TESTIMONIUM KANG KOTA PROBOLINGGO 2006


“Sabar Bagas. Jangan emosi berlebihan.  Suatu saat nanti, entah tahun berapa, kamu akan tertawa dan menyesal pernah berkata seperti itu.”

Tulis Gilang Pramana, Kang Persahabatan Kota Probolinggo 2006, Senin kemarin (8/8) pada wall Facebook milik Bagas Satrio Wibisono, Kang Kota Probolinggo 2011 yang bermasalah karena status-status Facebook-nya menuai potes dan dinilai tidak etis (baca: Radar Bromo. Senin, 8 Agustus 2011).

Dan memang benar apa yang disampaikan oleh Gilang, saya jadi senyum-senyum sendiri. Bahwasannya saya pun pernah mengalami hal yang sama. Saya pun pernah tersandung masalah dengan media (well, tentu saja dalam hal ini, kasus yang hampir serupa tapi tidak samarata, apalagi samarasa).

Ya, di tahun (yang padahal) saya SUDAH TIDAK LAGI MENJABAT sebagai KANG KOTA PROBOLINGGO 2006 (info: Andromeda Sain Latief terpilih sebagai Kang Kota Probolinggo 2007, menggantikan tugas dan jabatan saya yang telah berakhir pada malam malam grand final dan penobatan Duta Wisata Kang dan Yuk Kota Probolinggo 2007, tertanggal: Sabtu, 8 Desember 2007 di ex. Gedung Graha Bina Harja Kota Probolinggo, sekarang Museum Probolinggo ) , tulisan saya, yang saya unggah saat saya masih menjabat sebagai Kang Kota Probolinggo 2006 di blog PAGUYUBAN KANG YUK KOTA PROBOLINGGO yang berjudul “SEX PARTY DI HUTAN KOTA”, yang berisi tentang kunjungan saya bersama beberapa anggota paguyuban Kang Yuk yang lainnya di TWSL (Tawan Wisata Studi Lingkungan), dinilai ambigu dan meresahkan khalayak karena tidak ada kaitan antara content dengan judulnya yang “mengejutkan” itu (baca: Radar Bromo. Kamis 20 Maret 2008). Padahal, dalam tulisan itu, dalam tulisan yang saya unggah sendiri ke dalam blog Paguyuban Kang Yuk tersebut, saya tidak menjelek-njelekkan apapun, tidak menjelek-jelekkan siapapun, baik institusi maupun lembaga apapapun, tapi tetap saja, bagaimanapun juga, saya masih harus bertanggung jawab akan sangsi sosial dan sangsi moral yang diakibatkan oleh tulisan saya dengan 2 (dua) alasan: Pertama, karena status yang saya sandang (lihatlah, padahal saya sudah tidak lagi menyandang gelar sebagai Kang Kota Probolinggo 2006); dan Kedua, karena sudah membawanya ke ranah publik (baca: blogger), ranah yang bisa dibaca oleh jutaan masyarakat dunia, yang pastinya memiliki aturan untuk menyajikan apa yang pantas dan apa yang tidak pantas.

Terus terang, sama seperti Bagas, saat itu saya masihlah seorang pemuda dengan kapasitas energi (baca: emosi) yang membuncah tapi sangat NOL dalam memahami kaedah penulisan yang benar. Saya akui, ketika itu saya tak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menulis. Saya hanya berpikir bahwa judul SEX PARTY DI HUTAN KOTA itu BAGUS, judul itu SENSASIONAL untuk menarik perhatian pembaca di blog Kang Yuk. Satu-satunya kaitan yang ada antara judul dan isi blog hanyalah karena lokasi dimana TWSL berdiri untuk sekarang ini, dulunya adalah tempat lokalisasi yang bernama Jobo’an. Dan bukankah di sebuah area lokalisasi pasti berlangsung sex party? Begitulah pikir saya ketika itu .

Rupanya saya salah. Dalam duduk perkara, setelah saya diundang untuk duduk bersama di dalam ruang meeting kantor Radar Bromo dan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan (tentunya juga mendapatkan banyak wejangan, pelajaran, informasi dan pemahaman mengenai dunia tulis menulis  dan media), saya paham bahwa selama ini kaedah menulis saya salah. Ya, dunia tulis menulis yang senantiasa saya cintai dan akhirnya mengantarkan saya sampai menjadi saya yang sekarang ini. Dalam artian, ketika saya menulis di blog Kang Yuk, saya bukanlah lagi seorang Stebby Julionatan saja. Saya bukanlah Stebby Julionatan yang saat itu bekerja sebagai tenaga administrasi dan tukang fotocopy di GPIB saja, ataupun pegawai di sebuah biro perjalanan wisata semata, tapi saya adalah Stebby Juliontan, (yang masih terikat akan status) Kang Kota Probolinggo 2006 yang menjadi icon dari ribuan remaja di Kota Probolinggo.

Berat??? Memang. Karena sejatinya, orang yang diberi kelebihan, orang yang diberi kesempatan lebih, orang yang diberi tanggung jawab lebih, memang harus memiliki mental yang lebih. Kalau tidak, sama saja dong saya yang Kang ini dengan anak-anak remaja pada umumnya? Saya memang lebih dituntut untuk menjaga hati, menjaga sikap, menjaga perbuatan dan pastinya (dan inilah yang paling penting) menjaga dan mengontrol emosi saya.

Seperti ibadah puasa yang sedang kita lalui di bulan suci Ramadhan 1432 H saat ini…

“Puasa sejatinya adalah menahlukkan diri kita sendiri. Emosi kita. Dan emosi (baca: kemarahan) selayaknya diolah, bukan diumbar.”

Kembali lagi ke kasus Bagas dan kasus yang pernah menimpa saya, saya beruntung ada peran orang tua saya di sana yang juga mengingatkan bahwa saya salah. Seandainya saya menulis hal tersebut dalam blog pribadi ataupun di dalam buku harian milik saya pribadi, tentu tidak menjadi masalah yang pelik. Masalahnya adalah, saya mengunggahnya ke dalam blog resmi milik Paguyuban Kang dan Yuk Kota Probolinggo. (Padahal jaman itu belum ada UU ITE, lho… mangkannya saya bersyukur memiliki orang tua berpikiran maju seperti orang tua saya)

Belum lagi suport dan dukungan dari teman-teman di Paguyuban Kang Yuk sendiri, (meski saat itu agak sebel bin mangkel) dukungan yang membuat saya berani maju, secara gentle, datang ke kantor Radar untuk menanyakan apa sebenarnya pokok permasalahannya. Dan seperti yang saya sampaikan tadi, saya memang salah dan saya segera mengakuinya dan meminta maaf. Untuk kemudian, esok harinya pun blog lama Kang Yuk langsung dinonaktifkan dan diganti dengan tampilan blog baru yang lebih segar yang bukan saya lagi administratornya. Saya di-deactivate. Saya melakukan hibernasi panjang selama beberapa pekan untuk menjauh dari yang namanya dunia cyber.

Dalam hal ini, seperti yang saya bilang di awal tadi, bahwasannya kesalahan adalah hal yang wajar. Kesalahan dan kealpaan adalah hal yang manusiawi. Sangat manusiawi bahkan. Setiap orang pasti pernah melakukan jenis “kesalahan” seperti yang sudah Bagas atau saya lakukan. Cuma intinya, yang menjadi topik dalam testimoni saya ini, adalah tentang bagaimana kita memperbaiki kesalahan. Bagaimana cara kita menyikapinya kesilapan yang sudah kita perbuat itu. Apakah kita mau langsung menyadarinya dan meminta maaf? Ataukah masih terus-terusan saja mengobarkan emosi, menabuh genderang perang dan membakar kesucian hati kita sendiri?

Melihat status baru yang diposting kembali oleh Bagas di dalam akun Facebook-nya (baca: status Bagas sejak tanggal 9 Agustus 2011), yang isinya semakin mengkambinghitamkan orang lain dan semakin nyerempet-nyerempet dengan menjelek-jelekkan institusi dan media, saya semakin sedih. Tidak cukupkah saran dan nasehat yang sudah diberikan oleh teman-teman sesama Facebooker-nya (termasuk juga teman-temannya dalam Paguyuban Kang Yuk) selama ini? Sudah tidak adakah fungsi kontrol dari dalam diri dan juga orang-orang terdekatnya?

Jujur, saya menyayangkan kenapa yang semula hanya masalah pribadi Bagas dan kawannya Fandi, yang notabene sama-sama “Kang”nya (info: Fandi adalah Kang Berbakat Kota Probolinggo 2011), harus menjadi masalah publik seperti sekarang ini? Sudah tidak bisakah masalah itu diselesaikan secara intern oleh mereka berdua yang katanya dulu adalah dua orang yang bersahabat baik? Separah apakah masalahnya?

Secara pribadi saya berharap masalah ini dapat segera selesai dengan damai. Dan Bagas, selaku Kang Kota Probolinggo 2011, tidak lagi dan lagi membakar emosi dan menyulut gederang perang terhadap siapapun juga. Sebab, seperti kutipan saya akan kata-kata Gilang di awal tadi, suatu saat nanti, tak tahu kapan, pasti kita akan mentertawakan segala kekonyolan yang kita perbuat hari ini. Semoga!

Probolinggo, 9 Agustus 2011.

NB: [10.08.2011] Ah, sungguh kusayangkan. Sampai detik ini kau masih saja berulah. Apakah selempang Kang bagimu hanyalah sebatas pendulang popularitas dan sensasi belaka?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: