budaya, cinta, hobby, kehidupan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sejarah

Yoke Arifah, MC Segala Bisa


Suka atau tidak, setuju atau tidak, di dunia per-MC-an Kota Probolinggo, nama Oke (biasa dipanggil Mbak Oke) sudah menjadi legenda. Gayanya yang kenes, ceplas-ceplos dan usil menjadikan acara apapun yang ia kemudikan, jadi meriah. Ia benar-benar menjadikan acara tersebut “miliknya”.

253223_577876698900084_1229159005_n

Ya, programer dan penyiar senior Suara Kota ini hapal segala hal yang harus ia sampaikan; apa-apa saja kelebihan produk yang tengah ia bawakan, siapa saja nama-nama undangan yang hadir, sampai hal-hal kecil yang sebelumnnya tak kita pedulikan atau sadari -seperti hari ulang tahun atau zodiak pemilik acara, ia lahap habis semuanya. Hebat kan?

Dan itu semua dilakukannya di luar kepala. Sekali lagi, di luar kepala! Benar-benar tanpa teks. What an amaze!

Jujur harus saya akui, secara pribadi saya banyak menyerap ilmu darinya, terutama ketika saya diwajibkan memandu program siar Laporo Rek!, program yang dulunya ia create dan gawangi. Thank you so much, Sista!

Dan berikut adalah wawancara saya dengan pemilik nama asli Yoke Arifah ini:

Sejak kapan Mbak Oke bergelut di dunia MC?

Aku belajar MC sejak SD. Waktu SMP didaulat menjadi MC acara pernikahan salah satu kerabat. Maklum, ayahku biasa nge-MC. Saat itulah Ayah melihat bakatku.

Di mana Mbak Oke menghabiskan masa kecil? Dan hal apa yang paling Mbak Oke ingat dari masa kecil itu?

Aku besar di (jalan) Sunan Bonang. Dan… dulu, waktu kecil sering diajakin tampil nyanyi sama Mama. Mmmm… waktu usia 2,5 tahun aku pernah kecemplung sumur lho. J Di kebon ruman nenek. Hehehe…. Untung kakakku, Nuke, bisa manggil bantuan. Pamanku yang datang langsung lompat sumur deh, nolongin aku. Yang aku inget setelah itu, nenekku ngendong aku keliling kampung minta sedekah buat buang sangkal, biar ga kejadian lagi.

Emang kepikiran apa waktu terjun ke sumur itu? Dikira kolam renang kah? J

Bukaaannn… Hahaha. Aku mau memetik bunya yang letaknya ada di deket sumur. Maklum masih kecil. Aku nggak lihat bawah. Ealah, mak jlem byur wes. Kan sumurnya sumur galian, ga pake tutupan.

Balik soal MC, apakah menjadi MC atau presenter adalah cita-cita Mbak Oke sejak kecil?

Cita-citaku dulu pengen jadi polwan. Hehehehehe…. berhubung sadar pendek, ya ga jadi wes. Aku tertarik jadi penyiar itu sejak lihat film Olga dan Sepatu Roda. Pembawaan Sarah Sechan yang lucu dan centil di sana bikin aku pengen jadi penyiar. Terus iseng deh, pas lulus STM, nyoba apply jadi penyiar di Nuansa FM, radio komunitas milik NU. Maklumlah, Ayah juga penyiar di sana.

23316514_1623927184295025_3955335689644830276_n
Gaya Oke saat nge-MC suatu acara bersama dengan Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini dan Miss Cosmopolitan World 2017 (foto belakang), Rr. Sheryltha Prastyscha.

Lalu…. berlanjut terus. sampe akhirnya ditawarin sama Kominfo, dulu namanya Infokom, untuk jadi penyiar di Suara Kota. Antara tahun 2003-2004, sampe sekarang.

Di sisi lain, di Suara Kota inilah aku banyak mendapat kesempatan untuk jadi MC. Acara-acara, festival musik, dan sebagainya, sejak 2000-an itu sampai sekarang.

Masih ingat ga honor pertamanya berapa? Dan digunakan untuk apa?

Beli tenggulun (sejenis penganan, red). Hahahahahahaha…. Bukan ding, itu uang yang aku dapat dari hasil sedekah sama nenek untuk buang sangkal. Dari 7 rumah dapet 125 ribu. Hahahaha….

Honor pertama ngeMC dapet 60 ribu. Aku habiskan buat njajan bareng temen-temenku.

Oia, bagaimana sih menurut Mbak Oke mengenai MC yang bermunculan saat ini? Apa yang perlu mereka benahi?

Bagus. MC-MC muda atau presenter-presenter muda saat ini lebih punya banyak kesempatan dibanding saya. Dulu acara kan sedikit. Lain dengan sekarang.

Cuma…. mereka mesti banyak belajar. Banyak menggunakan kesempatan untuk belajar tentang aturan MC. Bahasa, busana, gaya. Misal, menyesuaikan kata-kata yang kita pakai dengan tipologi daerah dan acara. Aneh kan kalau acara resmi kita pakai bahasa yang tidak resmi? Demikian pula sebaliknya.

Apa sih yang harus kita pelajari saat nge-MC?

Selama nge-MC aku selalu mencatat kekuranganku. Dan… kemasan acara. Intropeksi diri setiap habis nge-MC. Selalu fokus, fokus dan fokuuusss, saat nge-MC. Bahkan, saat nge-MC aku ga berani makan apapun, apalagi minum yang manis-manis. Khawatir kualitas suara ga bagus.

Aku juga selalu berguru dari master-master MC yang aku lihat di TV ataupun saat acara tertentu di luar kota. Sebagai barometer lah.

Mbak Oke suka baca buku apa?

Aku ga suka baca buku, tapi aku suka mencermati hal-hal yang menarik. Bagiku aku lebih cepat belajar dari sana.

Apa pesan untuk generasi muda Probolinggo yang ingin berperstasi seperti Mbak Oke?

Sebagai generasi muda janganlah mudah puas dengan prestasimu saat ini, karena di luar sana masih banyak yang lebih hebat. Jangan pernah berhenti belajar dan membenahi diri. Jadi diri sendiri agar lebih mudah mengenalkan diri kepada publik dan publik akan lebih mudah mengenalmu. _stebbyjulionatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s