budaya, cinta, hobby, kehidupan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, penghargaan, renungan, sejarah

Yoke Arifah, MC Segala Bisa


Suka atau tidak, setuju atau tidak, di dunia per-MC-an Kota Probolinggo, nama Oke (biasa dipanggil Mbak Oke) sudah menjadi legenda. Gayanya yang kenes, ceplas-ceplos dan usil menjadikan acara apapun yang ia kemudikan, jadi meriah. Ia benar-benar menjadikan acara tersebut “miliknya”.

253223_577876698900084_1229159005_n

Ya, programer dan penyiar senior Suara Kota ini hapal segala hal yang harus ia sampaikan; apa-apa saja kelebihan produk yang tengah ia bawakan, siapa saja nama-nama undangan yang hadir, sampai hal-hal kecil yang sebelumnnya tak kita pedulikan atau sadari -seperti hari ulang tahun atau zodiak pemilik acara, ia lahap habis semuanya. Hebat kan?

Dan itu semua dilakukannya di luar kepala. Sekali lagi, di luar kepala! Benar-benar tanpa teks. What an amaze!

Jujur harus saya akui, secara pribadi saya banyak menyerap ilmu darinya, terutama ketika saya diwajibkan memandu program siar Laporo Rek!, program yang dulunya ia create dan gawangi. Thank you so much, Sista!

Dan berikut adalah wawancara saya dengan pemilik nama asli Yoke Arifah ini: Continue reading “Yoke Arifah, MC Segala Bisa”

bahasa, berita, bisnis, budaya, buku, cinta, hobby, keseharian, motivasi, pemerintahan, penghargaan, seni

ADIEN GUNARTA, TAKLUKAN DUNIA LEWAT SENI FONTASI


Pemuda berikut yang begitu ingin saya kulik profilnya adalah Adien Gunarta, seorang seniman font asal Probolinggo yang namanya sudah mendunia. Serius! Ya, kalau Anda pernah menyaksikan film Despicable Me, dan mengamati ada salah satu bagian bangunan bertulis Eagle Hair Club, itu adalah font karya mahasiswa semester akhir jurusan Komunikasi, Universitas Airlangga ini.

Sedikit menelusur ke belakang, pertemuan awal kami berlangsung pada ajang pemilihan duta wisata. Dia, Adien Gunarta, tampil sebagai juara pertama, Kang Kota Probolinggo 2012. Tapi jujur, saya tidak begitu terpukau pada prestasinya di sana. Saya terpukau pada pemuda ini ketika menemui dan membaca tulisannya di Radar Bromo yang berjudul Rebelion. “Hmmmm… ternyata dia bisa menulis ya,” ungkap saya saat itu. Tulisan yang di kemudian hari saya minta, dan saya terbitkan dalam bentuk kumpulan cerpen Komunitas Menulis (Komunlis).

Dan kebanggaan itu terus berkembang sampai saat ini ketika melihat beragam kemajuannya yang pesat; ia pernah menjadi tokoh muda pilihan Jawa Pos 2014 lho, termasuk menjadi founder dari bisnis souvenir miliknya, Kacapuri.

foto Adien Gunarta

Continue reading “ADIEN GUNARTA, TAKLUKAN DUNIA LEWAT SENI FONTASI”

cinta, motivasi, pendidikan, renungan, sejarah

KI DAN RELAWAN EUFORIA


 

Tak lama lagi Kelas Inspirasi (KI) Probolinggo #3 akan digelar. Tepatnya 2 Mei 2017, atau tepat di Hari Pendidikan Nasional.

Ini menarik untuk dibahas, sebab seminggu lalu (18/4), salah seorang relawan yang berprofesi sebagai project manager dari Jakarta mengirim email blast pada relawan lainnya mengenai ketidaksukaannya pada saya sebagai panitia yang ditempatkan di SDN Kropak 2, tempatnya nanti mengajar.

Tak hanya email blast, lewat akun instagram pribadinya @andiniiiy, ia pun mengunggah kata-kata songong dan kurang ajar saya dengan mention “Coba ini dikondisikan ya kaka kaka panitia yang saya hormati. Hahahahahaa PANLOK SDN 1 KROPAK PROBOLINGGO”

Maafkan dia, mungkin karena begitu jengkelnya dengan sikap saya, Mbak Andini sampai salah sebut nama sekolah. Dan berikut, saya tampilkan apa yang beliau sebar tanpa saya kurangi sedikit pun:

 

Continue reading “KI DAN RELAWAN EUFORIA”

budaya, buku, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pariwisata, pemerintahan, pendidikan, renungan

PEMUDA HARUS PUNYA 2 HAL


Postingan blog saya ini terinspirasi oleh tulisan Noorman Pasaribu di ruang.gramedia.com. Tapi tentu saja, demi menyelaraskannya keseluruhan konten yang ada di blog saya, saya menambahkannya dengan unsur kedaerahan… dengan unsur ke-Probolinggo-an.

Ke-Probolinggo-an yang saya maksud adalah mencari dan mewawancarai pemuda-pemuda terbaik (baik di kawasan kota maupun kabupaten) Probolinggo, yang menurut saya hitz. Yakni, mereka yang tak hanya cerdas dan berintelegensi di atas rata-rata namun juga “Takut akan Tuhan”. Pemuda yang tak hanya memikirkan keberhasilan dan kesuksesan dirinya sendiri, tapi juga ia yang menaruh hatinya untuk Probolinggo. Pemuda yang peduli pada keadaan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, memikirkan perkembangan dan kemajuan kotanya, termasuk juga kelestarian lingkungannya. Ia… pemuda yang tak hanya “cakep” secara fisik, namun juga dari hati dan mampu memotivasi orang lain untuk berbuat “lebih” seperti dirinya.

Semoga Anda menikmatinya! 😀

Marom

Well, di edisi perdana ini saya mewawancarai Lailul Marom (24), pendiri wisata snorkeling Gili Ketapang. (Sebagai informasi, saat ini di Pulau Gili Ketapang – Probolinggo sudah banyak jasa penyedia layanan snorkeling, namun bagi saya Gili Ketapang masih yang terbaik)

Continue reading “PEMUDA HARUS PUNYA 2 HAL”

budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, renungan, sastra

MENDEKATKAN LITERASI PADA EKONOMI KREATIF


Catatan Mengenaskan Bangsa

Sebuah catatan lembaga survey UNESCO (United Nations of Education Society and Cultural Organization) tahun 2011 menemukan fakta bahwa index membaca masyakarat Indonesia hanyalah 0,001. Ini berarti dari 1000 jiwa penduduk Indonesia, hanya ada 1 orang yang hobi baca. Menggenaskan bukan? Survey tersebut menguatkan temuan UNDP (United Nations Development Programs) di tahun 2010, dimana Human Developmen Indeks  Indonesia masih berada di peringkat 112 dari 175 negara.

Mengapa hal tersebut terjadi? Mengapa manusia Indonesia jauh dari buku? Mengapa juga profesi pengarang tidak dilirik? Ia jauh dari hiruk pikuk dunia mode dan trend. Ia tidak berkilau. Kalah jauh dengan artis papan iklan atau bintang sinetron di televisi. Mengenaskan, bukan?

Bagi saya jawabannya adalah, karena profesi tersebut tidak secara langsung mendatangkan keuntungan. Ya, manusia suka keuntungan. Termasuk dalam berprofesi, ia suka melihatnya dari kacamata untung rugi. Keuntungan di sini tidak hanya berarti materi, tetapi juga eksistensi, kebanggaan, dan pujian dari masyarakat sekitar.

Diakui atau tidak, manusia itu suka melihat hal-hal yang cantik, manusia itu suka kalau dirinya dikagumi. Continue reading “MENDEKATKAN LITERASI PADA EKONOMI KREATIF”

cinta, film, keseharian, motivasi, renungan

BELLE


Saya sampai dua kali datang ke Pasuruan, hanya untuk menonton Beauty and The Beast. Ya, kisah Belle, seorang putri petani yang diperankan oleh Emma Watson ini seolah mewakili keadaan saya: Terkukung di sebuah kota kecil!
.
Belle dikisahkan tinggal di pinggiran kota Paris, ia akrab dengan buku, namun hal itulah yang justru membuatnya tampak aneh di mata penduduk desanya. Ya, di kala gadis lain gemar berdandan, dia gemar membaca dan berkhayal. Di kala anak-anak perempuan seusianya mengalami kekhawatiran akan pasangan hidup –hingga berebut perhatian Gaston, ia malah menolak Gaston mentah-mentah. She want more! Ia ingin sesuatu yang lebih dari sekedar kehidupan “provincial life”.
.
bahasa, budaya, buku, cinta, kemanusiaan, motivasi, sastra

ADIOS AMIGO, SUPERNOVA!


Judul Buku               : Supernova Episode “Intelegensi Embun Pagi”
Jenis                           : Novel
Penulis                      : Dee Lestari
Penerbit                    : Bentang
Cetakan                     : Pertama, Februari 2016
Tebal                         : xiv + 710 halaman; 20 cm
ISBN                           : 978-602-291-131-9
Peresensi                  : Stebby Julionatan *)

 Intelegensi_Embun_Pagi

            Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Ruben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.

Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.

Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang beernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas. Hidup tak pernah sama lagi.

*****

Intelegensi Embun Pagi (IEP) adalah seri pamungkas dari keseluruhan novel serial Supernova. Tentu, kehadirannya di penghujung Februari ini sangatlah ditunggu oleh penggemar Dee –orang-orang yang menyebut diri mereka adDeection.

Begitu IEP ada di tangan, para pembaca setia serial ini pasti akan bertanya-tanya: Bagaimana kelanjutan nasib Diva? Di mana sebenarnya ia menghilang selama ini? Apakah Kell Savara atau Ilfiltran? Bagaimakah dia bisa bangkit dari kematian? Atau sekedar pertanyaan simpel soal romansa segitiga Diva-Ferre-Gio, “Di akhir, Diva akhirnya jadian sama siapa ya? Sama Gio ataukah sama Ferre?”

Continue reading “ADIOS AMIGO, SUPERNOVA!”

bahasa, berita, budaya, buku, cinta, kemanusiaan, keseharian, motivasi, penghargaan, renungan, sastra

Kisah Cinta Melalui Dialog Puisi


oleh: Hermawan Aksan *)

Buku yang ditulis dua orang (atau lebih) bukan hal aneh. Antologi sejumlah pengarang sudah biasa. Satu novel yang ditulis lebih dari satu orang juga banyak kita temui. Tapi buku Biru Magenta ini unik, setidaknya jarang ditemui: kolaborasi dua penulis yang berdialog panjang melalui puisi.

Biru adalah sosok lelaki, sedangkan Magenta perempuan. Kenapa Biru? “Karena Biru adalah langit yang selalu melingkupimu. Langit yang tak pernah lelah atau mengeluh meski terkadang kau menjauh. Pergi. Tak jenak pada ranah mana kau berdiri.” Dan kenapa Magenta? “Sebab akulah Merah yang mengandungmu. Magenta adalah cinta. Magenta adalah luka. Magenta adalah wujud aku dan juga kamu. Sebua kompleksitas penyatuan yang menjelma dalam keluguannya yang muda. Magenta, sinar yang menyala pada kelam biru malam. Magenta, membuat segalanya berbaur dan tertukar.”

Continue reading “Kisah Cinta Melalui Dialog Puisi”

bahasa, budaya, buku, cinta, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pendidikan, penghargaan, sastra, seni

Sebab Kita Tak Setabah Daun


Oleh: Hardi Alunaza Saradiwa*)
(dimuat di Tribun Jogja. Minggu, 16 Agustus 2015)

Pada umumnya buku kumpulan puisi bercerita dengan bagian yang terpisah antara halaman satu dengan halaman yang lainnya, baik dari segi judul maupun makna yang terkandung dari diksi yang disuguhkan kepada pembaca. Berbeda dengan buku Biru Magenta ini. Buku ini merupakan sebuah buku kumpulan puisi yang mengisyaratkan percakapan antara Biru dan Magenta yang dari setiap judul halaman yang tersedia saling bersambung, melengkapi dan terasa hidup dalam percakapan yang tertuang. Biru diumpamakan seperti langit yang selalu melingkupi orang tersayang dan Magenta adalah cinta yang menyala pada kelamnya biru malam. Keduanya saling berujar tentang cinta, kasih sayang dan kerinduan dengan bahasa yang sangat terbuka, terlalu jujur. Mengambil latar tempat seperti Malang, Jakarta, Probolinggo, dan Solo, Biru dan Magenta mengajak kita merenungkan perjalanan masa lalu serta kenangan yang telah terabadikan. Kita seolah diberikan ruang untuk menyuarakan jutaan perasaan yang pernah datang dan hinggap dalam ruang kehidupan.

 

Continue reading “Sebab Kita Tak Setabah Daun”

bahasa, berita, budaya, buku, cinta, cinta tanah air, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pendidikan, penghargaan, renungan, sastra, spiritualitas

MEMBACA BIRU MAGENTA, MEMBACA BENTENG BADAI LEMBUT PERTUKARAN RASA


Membaca buku puisi Biru Magenta adalah membaca amuk perasaan namun lembut. Lembut tapi ada api dan amuk. Apalagi dihasilkan oleh dua sisi penyair yaitu Stebby Julionatan dalam Birunya dan Ratna Satyavati dengan Magentanya. Dua pilihan warna ini awalnya sederhana dan mudah diingat oleh kita yang punya kesepakatan tentang makna warna. Simbol warna itu mengingatkan saya bila berada di toko perlengkapan bayi, biasanya kita akan diberi pilihan warna biru untuk bayi laki-laki dan merah muda untuk bayi perempuan. Meski tak persis betul dengan Biru Magenta, karena merah muda bukan magenta.

Biru tentu mengingatkan kita pada langit dan lautan, meski ada langit tak biru, meski ada laut tak biru. Sedang magenta adalah seesuatu yang sepi sendiri, karena itu warna pertumpahan darah di bumi. Tapi sesekali ada langit atau laut berwajah magenta. Dan pertemuan biru dan magenta yang menjadi langit magenta, atau pertemuan yang dihasilkan laut magenta, maka begitulah saya membaca puisi Biru Magenta ini. Moment pertemuan Biru dan Magenta adalah pertemuan yang jarang. Seperti gerhana, munculnya pelangi, adalah peristiwa alam yang khusus. Maka kita pun akan merayakannya, seperti juga puisi Biru Magenta ini.

Continue reading “MEMBACA BIRU MAGENTA, MEMBACA BENTENG BADAI LEMBUT PERTUKARAN RASA”