Archive for tugas-tugas tour leader

MBLAKRAK TANPA DUIT…

Posted in pariwisata with tags , , , , , on April 27, 2010 by BonX

Gara gara ngelihat twit temen aku @MOCHaperture, seorang fotografer amatiran, yang kerjanya keliling dunia melulu, aku jadi kepikiran membuat tulisan ini:

MBLAKRAK TANPA DUIT…

HAI GUYS… kalo kamu demen jalan-jalan tapi nggak pengen menghabiskan uang pribadimu, ada profesi baru -selain menjadi fotografer, tentunya- yang patut kamu coba. Yap!! Menjadi seorang Tour Leader atau yang biasa disebut TL.

Apa TL itu?

Belum ada pengertian khusus di KBBI… (yaeyalah… namanya juga serapan dari bahasa asing. Wkwkwkwk) maupun Wikipedia.com untuk istilah Tour Leader, tapi yang jelas, secara aklamasi pasti semua setuju kalo tour leader adalah pemimpin perjalanan. Pemimpin perjalanan yang mana? Yang seperti apa? Jadi… di dalam sebuah perjalanan wisata, tour leader adalah seseorang yang bertugas untuk memandu, mendampingi, memimpin, mengayomi perjalanan wisata sebuah grup/sekelompok orang yang melakukan perjalanan wisata.

Apa tugas pokok dan fungsinya?

Seperti yang saya jelaskan tadi, tugas pokok seorang tour leader adalah untuk memimpin atau memandu sebuah perjalanan wisata yang dilakukan oleh sekelompok orang. Selain itu tour leader biasanya juga mendapat tugas-tugas khusus atau tugas-tugas wajib dari tempat / perusahaan tempatnya bekerja, seperti: memperkenalkan profil perusahaan; berterima kasih kepada peserta tour karena sudah memakai jasa perusahaan tempat di mana dia bekerja; memimpin doa sebelum tour dimulai; menghafal atau setidaknya mengingat nama-nama peserta yang ikut dalam tourny; membagikan dan menjelaskan jadwal perjalanan kepada peserta tour; menghibur peserta tou;, menghubungi hotel atau rumah makan yang nantinya akan dipakai oleh peserta tour; menampung saran atau kritik dari peserta tour dan… (mungkin yang terakhir adalah) membuat estimasi biaya perjalanan.

Apa beda TL dengan guide local?

Tour Leader jelas berbeda dengan guide lokal. Memang senantiasa para peserta tour selalu menggeneralisasikan seorang TL dengan seorang guide lokal. Tak jarang yang saya temui di lapangan adalah, para peserta meminta penjelasan mengenai objek-objek wisata yang sedang dikunjunginya itu kepada tour leadar. Memang itu tidak salah, itu hak mereka sebagai peserta. Namun yang salah adalah mereka, sebagai peserta, tidak akan mendapatkan jawaban yang terperinci mengenai objek atau budaya yang sedang mereka nikmati karena memang tour leader tidak dibekali dengan kemampuan penguasaan wilayah atau budaya secara spesisfik. Beda halnya dengan guide local, orang yang berprofesi sebagai guide adalah orang yang sudah dilatih dan dibekali dengan kemampuan dan pengetahuan sebagai seorang guide, sebagai seorang pemandu wisata.

Hal apa saja yang harus dikuasai oleh seorang TL?

Biasanya, persyaratan yang diterapkan untuk seorang TL adalah penguasaan bahasa, baik bahasanya sendiri (native laguage), bahasa asing (Bahasa Inggris itu wajib hukumnya), maupun sedikit bahasa daerah di daerah yang akan ia kunjungi.

Selain itu seorang TL juga harus berpengalaman berinteraksi. Utamanya dengan orang-orang pada usia tertentu, misalnya, orang tua, anak remaja atau bahkan anak kecil, baik laki-laki maupun perempuan. Sebab pastinya tiap kategori umur tersebut perlu penanganan yang berbeda. Karena biasanya TL kan membawa rombongan (minimal 10 orang) yang sebelumnya belum tentu semua saling mengenal, maka di kesempatan ini pun TL dituntut untuk mampu menjadi ice breaker dan sigap menghadapi berbagai situasi.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah seorang TL tidak saja memposisikan diri sebagai pendengar yang baik, namun juga mampu bersikap tegas pada waktu bersamaan. Wajarlah, karena selama beberapa hari bersama-sama keakraban pasti tercipta, maka jangan kaget kalau nantinya TL dianggap sebagai tempat curhat segala macam urusan, bahkan ada juga yang memperlakukan TL tak lebih dari seorang kacung mereka belaka: ngangkat koper, jadi tukang belanja, dll. Pada prinsipnya, jika kamu sanggup untuk menjadi seorang TL maka jangan ragu untuk berkata tidak apabila peserta sudah mulai bertindak diluar batas yang sewajarnya.

Sebagai TL kamu juga terkadang dituntut untuk bersikap sok tahu. Selalu ada saja kejadian-kejadian tak terduga yang justru menjadi kenangan termanis selama perjalanan kita. Tugas sebagai TL pun, terkadang membawa kita ke tempat-tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya atau ke situasi-situasi yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Di sinilah ke-PD-an dan ke-sok_tahu-anmu dibutuhkan untuk menghadapi masalah yang tak terduga selama program perjalanan wisata yang kamu handle tersebut.

Akhirnya…. Selamat mencoba profesi baru yang menguntungkan ini dan… sampai jumpa pada tour selanjutnya. Wkwkwkwkwkwk… (bonx)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,313 other followers