bahasa, berita, buku, cinta tanah air, keseharian, lingkungan hidup, pemerintahan, psikologi, renungan, sastra, sejarah, seni, spiritualitas

PRIA YANG MENANGIS DI DEPAN PIRING MAKANNYA


Judul Buku                : Biografi Tubuh Nabi
Jenis                           : Kumpulan Puisi
Penulis                       : Royyan Julian
Penerbit                     : Basabasi
Cetakan                     : Pertama, Desember 2017
Tebal                          : 176 halaman
ISBN                          : 978-602-6651-63-1
Peresensi                   : Stebby Julionatan *)

2018. Tahun politik. Media promosi, termasuk di dalamnya adalah banner-banner dukungan terhadap calon kepala daerah mulai bertebaran. Berlomba untuk menarik perhatian, meminta dukungan, dengan berbagai janji, visi misi dan juga program kerja yang akan mereka lakukan ketika terpilih. Semuanya untuk rakyat.

104381_f.jpg

Namun, saya miris dengan apa yang terjadi. Di balik indah dan meriahnya kampanye tersebut, ada satu hal yang dikorbankan. Alam. Ya, tukang-tukang yang dipercaya untuk menempel media promosi, dengan seenaknya memaku banner-banner tersebut di pohon –dan bukan mengaitnya dengan kawat. Selain secara aturan (yang berlaku di kota saya) dilarang, tindakan memaku pohon adalah bentuk eco-terorism. Memaku pohon berdampak pada terganggunya kehidupan dan kesehatan pohon yang kita paku.

 

Continue reading “PRIA YANG MENANGIS DI DEPAN PIRING MAKANNYA”

Advertisements
bahasa, budaya, buku, cinta, pendidikan, sastra, sejarah, seni

MEMBANGUN KETERTARIKAN LITERASI LEWAT LOKALITAS


Judul Buku                 : Dongeng Panjang Literasi Indonesia
Jenis                            : Kumpulan Esai
Penulis                        : Yona Primadesi
Penerbit                      : Kabarita
Cetakan                      : Pertama, Januari 2018
Tebal                           : x + 110 halaman
ISBN                             : 978-602-610-627-8
Peresensi                     : Stebby Julionatan *)

 

Literasi bukan hanya perkara baca, tulis hitung. Sebab dalam prakteknya literasi menyangkut banyak aspek. Baca tulis hanya salah satunya, yang kemudian mesti dikembangkan lagi menjadi baca, kaji, hitung, nalar, kritis, tulis dan komunikatif.

37926073

Saya rasa, itulah penekanan yang ingin Yona Primadesi dalam Dongeng Panjang Literasi Indonesia. Ya, meski kecil, tipis, bagi saya buku ini sarat gizi. Mirip tablet multivitamin 500mg. Bikin capek-capek dan pegal (terhadap permasalahan literasi Indonesia) langsung ces pleng, ilang.

Buku setebal 110 halaman yang berisi 14 esai ini, sukses merangkum sejarah perjalanan literasi bangsa kita (baca: Indonesia). Mulai dari tradisi dongeng, gegap gempita teks konvensional –yang semula dibawa oleh seorang misionaris Belanda ke Indonesia, lalu ke masalah pengentasan buta huruf di zaman Orba, serangan teks-teks virtual, dan kini… sampai dengan upaya pemerintah dan beberapa pegiat literasi yang mencoba untuk mengembalikan “jalan sunyi” seorang pembelajar, yakni membaca.

Continue reading “MEMBANGUN KETERTARIKAN LITERASI LEWAT LOKALITAS”

bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

Memaknai Perjalanan Cinta antara Probolinggo dan Malang


Oleh: Yeti Kartikasari Lestiyono*)

SEBUAH kota dengan segala dinamika sosial dan pergulatan hati orang-orang yang tinggal di dalamnya atau pernah menyinggahinya, mampu menjadi sihir tersendiri bagi lahirnya sebuah karya. Boleh dibilang sebuah kota mampu menjadi saksi luapan segala rupa emosi seperti marah, cemburu, cinta dan patah hati sekaligus inspirasi yang diintepretasikan ke dalam kehadiran karya sastra, baik berupa sajak, novel, cerpen dsb. Pun tak sedikit kelahiran karya yang diilhami oleh pengalaman dan pertemuan-pertemuan yang terjadi dalam perjalanan maupun petualangan.

Seperti itu ketika memaknai isi buku sekumpulan sajak bertajuk Biru Magenta yang ditulis secara duet oleh dua penyair Stebby Julionatan dan Ratna Satyavati. Lintasan dua kota menambatkan keduanya untuk saling berbagi rasa dengan intim melalui sajak.

Secara manis dan ritmis, dua penulis yang menyebut diri sebagai Biru (Stebby) dan Magenta (Ratna) ini mendedah seluruh perasaannya melalui barisan sajak yang ”seolah-olah” saling bersahut-sahutan, menimpali satu sama lain layaknya dua orang bercakap-cakap dalam sebuah ruang berbeda. Ada jarak yang sebenarnya memisah keduanya, yakni kota Malang dan Probolinggo. Tidak terlalu jauh tetapi tidak memungkinkan pula untuk sering-sering ketemu karena alasan tertentu.

Continue reading “Memaknai Perjalanan Cinta antara Probolinggo dan Malang”

bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, seni, spiritualitas

Love, Life, Beautiful Melancholy


Book Title : Biru Magenta
Writer : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Book Pages : 188 pages
Date Published : First edition, May 2015
ISBN : 978-602-72575-0-4
Publisher : Ruang Kosong Publishing
Reviewer : Reffi Dhinar

Cinta adalah berjalan dengan kaki masing-masing sambil tetap menyisihkan ruang yang hangat untuknya… #BiruMagenta

Poem or poetry is one of the beautiful way to express untold feeling and story. This poetry book invite us to the poetic journey of two people who write their feelings. Two writers who use two metaphor to give another name for theirselves, they are Biru and Magenta. From the first page, the reader will find many simple poem but deep, which is written such as a meaningful conversation. Reciprocally.

Forget about the difficult phrase or difficult interpretation. To read this book, we only need the pure mind and honesty. We could admit how beautiful love is even the heart throb could change one’s life so chaotic. Distance is the bridge for two lovers become closer. By the yearning sentences, through the lullaby because the distance, Biru and Magenta express their own thought.

Continue reading “Love, Life, Beautiful Melancholy”

bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, sejarah, seni, spiritualitas

Upaya Menuntaskan Relativitas Cinta


Kalaulah dijalin-menjalin , rangkaian puisi di buku ini bisa menjadi novel panjang. Tapi, cara terbaik menikmatinya adalah dengan terjun pada kata dan rangkaiannya sebagaimana menghayati puisi.

MEMBACA cepat tulisan-tulisan di buku ini, sekilas seperti skenario drama dengan teknik puisi. Antara dua sejoli yang sedang mabuk asmara. Kalaulah puisi konvensional, masing-masing akan berdiri sendiri.

Biru Magenta
Biru Magenta

Judul Buku       : Biru Magenta, Sekumpulan Sajak
Penulis               : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Penerbit             : Ruang Kosong Publishing
Cetakan             : Pertama, Mei 2015.
Editor                 : Ginanjar Teguh Iman
ISBN                   : 978-602-72575-0-4

Kalau dijalin-menjalin, mungkin saja ada cerita, menjadi novel puisi panjang. Bisa-bisanya saja semua terjadi. Namun, lebih valid dibaca secara tuntas per bentuk utuh, per paragraf, per kalimat, per frasa, dan per kata. Tuntas. Pekerjaan profesional yang tak sekedar mengandalkan kesenangan. Lalu, menuliskan refleksi pembacaan secara utuh pula sebagai suatu esensi.

Ternyata, membacanya sebagai novel yang bercerita, bagaimanapun mengalami kesulitan. Sebab, memang sifatnya kumpulan puisi. Cara menikmatinya memang harus terjun pada kata dan rangkaiannya sebagaimana menghayati puisi.

Continue reading “Upaya Menuntaskan Relativitas Cinta”

bahasa, berita, buku, cinta, hobby, kehidupan, kemanusiaan, penghargaan, sastra

Dua Warna Sajak


Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)
Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)

Ratna adalah Magenta dan Sang Biru adalah Stebby. Berdua mereka memadu warna dan kata dalam Biru magenta. Kumpulan sajak ini hadir secara bersahaja. Meskipun, larik-larik puisinya menghadirkan pergumulan para penulisnya dalam memadatkan bahasa dan meramu metafora tentang keberadaannya. (*)