bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kehidupan, penghargaan, seni

BINGKAI SOLO DALAM PUISI


Dimuat di Selisik, Pikiran Rakyat, Senin 3 Maret 2014, halaman 22.

BINGKAI SOLO DALAM PUISI
Oleh: Ratna Ayu Budhiarti

Solo dalam Puisi

Seorang perempuan mengenakan kain batik dan berkerudung hijau melenggak-lenggok, sesekali menembang lagu Jawa dan membaca puisi berjudul Mengkaji Bengawan dari buku Solo dalam Puisi di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo, Sabtu (22/02) malam. Ia bernama Nurni Chaniago, penari, penulis, sekaligus pengajar Seni Budaya di salah satu SMP di Klaten. Selain Nurni, sebelas penyair lainnya juga membacakan puisi yang terhimpun dalam buku yang sama.

Continue reading “BINGKAI SOLO DALAM PUISI”

Advertisements
bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kehidupan, motivasi, pariwisata, penghargaan, sastra

Peluncuran ‘Solo dalam Puisi’, Ada Romantisme, Tragedi, dan Komedi


tulisan dimuat di Timlo.net 23 Februari 2014 | 8:38

Dok.Timlo.net/ Heru Murdhani

Dok.Timlo.net/ Heru Murdhani

Musikalisasi Puisi saat Peluncuran Antologi Puisi ‘Solo dalam Puisi’ di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Sabtu (22/2) malam.

tempat di mana jati diri kota pernah bingung
sampai akhirnya menemukan kata sinuwun
para kawula tak sepenuhnya tahu

Solo — Itulah petikan puisi berjudul Dari Manahan Sampai Pasar Gede karya Yuditeha. Dengan gitar oblong, penyair Solo ini melagukan puisinya yang dimuat di Antologi Puisi ‘Solo dalam Puisi’ di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Sabtu (22/2) malam.

Pemanggungan puisi malam itu cukup variatif, ada tarian puisi oleh Nurni Chaniago, musikalisasi puisi bergaya ngepop ceria dari Bandung, musikalisasi puisi oleh Komunitas Sae Sanget Probolinggo, serta pantomim puisi oleh Teater Sirat yang bikin penikmat sastra tertawa terpingkal-pingkal. Penampilan mahasiswa IAIN Surakarta di penghujung acara ini seolah menafsirkan, bahwa pemanggungan puisi tak harus dengan musik bernada dasar minor atau ekspresi kesedihan.

Koordinator acara, Indah Darmastuti mengatakan peluncuran antologi puisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Sastra Solo 2014, yang digelar selama 2 hari, mulai 22 Februari 2014 hingga 23 Februari 2014. ”Kami ingin memberikan apresiasi tersendiri kepada Kota Solo, sehingga kami membuat dan meluncurkan antologi puisi ini,” ungkapnya kepada Timlo.net sesaat seusai peluncuran.

Continue reading “Peluncuran ‘Solo dalam Puisi’, Ada Romantisme, Tragedi, dan Komedi”