan masakan lain. Buktikan masakan Anda lebih layak santap. Jangan hanya bisa bercuap-cuap saja namun miskin etika.” – (Warung Makan, diunggah Afi Nihaya Faradisa di akun Facebook miliknya pada 8 Juni 2017)

Kira-kira apakah yang akan H.B. Jassin lakukan jika ia membaca Warung Makan? Ya, tulisan yang ditujukan Afi Nihaya Faradisa, siswi kelas 3 SMAN 1 Gambiran, Banyuwangi  untuk membalas orang-orang yang menuduhnya plagiat rupanya kembali ditengarai sebagai tindakan plagiat. Sebab, meski tanpa judul, tulisan tersebut pernah diunggah oleh akun facebook Perlindungan Konsumen CELEBES pada 31 Desemer 2016.

Hmm.. apakah Jassin akan membelanya sebagaimana ia membela Chairil (Anwar, pen.) dulu, dalam kasus puisinya Karawang-Bekasi yang ditengarai memplagiat puisi The Young Soldier karya sastrawan Belanda, Archibald Macleish? Atau… mengatakan bahwa perbuatan tersebut belum termasuk tindakan plagiasi karena belum masuk di ranah akademik, sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. Reinald Kasali?

Continue reading

Advertisements

MARI BELAJAR MENGENAI KEBERAGAMAN

Posted in berita, cinta tanah air, kemanusiaan, pendidikan, renungan with tags , , , , , , on April 9, 2017 by BonX

(kepada Yovian Bagas dan orang-orang yang menghujatnya)

 

Mari belajar mengenai keberagaman.

Saya Stebby. Saya bukan pemakan anjing (yang biasanya disebut RW), meski bagi iman percaya yang saya anut, aniing tidak haram untuk dimakan. Saya tidak memakan anjing sebagaimana saya tidak memakan buah durian. Saya tidak suka, meski bagi banyak orang lain mengatakan bahwa durian adalah sang raja buah.

Saya Stebby dan saya menyayangkan kejadian yang menyeret nama sekolah SMAK Mater Dei, Probolinggo dan Seminarium Marianum. (lihat https://www.change.org/p/polres-probolinggo-stop-penjagalan-anjing-sebagai-makanan-di-smak-mater-dei-probolinggo)

.

.

Namun sebelum berkomentar lebih jauh dan ikut menghujat, marilah kita ketahui terlebih dahulu pokok permasalahannya.

Kejadian ini bermulah dari postingan Yovian Bagas (@yovianbagas) dalam akun instagramnya, tertanggal 6 April 2017 dengan ungkapan “Pasukan Jagal Asu”. Video ini menjadi viral ketika salah seorang netizen melaporkannya kepada Animals Hope Shelter . Dalam petisinya di change.org yang saat ini ditandatangani oleh 906 orang, mereka menulis:

“Lagi2 terjadi penyiksaan anjing.

Menurut pelapor ini terjadi di SMAK Mater Dei Probolinggo. Dilihat dari instagramnya mereka begitu bangga bisa melakukan ini. Mereka menyebut diri mereka “Pasukan Jagal Asu.”

Continue reading

PEMUDA HARUS PUNYA 2 HAL

Posted in budaya, buku, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, renungan with tags , , , , , on April 3, 2017 by BonX

Postingan blog saya ini terinspirasi oleh tulisan Noorman Pasaribu di ruang.gramedia.com. Tapi tentu saja, demi menyelaraskannya keseluruhan konten yang ada di blog saya, saya menambahkannya dengan unsur kedaerahan… dengan unsur ke-Probolinggo-an.

Ke-Probolinggo-an yang saya maksud adalah mencari dan mewawancarai pemuda-pemuda terbaik (baik di kawasan kota maupun kabupaten) Probolinggo, yang menurut saya hitz. Yakni, mereka yang tak hanya cerdas dan berintelegensi di atas rata-rata namun juga “Takut akan Tuhan”. Pemuda yang tak hanya memikirkan keberhasilan dan kesuksesan dirinya sendiri, tapi juga ia yang menaruh hatinya untuk Probolinggo. Pemuda yang peduli pada keadaan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, memikirkan perkembangan dan kemajuan kotanya, termasuk juga kelestarian lingkungannya. Ia… pemuda yang tak hanya “cakep” secara fisik, namun juga dari hati dan mampu memotivasi orang lain untuk berbuat “lebih” seperti dirinya.

Semoga Anda menikmatinya! 😀

Marom

Well, di edisi perdana ini saya mewawancarai Lailul Marom (24), pendiri wisata snorkeling Gili Ketapang. (Sebagai informasi, saat ini di Pulau Gili Ketapang – Probolinggo sudah banyak jasa penyedia layanan snorkeling, namun bagi saya Gili Ketapang masih yang terbaik)

Continue reading

MENDEKATKAN LITERASI PADA EKONOMI KREATIF

Posted in budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, renungan, sastra with tags , , , on March 30, 2017 by BonX

Catatan Mengenaskan Bangsa

Sebuah catatan lembaga survey UNESCO (United Nations of Education Society and Cultural Organization) tahun 2011 menemukan fakta bahwa index membaca masyakarat Indonesia hanyalah 0,001. Ini berarti dari 1000 jiwa penduduk Indonesia, hanya ada 1 orang yang hobi baca. Menggenaskan bukan? Survey tersebut menguatkan temuan UNDP (United Nations Development Programs) di tahun 2010, dimana Human Developmen Indeks  Indonesia masih berada di peringkat 112 dari 175 negara.

Mengapa hal tersebut terjadi? Mengapa manusia Indonesia jauh dari buku? Mengapa juga profesi pengarang tidak dilirik? Ia jauh dari hiruk pikuk dunia mode dan trend. Ia tidak berkilau. Kalah jauh dengan artis papan iklan atau bintang sinetron di televisi. Mengenaskan, bukan?

Bagi saya jawabannya adalah, karena profesi tersebut tidak secara langsung mendatangkan keuntungan. Ya, manusia suka keuntungan. Termasuk dalam berprofesi, ia suka melihatnya dari kacamata untung rugi. Keuntungan di sini tidak hanya berarti materi, tetapi juga eksistensi, kebanggaan, dan pujian dari masyarakat sekitar.

Diakui atau tidak, manusia itu suka melihat hal-hal yang cantik, manusia itu suka kalau dirinya dikagumi. Continue reading

657 TAHUN, DARI MANA ASALNYA?

Posted in berita, kemanusiaan, keseharian, pemerintahan, pendidikan, politik, renungan, sejarah with tags , , , , , on September 1, 2016 by BonX

Sejarah adalah milik pihak-pihak yang berkuasa. Termasuk sejarah bagaimana Hari Jadi Kota Probolinggo ditetapkan pada tanggal 4 September 1359.

Ya, tepat  4 September 2016, Kota Probolinggo berulang tahun ke-657. Namun, yang sering menjadi pertanyaan khalayak, “Bagaimana bisa kota ini usianya lebih tua dari Kabupaten (Probolinggo, red.)? Dan, apa yang menjadi dasar penetapan itu?

Salah satu sumber bacaan yang mengukuhkan tanggal tersebut sebagai hari jadi kota adalah Probolinggo City Goes To The Future (2004), buku yang dikeluarkan masa pemerintahan Wali Kota H.M. Buchori (2004-2014). Dalam buku tersebut dikisahkan bahwa pada masa pemerintahan Bupati Probolinggo ke-17, Raden Adipati Ario Nitinegoro, Pemerintah Hindia belanda membentuk “Gemeente Probolinggo” pada 1 Juli 1918. Bertepatan dengan HUT Bhayangkara. Bahkan, telah beberapa kali diperingati sebagai hari jadi kota oleh pemerintahan terdahulu.

Tapi, sekali lagi, sejarah adalah milik pihak-pihak yang berkuasa dan itu tidaklah salah. Pemerintahan HM. Buchori memandang bahwa kemerdekaan (pemekaran wilayah) harusnya bukanlah hadiah dari penjajah, maka bersama tim pencetus sejarah kota saat itu, Buchori menilik kembali sejarah Kota Probolinggo, khususnya saat pembukaan Banger oleh Prabu Hayam Wuruk.

Continue reading

ADIOS AMIGO, SUPERNOVA!

Posted in bahasa, budaya, buku, cinta, kemanusiaan, motivasi, sastra with tags , , , , , on April 28, 2016 by BonX

Judul Buku               : Supernova Episode “Intelegensi Embun Pagi”
Jenis                           : Novel
Penulis                      : Dee Lestari
Penerbit                    : Bentang
Cetakan                     : Pertama, Februari 2016
Tebal                         : xiv + 710 halaman; 20 cm
ISBN                           : 978-602-291-131-9
Peresensi                  : Stebby Julionatan *)

 Intelegensi_Embun_Pagi

            Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Ruben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.

Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.

Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang beernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas. Hidup tak pernah sama lagi.

*****

Intelegensi Embun Pagi (IEP) adalah seri pamungkas dari keseluruhan novel serial Supernova. Tentu, kehadirannya di penghujung Februari ini sangatlah ditunggu oleh penggemar Dee –orang-orang yang menyebut diri mereka adDeection.

Begitu IEP ada di tangan, para pembaca setia serial ini pasti akan bertanya-tanya: Bagaimana kelanjutan nasib Diva? Di mana sebenarnya ia menghilang selama ini? Apakah Kell Savara atau Ilfiltran? Bagaimakah dia bisa bangkit dari kematian? Atau sekedar pertanyaan simpel soal romansa segitiga Diva-Ferre-Gio, “Di akhir, Diva akhirnya jadian sama siapa ya? Sama Gio ataukah sama Ferre?”

Continue reading

Kisah Cinta Melalui Dialog Puisi

Posted in bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kemanusiaan, keseharian, motivasi, penghargaan, renungan, sastra with tags , , , , , , , on November 25, 2015 by BonX

oleh: Hermawan Aksan *)

Buku yang ditulis dua orang (atau lebih) bukan hal aneh. Antologi sejumlah pengarang sudah biasa. Satu novel yang ditulis lebih dari satu orang juga banyak kita temui. Tapi buku Biru Magenta ini unik, setidaknya jarang ditemui: kolaborasi dua penulis yang berdialog panjang melalui puisi.

Biru adalah sosok lelaki, sedangkan Magenta perempuan. Kenapa Biru? “Karena Biru adalah langit yang selalu melingkupimu. Langit yang tak pernah lelah atau mengeluh meski terkadang kau menjauh. Pergi. Tak jenak pada ranah mana kau berdiri.” Dan kenapa Magenta? “Sebab akulah Merah yang mengandungmu. Magenta adalah cinta. Magenta adalah luka. Magenta adalah wujud aku dan juga kamu. Sebua kompleksitas penyatuan yang menjelma dalam keluguannya yang muda. Magenta, sinar yang menyala pada kelam biru malam. Magenta, membuat segalanya berbaur dan tertukar.”

Continue reading