bahasa, berita, buku, cinta, hobby, kehidupan, kemanusiaan, penghargaan, sastra

Dua Warna Sajak


Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)
Info Buku Baru (Jawa Pos. Minggu, 14 Juni 2015)

Ratna adalah Magenta dan Sang Biru adalah Stebby. Berdua mereka memadu warna dan kata dalam Biru magenta. Kumpulan sajak ini hadir secara bersahaja. Meskipun, larik-larik puisinya menghadirkan pergumulan para penulisnya dalam memadatkan bahasa dan meramu metafora tentang keberadaannya. (*)

Advertisements
bahasa, berita, budaya, buku, cinta, hobby, motivasi, penghargaan, renungan, sastra

KISAH KETIGA BELAS NUR HALIMAHTUS SA’DIA


Pasuruan, 23 Juni 2012 Pukul 23.58 wib atau waktu aku menyadari kalau aku lupa bukuku dimana n dipinjem siapa.

Ternyata menulis serius dan dengan maksud itu susah, sesulit para pujangga mengatakan cinta melalui karyanya, padahal bisa langsung bilang ke target. Hikks Semoga bisa mengerti ya….

Inilah Kisah Ketiga Belasku :

Continue reading “KISAH KETIGA BELAS NUR HALIMAHTUS SA’DIA”

berita, hukum, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan

Kang Kota Probolinggo Diprotes


Senin, 08/08/2011 | 10:19 WIB

PROBOLINGGO – Gara-gara mengucapkan kata-kata tidak etis melalui akun facebook (FB)-nya, Bagas Satrio Wibisono (18), Kang Kota Probolinggo menuai protes. Bahkan muncul usulan agar Pemkot Probolinggo mencopot status Kang Kota Probolinggo yang disandangnya sejak Juli 2011 lalu.

Pelajar SMAN 1 Kota Probolinggo itu ”dikeroyok” sejumlah facebookers. Sebenarnya, bukan kali ini saja akun FB memakan korban pelajar di Probolinggo. Pada 2010 silam, empat pelajar SMAN 2 di-DO (drop out) dari sekolahnya gara-gara menghujat sekolahnya melalui FB.

Kembali ke kasus FB Bagas. Bagas melontarkan kata-kata tidak etis kepada seorang sahabatnya, yang juga pelajar SMAN 1 Kota Probolinggo berinisial FP. FP sendiri dalam pemilihan Kang-Yuk Kota Probolinggo 2011 lalu terpilih sebagai Kang Berbakat.

Dalam statusnya yang diposting sejak 3 Agustus lalu, Bagas menuliskan. Krena dua status mautku tadi pagi, R dan D mmbwa mslah ni ke BK…. bener2 ssuai rncana … dan besoklah saatnya kartu AS yg kupunya akan aku keluarkan untuk menjatuhkan mantan sahabatku … si FAP…. namamu akan bner2 hancur!!!!! LOL.

Bahkan Bagas sampai menuliskan kata kasar dalam bahasa Inggris seperti bitch. Kata makian yang diposting pada Sabtu (6/8) itu karuan dikomentari sebanyak facebookers. Salah satu facebooker yang berkomentar adalah Stebby Julionatan, mantan Kang Kota Probolinggo 2006. Stebby menilai, status Bagas tidak etis.

Dalam komentarnya, Stebby pun menasihati Bagas agar menjaga ikon ribuan pemuda di Kota Probolinggo. Bagas pun menanggapi dengan enteng bahwa sebagai manusia biasa dirinya bisa salah. Stebby pun mengingatkan, predikat Kang Kota Probolinggo yang disandang Bagas tidak boleh dianggap sepele. Predikat itu melekat sebagai duta wisata sehingga tidak bisa sembarangan berkomentar di FB.

Bahkan Stebby mengilas balik kasus sejumlah pelajar SMAN 2 yang dikeluarkan dari sekolahnya gara-gara menghujat sekolahnya. ”Prita Mulyasari yang mengeluhkan pelayanan RS Omni Internasional dengan bahasa santun saja bisa berakibat fatal,” ujarnya.

Terkait kata-kata Bagas yang tidak etis di FB, Stebby mengusulkan kepada Dispobpar Kota Probolinggo mencopot predikat Kang Probolinggo 2011 yang disandang Bagas. ”Sebenarnya kami di paguyuban sering memberikan nasihat agar Kang dan Yuk Kota Probolinggo menjaga predikat yang disandangnya,” ujar staf Bagian Humas dan Protokol Pemkot Probolinggo itu.

Bagas sendiri mengaku, dirinya memang membuat status yang dinilai tidak etis itu. ”Saya kesal karena difitnah, akhirnya keluarlah kata-kata kalimat itu,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu terkait usulan predikat Kang Probolinggo 2011 yang disandang Bagas agar dicopot, Kabud Pariwisata pada Dispobpar, Hariyono mengaku, belum membaca status FB tersebut. Namun terkait adanya polemik internal Kang-Yuk, pihaknya sudah mengantisipasi. isa

sumber: Surabaya Post Online

 

berita terkait:

Sebuah Pendapat, oleh Ketua Dewan Pendiri Paguyuban Kang Yuk

Testimonium Kang Kota Probolinggo 2006

bahasa, buku, cinta, hobby, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, spiritualitas

JIKA KAU TIDAK TURUT AMBIL BAGIAN DALAM PERUBAHAN MAKA JANGAN MENGGERUTU JIKA TAK SEDIKITPUN PERUBAHAN YANG TERJADI ATAS DIRIMU (sebuah renungan dalam acara Launching dan Bedah Buku (Novel) LAN kemarin)


21 Mei 2011

Ini hari penting dalam hidupku.

Launching dan Bedah Buku (Novel) LAN yang aku selenggarakan di SMA Negeri 1 Probolinggo dengan Mas Indra Tjahyadi sebagai bintang tamunya.

Secara umum kalau kunilai sendiri, sukses lah. Sambutan para praktisi, masyarakat dari dunia pendidikan (baik guru maupun adik-adik pelajar), temen-temen dari media, semuanya baik. Dengan kata lain, LUAR BIASA! Hahahaha… Cuma begitu sampai rumah, komentar Mama bertolak belakang. “Aku sangat menyesal sekali datang ke acara tersebut. Ucis ga bisa menggiring peserta. Ga’ tau konsep bedah buku seperti apa. Rugi rasanya mengeluarkan biaya yang sebegitu besarnya kalau acaranya cuma begitu saja. Mas Indra Tjahyadi tak berbicara sama sekali.” Beliau menyalahkan MC yang katanya ga tau konsep acara. Tentu saja langsung kubantah. Karena menurutku, dalam acara tersebut, akulah bintangnya bukanlah Indra Tjahyadi. Indra Tjahyadi seumpama pohon besar, sebagai pokok tempat sulur-sulur anggurku merambat, begitulah kuibaratkan. Bukan sebaliknya. Ekspektasi orang datang ke acara tersebut bukan melihat Indra Tjahyadinya, tapi Stebby Julionatannya. Lagian dalam hati kupikir, pernahkah mamaku datang ke sebuah acara bedah buku lain, selain ini, sehingga sok teu bagamana seharusnya konsep acara launching dan bedah buku digelar?! Tidak. Apakah ini uang beliau yang aku gunakan untuk menggelar acara launching dan bedah buku?! Tentu saja tidak.

Continue reading “JIKA KAU TIDAK TURUT AMBIL BAGIAN DALAM PERUBAHAN MAKA JANGAN MENGGERUTU JIKA TAK SEDIKITPUN PERUBAHAN YANG TERJADI ATAS DIRIMU (sebuah renungan dalam acara Launching dan Bedah Buku (Novel) LAN kemarin)”

bahasa, berita, budaya, buku, hobby, kehidupan, motivasi, pendidikan, penghargaan, psikologi, renungan, sastra, spiritualitas

FOUCAULDIAN ALA LAN oleh Indra Tjahyadi*)


195093_1634433782088_1273995607_1352904_674168_o

Judul : LAN

Genre : Novel

Penulis : Stebby Julionatan

Penerbit : Bayumedia dan Pemkot Probolinggo

Cetakan : 1, 2011

Jumlah Halaman : vii + 201 halaman.

Kehidupan manusia adalah wacana. Sebagai wacana, ia senantiasa terikat dan terkait dengan wacana-wacana lain yang mengitarinya. Sebagai wacana, ia adalah penanda kosong yang menanti untuk diisi oleh penanda-penanda mengambang yang ada di sekitarnya.

Kompleksitas kehidupan manusia dibentuk oleh kompleksitas yang tercipta dalam jaring-jaring wacana ini. Sementara itu, ketegangan-ketegangan dalam kehidupan manusia timbulkan karena adanya titik-titik antagonisme dan perjuangan antara penanda-penanda mengambang yang mengisi penanda kosong.

Kiranya, inilah yang hendak ditawarkan oleh novel LAN karya Stebby Julionatan. Secara umum, novel LAN, berbicara mengenai cinta. Bagi LAN, cinta adalah wacana. Hasrat manusia untuk mencinta dan dicinta itu ada karena ada wacana-wacana percintaan yang lain, yang telah ada terlebih dulu.

Ini menyerupai teori wacana yang diajukan oleh seorang filsuf posmodern dari Perancis yang sangat terkenal, Michel Foucault. Menurut Foucault, setiap wacana terhubung dengan wacana-wacana lain. Hubungan ini membentuk kuasa wacana. Dan wacana adalah segala hal dalam kehidupan.

Continue reading “FOUCAULDIAN ALA LAN oleh Indra Tjahyadi*)”

berita, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, keseharian, motivasi, olahraga, pariwisata, pemerintahan, penghargaan, sejarah

KENALKAN TARI LENGGER DAN KESET DARI KAIN PERCA


Probolinggo, BP – Begitu banyak anak muda yang berprestasi. Namun, tidak banyak pemuda yang seberuntung Stebby Julionatan. Dengan keahlian yang dimiliki, ia berhasil lolos menjadi peserta Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) tahun ini.

Stebby bakal bergabung dengan 24 pemuda asal Provinsi Jawa Timur di ajang tahunan itu.

muncul di SOSOK, Bromo Pos Edisi 13-19 Oktober 2008...
muncul di SOSOK, Bromo Pos Edisi 13-19 Oktober 2008…

“Tahun ini adalah angkatan yang ketiga dalam BPAP. Artinya, sudah ada dua angkatan sebelumnya yang telah mengikuti program yang sama,” katanya.

24 pemuda asal Provinsi Jawa Timur itu bakal menjadi satu dengan ratusan pemuda dari provinsi lain. Semuanya bakal menjalani pelatihan di Bumi Perkemahan Cibubur. Baru kemudian, mereka ditempatkan di provinsi tujuan.

Continue reading “KENALKAN TARI LENGGER DAN KESET DARI KAIN PERCA”

keseharian, pariwisata, pendidikan

AMANAT ADALAH JAWABANNYA


Dalam acara AMANAT (Ajang Musik Anti Narkotika) II yang digelar hari ini ( 16 Agustus 2008 ) di SMA N 4 Probolinggo, aku tampil sebagai salah satu pembicara. Karena mewakili temen-temen Kang Yuk, topiknya apa lagi kalau bukan tentang pariwisata. Ya, aku sih berharap, kalian… temen-temen dan undangan, yang hadir di acara itu mengerti apa yang aku maksudkan. Masalahnya waktu yang disediakan panitia tiba-tiba terpangkas sebegitu rupa, dari yang awalnya 30 menit menjadi hanya 8 menit. Kurang kan?! 8 menit itu sih hanya cukup untuk salam dan sambutan-sambutan aja, yak an?! Ada beban moral disana. Sepertinya aku masih berhutang kepada temen-temen… ya temen-temen Granat, temen-temen Kang Yuk, khususnya temen-temen di SMA N 4, karena ada beberapa substansi mendasar yang belum sempat aku bicarakan. But… It’s OK, toh lewat blog ini bisa aku bayar hutangku tadi pagi.

Tidak berbicara banyak, topiknya aku mulai dari apa itu pariwisata? Dan apa bedanya antara pariwisata dengan wisata?

Kalau pariwisata adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata, baik itu mengenai pengelola perjalanan wisata, objek wisata ataupun daya tarik wisata.

Kalau wisata adalah perjalanan atau sebagian dari perjalanan itu yang dilakukan secara sukarela (tanpa paksaan), tanpa bermaksud untuk menetap, dan bertujuan untuk menikmati objek wisata ataupun daya tarik wisata

Nah, disanalah pijakanku untuk berbicara tentang sisi positif pariwisata. Kenapa kok negara kita ini mencanangkan tahun 2008 sebagai tahun berkunjung di Indonesia? Visit Indonesia Year 2008. Kenapa kok segala hal yang berkaitan dengan sarana dan prasarana penunjang wisata ditingkatkan kualitasnya? Hotel-hotel dibangun, jalan raya dihaluskan, bandara diperbaiki, pelayanan ditingkatkan, ijin dipermudah bahkan acara-acara pemilihan duta wisata seperti Putri Indonesia, kini mendapat perhatian yang lebih serius dari Dinas Pariwisata. Terbukti, diadakannya kerjasama dengan pihak Universitas Indonesia untuk memilih 3 Putri Intelegensia. Sebuah atribut yang belum pernah ada pada tahun-tahun pemilihan sebelumnya. Dimana 3 putri yang terpilih ini akan mendapatkan beasiswa pascasarjana dari Universitas Indonesia. Probolinggo sendiri tak mau kalah. Selain perbaikan jalan dan penerangan jalan raya, Probolinggo punya proyek tamanisasi (yang karenanya kita bisa mendapatkan piala Adipura selama 2 tahun berturut-turut), punya TWSL (Taman Wisata Studi Lingkungan), punya hotspot juga… yang kini tak hanya ada di Alun-alun saja melainkan sudah tersebar di mana-mana, malah sebentar lagi kita akan memiliki hipermart. Oia, satu hal lagi… sekarang Kantor Pemuda, Budaya dan Pariwisata Kota Probolinggo sudah berganti atribut juga, menjadi Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata Kota Probolinggo. Mengagumkan bukan?!

Back to our topic…. Kenapa pariwisata? Ya karena, tak lain dan tak bukan, pariwisata adalah salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara di sektor non migas. Selain itu, dengan adanya pariwisata, terjadi pembauran budaya. Dengan adanya pembauran budaya, kita jadi lebih pintar, kita jadi lebih tahu tentang globalisasi, kita jadi lebih tahu tentang perkembangan kemajuan teknologi. Segala sesuatu yang terjadi di belahan bumi bagian barat sana, pada detik yang sama, dapat kita ketahui di sini. Pembauran budaya juga tak hanya membuat kita memiliki kepekaan dan rasa hormat terhadap budaya dari negara lain namun juga kita menjadi semakin cinta dan bangga atas budaya kita sendiri. Seperti Miss Universe 2008, Dayana Mendoza katakan dalam malam Pemilihan Putri Indonesia, pariwisata dapat menciptakan perdamaian dunia, karena masing-masing kita bisa menghargai kebudayaan negara lain.

Apakah cukup itu? Apakah pariwisata hanya menimbulkan dampak positif? Tentu saja tidak. Pariwisata juga seperti dua sisi mata uang. Pariwisata juga dapat menimbulkan feses-feses kebudayaan. Ada budaya yang menurut mereka biasa, tetap bagi kita itu bukanlah hal yang biasa atau lumrah dilakukan. Karena pembauran budaya tadi, ada budaya yang sebenarnya tidak cocok dengan budaya kita, ditiru tah-mentah oleh kita. Contohnya free sex dan menggunakan narkoba.

Akhirnya setelah melalui jalan panjang pariwisata yang berliku, sampai juga aku pada materi pokok Granat. Narkoba. Aku meneruskan materiku kepada apa yang dapat kita lakukan sebagai pemuda untuk menciptakan iklim pariwisata yang positif? Tapi sebelum menjawab pertanyaan itu, aku sedikit beralih pada… kok kita??? Kok pemuda terus sih yang jadi objek??? Kok pemuda terus sih yang jadi sorotan???

Karena pemuda adalah aset bangsa. Karena di tangan pemudalah masa depan bangsa ini. Masa kita mau dikenal sebagai negara narkoba karena 5 juta pemuda dan pemudinya seperti Sheila Marcia? Yang tua bejat ya biarin saja, toh tak lama lagi mereka bakal mampus. Hehehe. Lihat saja bagaimana orang mau membentuk pohon dan membuatnya menjadi sebuah karya seni bonsai yang indah dan mahal. Apakah pohon itu dibentuk ketika mereka sudah berumur, atau mereka dibentuk ketika mereka masih muda?

OK…OK… Kembali lagi ke apa yang dapat kita lakukan sebagai pemuda untuk menciptakan iklim pariwisata yang positif? Acara ini adalah jawabannya. AMANAT adalah jawabannya. Maksudnya begini, paling tidak, kita sebagai generasi muda diharapkan sudah mampu mengevaluasi diri kita sendiri. Mengenal kelebihan dan kekurangan kita. Tapi tak hanya mengenal saja, melainkan juga mampu mengolah kelebihan dan kekurangan yang kita miliki untuk sebuah kegiatan yang positif macam AMANAT ini. AMANAT II ini adalah langkah-langkah kecil kita bersama sebagai generasi muda kota Probolinggo untuk menjauhkan diri dari yang namanya narkoba.

Maka rasanya tak cukup ucapan terima kasih saya kepada temen-temen Kang Yuk, temen-temen OSIS SMA N 4 Probolinggo, temen-temen Granat… berkat kerja keras dan kerjasama tim yang kompak antar merekalah acara AMANAT II ini dapat terselenggara. Big applause for them!!

Harapan saya, semoga di tahun-tahun ke depan AMANAT dapat diselenggarakan lagi dan ditingkatkan kualitas acaranya.

Terakhir… mari kita dengungkan semangat kita “SAY NO TO DRUGS… SAY NO TO DRUGS… SAY NO TO DRUGS!!!”