KENALKAN TARI LENGGER DAN KESET DARI KAIN PERCA


Probolinggo, BP – Begitu banyak anak muda yang berprestasi. Namun, tidak banyak pemuda yang seberuntung Stebby Julionatan. Dengan keahlian yang dimiliki, ia berhasil lolos menjadi peserta Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) tahun ini.

Stebby bakal bergabung dengan 24 pemuda asal Provinsi Jawa Timur di ajang tahunan itu.

muncul di SOSOK, Bromo Pos Edisi 13-19 Oktober 2008...

muncul di SOSOK, Bromo Pos Edisi 13-19 Oktober 2008…

“Tahun ini adalah angkatan yang ketiga dalam BPAP. Artinya, sudah ada dua angkatan sebelumnya yang telah mengikuti program yang sama,” katanya.

24 pemuda asal Provinsi Jawa Timur itu bakal menjadi satu dengan ratusan pemuda dari provinsi lain. Semuanya bakal menjalani pelatihan di Bumi Perkemahan Cibubur. Baru kemudian, mereka ditempatkan di provinsi tujuan.

Rencananya, Stebby bakal ditempatkan di Kepulauan Riau. Selama sebulan, ia akan membawa misi memperkenalkan Jawa Timur, khususnya Kota Probolinggo kepada masyarakat setempat.

Ada banyak bekal yang sudah ia persiapkan matang-matang. Di antara yang banyak itu, ada dua bekal yang tergolong mearik. Ia bakal memperkenalkan Tarian Lengger dan cara membuat keset dari kain perca.

Bukan hanya sekedar memaparkan pengetahuan tentang Tari Lengger, Stebby bakal menari layaknya penari sungguhan. “Saya belajar menari di Sanggar Bayu Kencana asuhan Pak Pri,” ujarnya.

Stebby mengatakan, ia memilih Tari Lengger lantaran tarian itu memiliki makna yang bagus. Terlepas dari tanggapan miring tentang tarian itu, Lengger adalah tarian untuk menyambut tamu atau para wisatawan. Bagi Stebby, seni adalah seni. Yang terjadi hanyalah manusia saja yang menyebabkan seni bisa bermakna lain.

Sedang, keterampilan keset itu dipilih Stebby lantaran ia sudah menguasainya. Ia sudah belajar keterampilan itu sejak duduk di bangku SMA. “Keterampilan membuat keset ini tidak rumit dan mudah dipelajari,” ujar alumni SMAN 1 Probolinggo itu.

BPAP sendiri adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Tujuan even tersebut digelar untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya masing-masing provinsi, dan juga memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun ini kegiatan tersebut bakal dimulai pada 14 Oktober hingga 12 Desember nanti.

Selain Stebby yang berasal dari Kota Probolinggo, juga ada peserta lain yang mewakili Kabupaten Probolinggo. Ia adalah Misnatun Ningsih. Keduanya bakal menjadi duta wisata yang bertujuan juga menarik wisatawan agar berkunjung ke kota angin ini. (pal)

Ingin Jadi Backpacker, tapi Syaratnya Harus Gratis!

Begitu banyak prestasi yang dimiliki Stebby Julionatan. Pada 2006 lalu ia dinobatkan menjadi kang Kota Probolinggo. Dari situ, ia masuk jajaran finalis Raka-Raki Provinsi Jatim pada Maret 2007 lalu. Dua bulan kemudian, ia menjadi Duta Koperasi Jawa Timur.

Selang tiga bulan, Stebby mendapat keampatan menjadi peserta BPAP. “Yang pasti dengan banyak persiapan dan pengalaman. Selebihnya, tergantung keberuntungan,” ujar anak muda kelahiran Probolinggo, 30 Juli 1983 ini.

Stebby adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sigit Mulyono dan Grace Stanny Kippuw. Sigit adalah seorang pegawai Pertanahan Kota Probolinggo. Sedangkan ibunya keturuan Ambon. Jadi, jangan heran bila nama pemuda ini sedikit asing didengar.

Prestasi Sebby di ajang kontes kepemudaan dan pariwisata ternyata sesuai dengan keinginannya. Dari dulu ia ingin menjadi seorang backpacker alias pelancong. “Saya ingin keliling dunia. Tapi syaratnya harus gratis alias tidak bayar,” kelakar pemuda yang memiliki tinggi 181 cm dan bobot 76 kilogram ini.

Lebih dari itu, ia bercita-cita sebagai seorang penulis. Menurutnya, ada satu syarat agar hasil karya seorang penulis dibaca dan disukai orang banyak. Yakni penulis itu harus lebih dulu terkenal.

Setelah penulis itu terkenal dengan prestasinya, ketika ia menuangkan segala hasil pikirannya dalam bentuk tulisan, barulah sudah dipastikan tulisannya bakal dibaca banyak orang. “Jadi paling tidak orangnya harus terkenal lebih dahulu. Baru kemudian hasil karya tulisannya,” cetusnya.

Cita-cita Stebby tidak hanya berhenti sampai di situ. Ketika ia menjadi penulis terkenal, ia ingin hasil karya tulisannya mendapat penghargaan. Dan penghargaan yang diincarnya adalah Khatulistiwa Literary Award. Penghargaan itu diberikan kepada insan penulis yang hasil karyanya mendapat perhatian banyak kalangan. (pal)

Sumber: Bromo Pos Edisi 13-19 Oktober 2008.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: