20 JUTA WISATAWAN DI 2020


Tak dipungkiri, dewasa ini pariwisata memegang peranan penting mendongkrak APBD. Itulah sebabnya banyak daerah berlomba untuk mempromosikan pariwisata di daerahnya, termasuk Jawa Timur.

Senin (28/9) lalu, dalam rangka menguatkan sektor non-goverment, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur menggelar Bimtek Pengembangan Sistem Sadar Wisata dan Sabta Pesona, di Hotel Bromo View, Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dilangksungkan selama 2 hari ini –sampai Selasa (29/9), mengundang daerah-daerah tapal kuda lainnya selain Kota Probolinggo; yakni Kab. Lumajang dan Kab. Jember.

“Di era kepemimpinan Jokowi, dunia pariwisata mendapat prioritas. Target wisatawan mancanegara sampai 2020 adalah 20 juta wisatawan. Padahal sampai kuartal akhir 2014 lalu, jumlah wisatawan yang masuk ke indonesia hanya 9 juta,” ujar Kasi Pengembangan Pawiwisata Prov. Jatim, Hidayat Nugroho saat memberikan sambutan di hadapan puluhan peserta bimtek.

Dan dari jumlah itu, lanjut Hidayat, yang masuk ke Jatim hanya 467 ribu. Bukan kerja yang mudah pastinya. Kementrian pariwisata pun menggenjot promosi dan meninngkatkan SDM.

Eko Wihadi, pemrakarsa desa wisata Puspa Jagad di Kab. Blitar, yang pernah meraih juara pertama desa wisata nasional, dipercaya sebagai narasumber.

Kepada para peserta Eko bercerita tentang proses saat dirinya jatuh bangun memperkenalkan konsep desa wisata.

“Masyarakat kita sering abai terhadap proses. Terhadap kearifan lokal. Mereka baru percaya saat apa yang ditawarkan mempunai nilai ekonomis,” ujar pria yang kini telah berhasil menjual paket desa wisata seharga $310/pax kepada wisatawan asing tersebut.

Selain bercerita soal pengalamannya, dalam bimtek tersebut Eko juga menjelaskan tentang pentingnya sapta pesona.

“Aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. Ketuju konsep inilah yang harus dimiliki dan senantiasa mendasari kita sebagai para pelaku pariwisata,” tegas Eko.

Masih di tempat yang sama, saat Link Go mengkonfirmasi perihal target kunjungan ke pihak Dispobpar Kota Probolingg, Kasi Informasi dan Promosi Wisata Pandu Satria Utama menjelaskan bahwa pihaknya, tiap tahun, menargetkan 18 ribu wisatawan.

“Perlu kita sadari bahwa (Kota) Probolinggo belum menjadi jujugan wisata. Kita terbantu oleh Bromo. Namun tentunya hal ini janganlah membuat kita berkecil hati dan lantas tidak mempromosikan pariwisata yang ada di kota. Selama beberapa belakangan, kami telah menjalin kerjasama dengan pihak kapal pesiar. Satu kapal pesiar, tiap bulan, rata-rata ada 100 wisatawan yang bisa dipastikan mampir ke Kota Probolinggo. Tinggal dikalikan,” jelas pria asal Jember yang sangat peduli pada kemajuan dan perkembangan pariwisata di Kota Probolinggo ini.

Harapan saya, lanjut Pandu, pemerintah bersama-sama dengan warga, duta wisata, travel, guide, dan oprator wisata ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan.

“Yang penting kualitas pelayanannya dulu aja lah. Kalo sudah kualitas pelayanan wisatanya baik, bisa terus terjaga dan dipertahankan, saya jamin, insyaAllah 3 tahun mendatang dunia pariwisata di Kota Probolinggo bisa diandalkan,” tutupnya penuh optimis. _stebby julionatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: