Archive for the bisnis Category

ADIEN GUNARTA, TAKLUKAN DUNIA LEWAT SENI FONTASI

Posted in bahasa, berita, bisnis, budaya, buku, cinta, hobby, keseharian, motivasi, pemerintahan, penghargaan, seni with tags , , , , , on June 10, 2017 by BonX

Pemuda berikut yang begitu ingin saya kulik profilnya adalah Adien Gunarta, seorang seniman font asal Probolinggo yang namanya sudah mendunia. Serius! Ya, kalau Anda pernah menyaksikan film Despicable Me, dan mengamati ada salah satu bagian bangunan bertulis Eagle Hair Club, itu adalah font karya mahasiswa semester akhir jurusan Komunikasi, Universitas Airlangga ini.

Sedikit menelusur ke belakang, pertemuan awal kami berlangsung pada ajang pemilihan duta wisata. Dia, Adien Gunarta, tampil sebagai juara pertama, Kang Kota Probolinggo 2012. Tapi jujur, saya tidak begitu terpukau pada prestasinya di sana. Saya terpukau pada pemuda ini ketika menemui dan membaca tulisannya di Radar Bromo yang berjudul Rebelion. “Hmmmm… ternyata dia bisa menulis ya,” ungkap saya saat itu. Tulisan yang di kemudian hari saya minta, dan saya terbitkan dalam bentuk kumpulan cerpen Komunitas Menulis (Komunlis).

Dan kebanggaan itu terus berkembang sampai saat ini ketika melihat beragam kemajuannya yang pesat; ia pernah menjadi tokoh muda pilihan Jawa Pos 2014 lho, termasuk menjadi founder dari bisnis souvenir miliknya, Kacapuri.

foto Adien Gunarta

Continue reading

SEMIPRO NAIKKAN PENDAPATAN PKL HINGGA 150%

Posted in berita, bisnis, cinta, cinta tanah air, kemanusiaan, keseharian, pemerintahan, penghargaan with tags , , , , on June 30, 2014 by BonX

Berkat Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro), pendapatan Pedagang Kaki Lima (PKL) naik hingga 150%, bahkan lebih. Hal ini disampaikan oleh Koordinator PKL, Alifaturohman saat diwawancarai Link Go seminggu setelah helatan Semipro 2014, Sabtu (28/6) lalu.

Alip, panggilan akrab Alifaturohman, mencontohkan Luk, pedagang nasi jagung asal Wonoasih, yang sehari-hari penghasilan kotornya Rp. 500.000,-/hari, lewat Semipro penghasilannya naik menjadi Rp. 1.500.000. Atau Ina, pedagang gorengan asal Wonoasih, yang biasanya juga berpenghasilan Rp. 500.000,- naik menjadi Rp. 2.000.000,-

Continue reading

MISNALEM: BERHARAP PEMERINTAH LEBIH SERING AJAK PAMERAN

Posted in berita, bisnis, kehidupan, kemanusiaan, keseharian, motivasi, pemerintahan with tags , , , , on May 5, 2014 by BonX

Tak perlu bingung lagi untuk mencari oleh-oleh khas Probolinggo. Salah satunya, Anda bisa datang ke UKM. Rengginang Barokah yang beralamat di Jl. Cokroaminoto VIII/161 ini. Di samping produk olahan rengginang yang sudah menjadi ciri khasnya, UKM sudah berdiri sejak 1982 ini juga yang menyediakan berbagai penganan seperti kerupuk ikan tengiri, kerupuk gandum, keripik pisang, keripik tales, stik susu, kuping gajah, kembang goyang dan bagiak.

Jum’at (2/5) lalu, seorang pria yang tingginya hanya sekitar 150 centimeter menyapa kami dengan ramah setibanya kami di tempat itu. Dialah Misnalem (35), pemilik usaha Pusat Oleh-Oleh dan UKM. Rengginang Barokah yang dia warisi dari ibunya, Ny. Alilah, di tahun 2000.

Kepada Link-Go, Misnalem menceritakan suka dukanya dalam mengembangkan industri rumah tangga yang fokus di penganan ringan tersebut.

“Sukanya ya kalo banyak pesanan. Bisnis lancar. Bisa bayar yang rewang (membantu, red.) tepat waktu. Melihat mereka sejahterah,” ungkap pria kelahiran Probolinggo, 26 Februari ini, mengawali wawancaranya dengan Link-Go.

“Dukanya bisnis gini ya kalo pas waktu musim hujan. Kan bahan baku tidak bisa dijemur. Jadi harus menggunakan kompo, dioven. Padahal permintaan dan tuntutan pasar jalan terus. Tidak bisa tidak,” imbuh Misnalem kemudian.

Melihat rumah dan ruang usahanya yang kini sudah disulap menjadi galeri pusat oleh-oleh, Link-Go pun bertanya mengenai awal mula ia dan Ny. Alilah merintisnya.

“Dulu ibu memulai usaha dari jualan bekeliling. Terus begitu sudah mulai banyak pesanan, maka kita mulai juga produksi untuk memenuhi permintaan pesanan tersebut. Masih diplastik-plastik. Belum dikemas cantik seperti ini,” kenang Misnalem melanjutkan penjelasannya.

“Baru, sejak berpartner dengan Dinas Pertanian dan Diskoperindag (Dinas Koperasi, Perindustiran dan Perdagangan, red.), kami mendapatkan banyak pelatihan. Sehingga seperti inilah jadinya sekarang. Produk kami hadir dengan kemasan yang cantik dan dipasarkan dengan teknik yang cantik pula,” imbuhnya lagi.

Misnalem termasuk orang yang pendiam. Kalau tidak ditanya, pria yang baru menikah pada awal Juli 2013 ini cenderung memilih untuk diam. Maka Link-Go pun kembali bertanya soal lokasi usahanya. Kok usahanya tidak dipindahkan di tepi jalan, Pak? Apa tidak sayang kalau tidak banyak yang melihat?

“Biar harga tetap terjangkau,” jawab Misnalem. “Kalau kami harus sewa kan harga sebungkus kerupuk gandum ini misalnya, bisa jadi Rp. 7000,-/bungkus. Padahal biasanya, kami menjualnya hanya Rp. 6.000,-, ” jawab pria yang mulai mengembangkan usahanya dalam bentuk pusat oleh-oleh di tahun 2009 ini.

Dan memang alasannya tepat. Harga rengginang rasa tengiri produksi UKM. Barokah memang terkenal yang paling murah di kelasnya. Sebut saja, untuk produk yang mentah, Misnalem menjualnya seharga Rp. 15.000,-/pak (netto: 500 gram). Sedang yang sudah matang, atau sudah digoreng, harganya hanya Rp. 9.000,-/kemasan (netto: 200 gram). Cukup murah bukan?

UKM. Barokah juga memangkas biaya produksinya dengan jalan menjalin kerjasama dengan UKM-UKM lainnya dan meminimalisasi jumlah karyawan.

“Seperti yang sampean lihat di sini, ini yang asli produksi kami sendiri cuma rengginang. Tapi kami kerjasama dengan UKM yang ada di sekitaran Probolinggo dan luar kota, seperti Malang misalnya, agar varian produk yang bisa dipilih oleh para pembeli di pusat oleh-oleh ini bisa beragam. Ada timbal balik dengan beberapa centra produksi. Kami memasarkan produk mereka yang kami kemas ulang, dan mereka pun memasarkan produk kami,” jelas putra ketiga Ny. Alilah ini.

Kami, masih menurut Misnalem, hanya punya 4 karyawan. Yakni, sudara dan anggota keluarga.

“Kami bersyukur, pemerintah sudah banyak memberikan pelatihan. Tapi kami berharap untuk selanjutnya pemerintah bisa turut memperhatikan bagaimana pemasaran produk-produk industri kecil seperti kami. Dengan lebih sering diikutkan pameran misalnya, sehingga produk kami bisa dikenal lebih luas lagi,” harap Misnalem saat mengakhiri wawancaranya dengan Link-Go, siang itu. (tby)

UMK 2014 NAIK SIGNIFIKAN

Posted in berita, bisnis, kemanusiaan, pemerintahan, penghargaan, politik with tags , , , , , , on December 20, 2013 by BonX

Penerapan Pergub No. 78 Tahun 2013 tentang Upah Minimum Kota/Kabupaten di Jawa Timur 2014, memancing banyaknya reaksi unjuk rasa dari para pekerja. Uniknya, hal tersebut tidak berlaku di Kota Probolinggo. Apakah sebabnya?

“Kota Probolinggo punya lembaga triparteid, yang terdiri dari unsur Pemerintah, dalam hal ini Disnaker, serikat pekerja (SPSI) dan pengusaha (Apindo). Secara rutin kami bertemu mengantisipasi permasalahan. Jadi sebelum masalah-masalah tersebut mencuat, kami sudah menuntaskannya,” jelas Sudarsono, Kabid Hubungan Industri dan Syarat Kerja di Disnas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Probolinggo saat Link-Go menemuinya di ruang kerjanya, Selasa (10/12) lalu.

Continue reading

MPS2 MASIH PRO RAKYAT

Posted in berita, bisnis, budaya, cinta, cinta tanah air, kehidupan, kemanusiaan, motivasi, pariwisata, pemerintahan with tags , , , , , on December 20, 2013 by BonX

Boleh jadi omzet rata-rata gelaran Morning on Panglima Sudirman Street (MPS2) tahun ini merosot tajam jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, namun rupanya gelaran ini masih sangat diminati dan diharapkan kehadirannya oleh warga Kota Probolinggo, termasuk para PKL yang memang sangat menikmati keuntungan dari gelaran yang hadir tiga bulan sekali ini.

“Tahun lalu, omzet rata-rata MPS2 mencapai Rp. 334.526.125,-. Namun di tahun ini, besarannya hanya Rp. 182.922.000.-,” ujar Yoga Adetya, staf Data dan Litbang, Bappeda Kota Probolinggo saat ditemui Link-Go, Senin (25/11) lalu, di ruang kerjanya.

Continue reading

HELAT LOMBA MODEL SEBAGAI TONGGAK WADAH KREATIF

Posted in berita, bisnis, budaya, cinta, cinta tanah air, hobby, kehidupan, motivasi, pariwisata, pendidikan, penghargaan, renungan, sejarah, seni with tags , , , , on September 4, 2013 by BonX

Diterpa sorot lampu dan kilatan blitz kamera, ratusan model berlenggak-lenggok dengan luwes di atas red carpet yang digelar begitu saja di pelataran Museum Probolinggo. Sesekali mereka tampak berpose untuk memanjakan mata dewan juri dan para fotografer yang hadir.

 

a part of Kang Yuk Management talent...

a part of Kang Yuk Management talent…

Tepat di Hari Jadi Kota Probolinggo, Paguyuban Kang dan Yuk Kota Probolinggo punya gawe gedhe. Bertajuk Probolinggo Next Top Model, lomba modeling yang dihelat di Museum Probolinggo pada Rabu (4/9) malam lalu, sekitar pukul 19.00 WIB, berlangsung dengan meriah. Lomba ini juga menandai lahirnya Kang Yuk Management (KYM) sebagai sebuah wadah bagi para alumnus ajang pemilihan duta wisata untuk mengembangkan bakatnya.

“Hal ini sudah saya impikan sejak lama, namun baru bisa terealisasi sekarang,” ujar Jaka Mahendra, Direktur Kang Yuk Management kepada Link-Go.

Ide mengenai KYM sendiri, seperti yang disampaikan oleh Jaka Mahendra, bermula sejak dirinya terpilih sebagai Kang Persahabatan dan sekaligus Ketua Paguyuban Kang Yuk di tahun 2008.

“Tujuannya adalah sebagai unit usaha mandiri, di luar paguyuban, yang berusaha mengembangkan bakat para anggotanya pada sisi ekonomi kreatif. Kasarannya, lewat wadah ini kita menjual bakat-bakat yang kami miliki. Kan sayang, mas, punya banyak bakat, banyak talenta, tapi tidak terekspose dengan baik,” sambung pria yang lahir pada 23 Mei 1987, saat mengungkapkan ikhwal dirinya mendirikan KYM.

Continue reading

TUTUP TELINGA PADA RIUHNYA BUKU-BUKU MOTIVASI!!!

Posted in bisnis, budaya, buku, keseharian, motivasi, renungan with tags , , , , , , , , on July 14, 2013 by BonX

(terinspirasi dari tulisan Mas Sulak mengenai Para Jawara di Ruang Putih minggu ini…)

“Apakah aku perlu membeli buku ini,” ujar Rifqi, salah seorang sahabat baikku, ketika kemarin kami sama-sama berkunjung ke toko buku, sambil menunjukkan sebuah buku motivasi yang belakangan ini sangat laris di pasaran.

Sontak hal tersebut mengingatkanku pada kunjungan salah seorang kawan beberapa waktu silam. Namanya Jamal. Ia adalah seorang enterpreneur muda yang bergelut di bidang bisnis buku secara online.  Dan saat kunjungannya itu, Jamal sedang mengantarkan buku pesananku, satu set novel tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Jamal yang menganggap koleksi buku-bukuku sebagai harta karun, terhenyak dan berkata: “Mas, kamu nggak suka buku-buku motivasi ya?” Aku tersenyum hambar karena memang aku tidak hobi untuk membaca apalagi mengkoleksi buku-buku how to dan motivasi.

Saya tidak membutuhkan buku motivasi!

Continue reading