ADIEN GUNARTA, TAKLUKAN DUNIA LEWAT SENI FONTASI


Pemuda berikut yang begitu ingin saya kulik profilnya adalah Adien Gunarta, seorang seniman font asal Probolinggo yang namanya sudah mendunia. Serius! Ya, kalau Anda pernah menyaksikan film Despicable Me, dan mengamati ada salah satu bagian bangunan bertulis Eagle Hair Club, itu adalah font karya mahasiswa semester akhir jurusan Komunikasi, Universitas Airlangga ini.

Sedikit menelusur ke belakang, pertemuan awal kami berlangsung pada ajang pemilihan duta wisata. Dia, Adien Gunarta, tampil sebagai juara pertama, Kang Kota Probolinggo 2012. Tapi jujur, saya tidak begitu terpukau pada prestasinya di sana. Saya terpukau pada pemuda ini ketika menemui dan membaca tulisannya di Radar Bromo yang berjudul Rebelion. “Hmmmm… ternyata dia bisa menulis ya,” ungkap saya saat itu. Tulisan yang di kemudian hari saya minta, dan saya terbitkan dalam bentuk kumpulan cerpen Komunitas Menulis (Komunlis).

Dan kebanggaan itu terus berkembang sampai saat ini ketika melihat beragam kemajuannya yang pesat; ia pernah menjadi tokoh muda pilihan Jawa Pos 2014 lho, termasuk menjadi founder dari bisnis souvenir miliknya, Kacapuri.

foto Adien Gunarta

Sebutkan tiga hal yang menggambarkan seorang Adien?

Kreativitas, keindahan dan aksara.

Apa yang memotivasi Adien mengikuti ajang Kang Yuk (Duta Wisata Kota Probolinggo)?

Dalam hidupku beberapa tahun lalu, memang agak acak karena aku cenderung jadi “yes man”. Jadi saat SMA, semua cowok di kelas IPS tidak ada yang mau jadi perwakilan untuk ikut ajang Putra Putri Smasa (SMAN 1 Probolinggo, pen). Untuk itu, kami, semua cowok IPS, agar tidak ada yang merasa jadi “korban”, secara sukarela mengikuti pemilihan tersebut. Eh, ndilalah, sana aku jadi Putra Smasa. Padahal aku bukan orang yang suka menjadi pusat perhatian. Terus, karena udah jadi Putra Smasa, ternyata wajib hukumnya untuk ikut pemilihan Kang Yuk Kota Probolinggo, ikutlah aku pemilihan Kang Yuk, eh jadi Kang Kota Probolinggo. Semuanya berjalan tanpa rencaca dan renjana; aku hanya mengikuti alur apa yang ada di depanku. Walaupun pada akhirnya aku belajar, untuk mulai menggunakan kata “tidak”.

Di mana kamu menghabiskan masa kecil? 

Di Probolinggo, tepatnya di Perumahan Sumber Taman Indah (STI) Blok U/5, Kota Probolinggo.

Ceritakan kebiasaan-kebiasaanmu di masa kecil dan hal apa yang mengingatkanmu pada masa kecil?

Aku paling suka berkebun, main di kali, basah-basahan dan menangkap ikan, menangkap kupu-kupu, belalang dan serangga lainnya.

Apa yang memotivasi Adien untuk menggeluti dunia desain font?

Awalnya, gemar melihat huruf. Lalu, aku seperti bisa melihat dan menghargai cantiknya huruf.

Kalau ditanya Adien seorang penulis atau desainer font, di manakah posisi Adien?

Aku lebih suka memperkenalkan diri sebagai mahasiswa, karena terang tertera pada kartu mahasiswa. Hehehe…

Desainer grafis (jawabnya setelah jedah yang lumayan panjang). Untuk keahlian tulis menulis dan perancangan fontasi sebenarnya masih dalam tahap amatir. Dalam arti, aku belum menghasilkan uang yang cukup dari dua bidang tersebut. Hanya sebatas penyaluran ekspresi diri dan sebagai bentuk sumbangan terhadap masyarakat

Bagaimana Probolinggo mempengaruhi Adien dalam berkarya? 

Dalam fontasi-fontasiku hanya beberapa saja mungkin yang ada hubungannya dengan keprobolinggoan. Ada fontasi bernama Probolinggo, Madura, dan New Madura. Tapi itu pun sebatas nama saja, tidak dirancang dengan ilham rupa dari sesuatu yang aku lihat di Probolinggo. Ilhamku dalam berkarya kebanyakan dari internet.

Buku apa yang kamu baca saat kecil?

Cerita nabi dan rasul, atau siksa neraka. Waktu kecil tidak terlalu suka baca buku. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar, atau berketerampilan.

Dari sekian banyak prestasi yang Adien miliki, prestasi apa yang paling berkesan?

Tiap prestasi itu berkesan, tetapi setelah berhasil dicapai jadi tidak berkesan lagi. Kalau saat ini ditanya yang mana yang paling berkesan, aku bingung. Mungkin jawabannya adalah bikin Kacapuri, karena Kacapuri selalu berkesinambungan. Tidak ada kata selesai atau sudah. Kacapuri selalu punya kesempatan untuk berkembang.

12821348_10153877554662557_8297505331834812143_n

Karya Kacapuri Adien Gunarta untuk buku saya. Makasih ya, Kak…

Apa yang Adien bayangkan dan harapkan bagi generasi muda Probolinggo?

Banyak pemuda Probolinggo yang bermutu tinggi, kreatif, cerdas dan berprestasi. Sebagian dari mereka berkembang dan melanglang buana di luar kota. Saya tidak banyak mengetahui perkembangan di dalam Kota Probolinggo, sehingga tidak mau banyak berkomentar.

Iklim kepemudaan di Probolinggo mungkin tidak terlalu mendukung seperti layaknya Surabaya atau Malang. Jujur, yang ada di bayanganku ketika mendengar kata “Pemuda Probolinggo” adalah mereka yang menghabiskan waktu luang di pelabuhan. Hehehehe… Meski nyatanya aku juga cukup sering menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di pelabuhan.

Soal harapan, harapanku pemuda Probolinggo bisa lebih intens berjejaring. Berkomunitas dan menghabiskan waktu luang untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. _stebbyjulionatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: