MARI BELAJAR MENGENAI KEBERAGAMAN


(kepada Yovian Bagas dan orang-orang yang menghujatnya)

 

Mari belajar mengenai keberagaman.

Saya Stebby. Saya bukan pemakan anjing (yang biasanya disebut RW), meski bagi iman percaya yang saya anut, aniing tidak haram untuk dimakan. Saya tidak memakan anjing sebagaimana saya tidak memakan buah durian. Saya tidak suka, meski bagi banyak orang lain mengatakan bahwa durian adalah sang raja buah.

Saya Stebby dan saya menyayangkan kejadian yang menyeret nama sekolah SMAK Mater Dei, Probolinggo dan Seminarium Marianum. (lihat https://www.change.org/p/polres-probolinggo-stop-penjagalan-anjing-sebagai-makanan-di-smak-mater-dei-probolinggo)

.

.

Namun sebelum berkomentar lebih jauh dan ikut menghujat, marilah kita ketahui terlebih dahulu pokok permasalahannya.

Kejadian ini bermulah dari postingan Yovian Bagas (@yovianbagas) dalam akun instagramnya, tertanggal 6 April 2017 dengan ungkapan “Pasukan Jagal Asu”. Video ini menjadi viral ketika salah seorang netizen melaporkannya kepada Animals Hope Shelter . Dalam petisinya di change.org yang saat ini ditandatangani oleh 906 orang, mereka menulis:

“Lagi2 terjadi penyiksaan anjing.

Menurut pelapor ini terjadi di SMAK Mater Dei Probolinggo. Dilihat dari instagramnya mereka begitu bangga bisa melakukan ini. Mereka menyebut diri mereka “Pasukan Jagal Asu.”

“Menurult laporan, mula2 kepala anjing dipukul. Kondisi pingsan digantung spt itu. Lalu diambil daun2, dibakar, ditempelkan ke kulit anjing untuk merontokkan bulu-bulunya. Lalu dibantai, dimakan, biasanya sambil minum miras. Jadi pembantaian dan pengulitan dilakukan hidup2, katanya spy darah tidak keluar, sehingga rasa lebih enak.”

.

.

Sekali lagi, sebelum menyalahkan mereka, marilah kita baca cara memasak RW yang resepnya bisa Anda goggling di internet. Salah satunya adalah yang saya ambil dari laman ini:

https://aneka-resep-masakan-online.blogspot.co.id/2015/04/resep-rw-anjing-khas-manado.html

RESEP RW ANJING KHAS MANADO

Bahan:

– 500 gram daging anjing
– 7 butir bawang mera dihaluskan
– Lengkuas/laos kuang lebih sebesar bola tenis – dihaluskan
– 10 batang sereh besar
– 1 genggam cabe dihaluskan
– 1/2 genggam kunyit dihaluskan
– 1/2 genggam jahe dihaluskan
– 1 genggam daun jeruk dapat dirajang halus, dapat juga dibiarkan utuh
– 1 sdm pala parut
– 1-2 jeruk nipis atau 5 lemon cui diambil airnya
– 1 sloki cap tikus (arak Manado), jika tidak ada dapat diabaikan
– Minyak goreng secukupnya
– Garam secukupnya

Cara membuat:

– Bakar daging anjing untuk dibersihkan bulunya.
– Potong dadu, lumuri dengan air jeruk, diamkan sekitar 15 menit
– Haluskan semua bumbu, kecuali cap tikus, masukkan ke dalam wajan
– Campurkan daging anjing ke dalam bumbu bumbu dalam wajan, tambahkan minyak goreng
– Masak dalam api sedang hingga berbau harum. Jangan kasi air dulu
– Jika terlihat bumbu sudah meresap, masukkan air. Masak hingga matang dan empuk
– Jika belum matang dan air sudah habis, tambahkan air lagi.
– Menjelang air hampir kering dan daging sudah matang dan empuk, masukkan cap tikus
– Aduk sebentar hingga cap tikus meresap ke dalam daging
– Angkat dan siap disajikan

 

Ya, bagi saya, kesalahan dan kebodohan mereka (Yovian dan teman-temannya) hanyalah persoalan mengunggah dan menulis caption seperti yang tersebut dalam video atau petisi. Tapi tentunya, sebagai masyarakat Indonesia yang berbhineka, kita tak perlu terlampau reaktif dengan hal tersebut hingga sampai membawa-bawa nama sekolah, seminari dan yang bersangkutan harus berurusan dengan polisi.

Ingat, anjing tidak masuk dalam ragam hewan langkah yang dilindungi negara.

Untuk Anda ketahui, resep di atas hanyalah bagian kecil dari aneka kuliner asli Indonesia. Silahkan googling sekali lagi, tak hanya Manado yang mengenal RW sebagai makanan. Masih ada suku Batak, Toraja, Timor, Ambon dan lainnya.

Lalu, mengapa hal tersebut terjadi?

Bagi saya, kesalahannya hanya pada masalah pemahaman. Pemahaman yang sempit soal keIndonesiaan. Bahwa orang yang makan anjing, (dan mungkin minum-minum) adalah orang yang najis dan layak untuk dimusuhi.

Seharusnya sebagai seorang dog lovers, (sekali lagi bagi saya) sebelum menulis petisi tersebut paham mengenai nilai budaya Indonesia yang tidak bisa diseragamkan, termasuk soal makanan. Seharusnya seorang dog lovers juga paham bahwa di belahan lain Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, anjing tidak hanya berfungsi sebagai hewan klangenan tapi juga dimakan.

Dan semoga, tulisan ini tidak Anda anggap sebagai tulisan yang sok-sok’an. Tidak Anda anggap sebagai pahlawan kesiangan. Tanyakan kepada mereka, suku-suku atau masyarakat di Indonesia yang memakan anjing atau menggunakan anjing sebagai bahan makanan, tentang bagaimana mereka “menyembelih” anjing.

Pastinya, kita akan mendengar informasi bahwa anjng atau Rintek Wuuk (RW) tidaklah “dibunuh” sebagaimana kita, masyarakat Jawa, menyembelih kambing, sapi atau ayam -dengan memotongnya bagian leher. RW dibunuh dengan cara ditoki, atau dipukul pada bagian kepala sampai mereka mati. Sebab, sekali lagi, bagi mereka (bagian dari masyarakat yang masih dikatakan Indonesia dan memakan anjing) percaya bahwa darah anjing yang tidak keluar akan menambah nikmatnya makanan tersebut.

Dan lihatlah resep di atas sekali lagi. Memang benar jika memasaknya menggunakan arak, tapi tidaklah benar, jika mereka yang memakan anjing, selalu memakannya dengan minum minuman keras.

Ya, saya Stebby, saya tidak makan anjing dan minum-munuman keras meski kepercayaan yang saya anut, anjing dan arak tidak haram untuk dikonsumsi.

Ya, saya Stebby. Saya orang Indonesia.

Kawan, mari sekali lagi belajar mengenai Indonesia. Mari sekali lagi belajar mengenai keberagaman!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: