bahasa, budaya, buku, cinta, motivasi, pendidikan, renungan, sastra, seni

MENGENDUS AROMA DI LUAR GONGGONGAN DEA


Judul Buku                : Bakat Menggonggong
Jenis                           : Kumpulan Cerpen
Penulis                       : Dea Anugrah
Penerbit                     : Mojok, Yogyakarta
Cetakan                     : Ketiga, September 2017
Tebal                          : viii + 114 halaman
ISBN                          : 978-602-1318-59-1
Peresensi                   : Stebby Julionatan *)

 

Dea Anugrah pandai menggonggong.

Ya, Jika kau wartawan, cerpen-cerpen Dea Anugrah dalam Bakat Menggonggong seperti narasumbermu yang meracau. Ketika ditanya, “Bagaimanakah kau menghentikan kesedihan Wanda, Rik?”, sebagai balasannya, Rik, narasumbermu itu, akan terlebih dahulu berbicara mengenai mengenai sejarah keluarganya yang berasal dari kekaisaran Utsmani di Timur Tengah, lalu beralih tentang cuaca malam itu yang sangat gerah, tentang gaun yang Wanda kenakan, rimpel warna biru yang Rik nilai menambah kecantikannya. Tak sampai di sana, sebelum menjawab dengan tegas dan lurus pertanyaanmu, kisah Rik masih menumpang pada bentuk sayap kupu-kupu aneh yang ia jumpai pagi tadi, dan turut mengapung pada sepoi angin di sekitar kalian, sebelum akhirnya mendarat halus pada kesimpulan yang membuatmu gemas: Rik tak kunjung menjawab pertanyaanmu! Hahahahaha.

Intinya, jika kau penggemar cerita yang bermuatan pesan moral, segera tutup dan lemparkanlah kumpulan cerpen ini ke tempat sampah. Sebab untuk mengetahui maksudnya, apalagi muatan moralnya (itupun kalau ada), kau harus tetap fokus. Jangan terpancing oleh sayap-sayap cerita yang dihadirkan oleh bocah kelahiran Bangka, ini. Karena, kalau sedikit saja perhatiammu teralihkan, maka yang kau dapati adalah kehampaan. Busa-busa obrolan yang tak kau tahu kapan selesainya. Karena, seperti yang kusampaikan di awal tulisan, lelaki kelahiran Pangkal Pinang, 27 Juni 1991 ini begitu memukau. Selain karena ketampanannya, ia pandai menggonggong.

Continue reading “MENGENDUS AROMA DI LUAR GONGGONGAN DEA”

Advertisements
berita, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, hobby, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pariwisata, pendidikan, penghargaan, sastra, spiritualitas

Perkawinan Sastra di Atas Angin


dimuat di Jawa Pos, Selasa, 24 Juni 2014, halaman 44. pementasan NAA - Jawa Pos 24 Juni 2014

bahasa, budaya, buku, cinta, keseharian, motivasi, penghargaan, sastra, seni

KISAH KETIGA BELAS YETI KARTIKASARI


Secangkir Kopi di Suatu Senja

SELALU saja ada yang kutunggu-tunggu. Ya, sebuah moment ketika seperti mengulang jatuh cinta pertama kali seperti belasan tahun lalu. Manakala perasaan berdentum-dentum menguarkan semacam debaran aneh yang tak tereja apa maknanya. Seperti cemburu meletup-letup, tetapi indah. Seperti rindu dengan kekasih yang telah lama melewatkan malam minggu berdua saja.

Bila rasa itu bergelinjang lincah, maka satu-satunya cara adalah menepi. Ya, memilih pelahan berjingkat meninggalkan keriuhan, lalu sepasang mata ini akan menjelajah. Seperti pemburu dengan senapan angin di tangan kanan. Seperti pelukis yang rindu dengan kanvas dan kuas. Seperti pekerja kantoran yang mata dan jari-jemarinya tak pernah sejengkal berlalu dari tabung pintar yang kini dapat dijinjing dan cakap mengolah jutaan data. Aku seperti mereka yang menahan rasa cinta menahun. Sakit namun indah. Pilu tetapi nikmat. Melankolis sekaligus romantis. Setidaknya bagiku.

Continue reading “KISAH KETIGA BELAS YETI KARTIKASARI”

bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, lingkungan hidup, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, sejarah, seni

Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Ditukar Kembali, Bukan Hanya Sekadar Hiburan (Sebuah Resensi)


Judul Buku    : Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Ditukar Kembali

Penulis         : Stebby Julionatan

Penerbit       : Bayumedia, Malang

Ukuran Buku : 13,5 x 20 cm, xvi + 80 hal

Cetakan       : Pertama, Januari 2012

ISBN            : 978-602-9136-73-9

Peresensi     : Argha Premana (21 tahun, single)

 

“Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Ditukar Kembali” adalah kumpulan 13 kisah penuh makna yang dikemas dalam buku berdesain sangat menarik. Memang tidak berlebihan bila pada endorsement yang saya berikan, saya berkata bahwa kisah-kisah yang tertulis dalam buku ini adalah kisah-kisah yang cerdas. Stebby Julionatan menyajikan kisah-kisah tersebut dengan bahasa yang gesit dan tepat guna. Semua makna yang terkandung di dalamnya, disampaikan bukan dengan penyodoran seperti halnya sebuah ceramah, melainkan dengan penyampaian terbuka yang membebaskan pembacanya memetik sendiri pesan yang terkandung di dalamnya, tanpa harus merasa digurui, tanpa harus merasa didikte.

 

Tiga belas kisah tersebut dibuka dengan sebuah puisi berjudul “Kunanti Hujan di Pucuk Musim Kemarau”. Stebby mengatakan bahwa puisi tersebut adalah sebuah prelude. Sebuah awal. Dan menurut saya, memang cocok diletakkan di awal, karena puisi yang ditulis pada 2 November 2007 ini, membawa saya pada suasana hati yang adem. Tentram. Saya tak banyak tahu tentang puisi, tetapi sepertinya saya tak salah bila mengatakan bahwa metafora-metafora yang termaktub dalam puisi ini, memang layak untuk dicicipi.

 

Kisah kedua, yang merupakan cerpen pertama dalam buku ini tertulis dengan judul, ”Cermin”. Dengan penuturan mirip sebuah dongeng, cerpen surealis ini secara simbolik menyampaikan sebuah pemikiran feminis dari seorang ibu, sebuah pesan, sebuah kekhawatiran, yang disampaikan kepada anak gadisnya. Penulis menganalogikan cerita tersebut dengan kisah penciptaan Adam dan Hawa, yang langsung disadur dari Al-Kitab. Perpaduannya menyiratkan sebuah makna yang mendalam. Cerpen ini membuat saya enggan menutup buku sejenak, walau untuk sekadar mengambil air minum, karena saya harus membaca kisah-kisah selanjutnya.

 

Continue reading “Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Ditukar Kembali, Bukan Hanya Sekadar Hiburan (Sebuah Resensi)”

bahasa, buku, cinta, hobby, motivasi, penghargaan, sastra, seni

beberapa endorsement untuk BARANG YANG SUDAH DIBELI TIDAK DAPAT DITUKAR KEMBALI


Biarkan puisi dan cerpen yang ada dalam buku ini merasuki jiwamu dalam pembacaanmu. Akan kau temukan makna yang membekas dalam dirimu bahwa Stebby Julionatan punya kekuatan dalam karya tulis kreatifnya yang betul-betul kreatif. Ia tulis hal biasa yang mudah ditemui dalam keseharian hidup sehari-hari dengan cara yang tidak biasa, berbagai cara.

Yonathan Rahardjo, penulis Novel “Lanang”, “Taman Api” dan Kumcer “13 Perempuan”, pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006.

Kumpulan cerpen ini berisi penggalan-penggalan cerita yang mungkin terjadi pada kita sehari-hari. Namun tiap cerita memiliki daya tarik dan kedalaman tersendiri. Paduan emosi yang skizofrenik di tiap cerita membuat kumpulan cerpen ini menjadi sebuah untaian harmoni yang menghanyutkan.

Calvin Michel Sidjaja, penulis novel Juktaposisi, Pemenang 3 Sayembara Novel DKJ 2006

Kiranya, beginilah cerpen yang berbalut tradisi dongeng dan wacana modernitas.

Indra Tjahyadi, penyair, dosen Filsafat dan Semiotika di Universitas Panca Marga Probolinggo.

Continue reading “beberapa endorsement untuk BARANG YANG SUDAH DIBELI TIDAK DAPAT DITUKAR KEMBALI”