80 AKSEPTOR IKUTI KB MASAL


Dalam meperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke-656, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Probolinggo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kota setempat melaksanakan kegiatan gratis pelayanan KB . Dengan metode steril pada wanita (MOW) dan steril pada pria (MOP), kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (10/10) lalu di RSUD dr. Moh. Saleh sejak pukul 7 pagi tersebut diikuti oleh 80 akseptor.

“Jujur saya tidak menyangka antusiasme masyarakat yang sedemikian besar,” tukas Kepala BPPKB Kota Probolinggo, Shofwan Thohari kepada Link Go saat ditanya soal jumlah peserta dan antusiasme warga kota.

Padahal, lanjut Shofwan, baru sebulan ini diumumkan. Dan tentunya, ini juga merupakan keberhasilan penyuluh KB Kota Probolinggo.

“Karena gratis, maka syaratnya adalah warga tak mampu. Dengan menyerahkan STKM, fotocopy KTP dan KK,” jelas pria yang pernah berdinas di badan kepegawaian ini.

Seperti diketahui, Metoda Operasi Wanita (MOW) adalah tindakan operasi menutup saluran telur yang terbukti efektif dan aman bagi perempuan. Dalam MOW, rahim tidak diangkat –memasang cincin pada tuba fallopi, sehingga ibu masih tetep mendapatkan haid. Operasi ini dapat dilakukan 48 jam setelah melahirkan.

Sedang Metoda Operasi Pria (MOP) merupakan tindakan operasi menutup saluran sperma. MOP sangat efektif bagi pria yang tak ingin memiliki anak lagi. Kelebihan operasi ini adalah tidak mengurangi gairah seksual, bisa dilakukan kapan saja, cepat dan aman.

Acara yang dihadiri juga oleh Sekdakot Johny Haryanto ini didukung oleh tim dari RSU dr. Soetomo Surabaya, BKKBN Prov. Jatim, TNI dan Polri.

Sebelum pelaksanaan operasi, dr. Bambang, spesialis MOW dari BKKBN Prov. Jatim mengumpulkan ibu-ibu di lorong ruang poli untuk memberikan pemahaman bahwa operasi ini dilakukan dengan sukarela dan tanpa paksaan.

Ga ada yang menjanjikan bahwa setelah menjalani operasi ibu-ibu ini mendapat tanah bengkok kan?” Tanya alumnus Universitas Airlangga ini sambil berkelakar.

Semua ini, dr Bambang melanjutkan paparannya, didasarkan pada kesadaran untuk membentuk keluarga harmonis, sejahtera dan berkualitas. “Dua anak cukup. Laki-laki dan perempuan sama saja.”

Senada dengan dr. Bambang, Sekdakot Johny Haryanto juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kesadaran warga Kota Probolinggo mengikuti program keluarga berencana.

“Saya senang dengan antusias dan kesadaran warga masyarakat Kota Probolinggo. Harapan saya, semoga terwujud di kota kecintaan kita bersama ini keluarga kecil bahagia, sejahtera, dan tangguh,” pungkas Johny.

Tercatat, pelayanan KB mantap yang dilaksanakan pagi itu, 77 orang adalah akseptor MOW dan 3 orang akseptor MOP _stebby julionatan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: