Upaya Menuntaskan Relativitas Cinta


Kalaulah dijalin-menjalin , rangkaian puisi di buku ini bisa menjadi novel panjang. Tapi, cara terbaik menikmatinya adalah dengan terjun pada kata dan rangkaiannya sebagaimana menghayati puisi.

MEMBACA cepat tulisan-tulisan di buku ini, sekilas seperti skenario drama dengan teknik puisi. Antara dua sejoli yang sedang mabuk asmara. Kalaulah puisi konvensional, masing-masing akan berdiri sendiri.

Biru Magenta

Biru Magenta

Judul Buku       : Biru Magenta, Sekumpulan Sajak
Penulis               : Ratna Satyavati & Stebby Julionatan
Penerbit             : Ruang Kosong Publishing
Cetakan             : Pertama, Mei 2015.
Editor                 : Ginanjar Teguh Iman
ISBN                   : 978-602-72575-0-4

Kalau dijalin-menjalin, mungkin saja ada cerita, menjadi novel puisi panjang. Bisa-bisanya saja semua terjadi. Namun, lebih valid dibaca secara tuntas per bentuk utuh, per paragraf, per kalimat, per frasa, dan per kata. Tuntas. Pekerjaan profesional yang tak sekedar mengandalkan kesenangan. Lalu, menuliskan refleksi pembacaan secara utuh pula sebagai suatu esensi.

Ternyata, membacanya sebagai novel yang bercerita, bagaimanapun mengalami kesulitan. Sebab, memang sifatnya kumpulan puisi. Cara menikmatinya memang harus terjun pada kata dan rangkaiannya sebagaimana menghayati puisi.

Jawa Pos. Minggu 28 Juni 2015

Jawa Pos. Minggu 28 Juni 2015

Padahal, satu puisi butuh satu jeda untuk penghayatan sebelum masuk ke puisi lain. Sungguh lain dengan novel yang ceritanya berkesinambungan. Kecuali novel teknik dadaisme yang sarat fragmen dan fragmentasi.

Gaya bahasa puitis, bukan gaya bahasa percakapan biasa, cukup menjadi tanda bahwa dua sejoli ini menguasai cara ungkap puisi. Pilihan kata, pengolahan diksi, peribahasa, perumpamaan, metafora, repetisi, rima, irama, tipografi, dan sebagainya yang ada cukup jelas menyatakan maksud penggunaan bentuk bahasa mereka, yaitu puisi. Baik yang liris maupun naratif.

Apa saja dapat mereka bicarakan. Namanya pasangan yang butuh curhat, selain curahan kasih sayang. Cerita untuk kekasih bukan cuma dapat dinikmati pasangan. Sebab, cerita ini merupakan ingatan tentang pengalaman masa kecil, mainan, perabot rumah tangga, makanan, teman, wayang, tempat, peristiwa, opini, dan lain-lain.

Jadi, penting bagi mereka karena inilah bentuk komunikasi antara Stebby dan Satyavati, antara Biru dan Magenta. Komunikasi yang penting untuk sebuah hubungan, relaitonship, pacaran.

Paling gampang memahami cerita (pesan) puisi meraka adalah dengan menyandingkan dua puisi bertema sama dan saling bersahut. Contohnya, puisi Satyavati Laki-laki Paling Romantis Sedunia disusul puisi Stebby Perempuan yang Paling Saya Butuhkan. Contoh sebelumnya, puisi Satyavati Dua Wajah Dalam Cermin disusul puisi Stebby Kulihat Pantulan di Wajahku yang Bukan Aku.

Isi dua pasang puisi tersebut jelas menunjukkan tahap berbeda pada masa hubungan percintaan mereka. Yang pertama masuk kategori cinta awal dan yang kedua kategori cinta lanjutan, bahkan upaya memperkuat  bentuk dan isi cinta.

Jelas, penyusunan babak puisi mengerucut keinginan menjadikannya novel bercerita mulai dari perkenalan, hubungan saling tertarik, pengenalan lanjutan, saling pengertian, saling berbagi, kebersamaan, peningkatan intensitas cinta, problematika yang muncul dalam hubungan cinta, upaya mengatasinya, penegasan cinta, hingga akhirnya cita-cita mau dibawa ke penyatuan cinta seperti apa dengan harapan baik atas cinta mereka.

Mereka sama-sama mengungkap cinta kepada pasangannya dengan kata “Sayang”. Keingintahuan pamungkas adalah mengetahui bagaimana sesungguhnya sifat sosok Biru dan Magenta, Stebby dan Satyavati itu. Dari untaian kata-untaian kata masing-masing dapat dilacak, namun tidak boleh gegabah melabelinya. Bagaimanapun, kata-kata mereka hanya sebuah tanda.

Satu keyakinan saya sebagai pembaca adalah saat saling mengirim kata ini melalui Facebook, e-mail, SMS atau lain-lain media elektronik, pasit Biru dan Magenta dominan penuh perasaan dan dicekam dalam gairah, rindu, dendam, cinta, kehangatan, kedinginan, tawa, bahkan tangis.

Pengalaman mereka adalah cerminan pengalaman ratusan juta umat manusia di bumi! Semua pencinta pernah mengalaminya sejak komunikasi zaman batu, zaman surat, zaman telegram, zaman pager, zaman e-mail, zaman yahoogroups, dan seterusnya. Punya pengalaman ini pun, sesungguhnya tidak semua orang mengalami karena ada yang gagal, frigid, dan hampa. Kalau Stebby dan Satyavati mengalami, itu anugerah dan patut disyukuri dalam kebahagiaan.

Karena kumpulan puisi yang bercerita ini merupakan catatan harian cinta mereka, yang dengan verbal mewujud diri sesungguhnya, saya membayangkan dan semoga kisah mereka berakhir seperti Jonas dan Asmirandah. Tak ada perpindahan agama Stebby dan konflik agama serta orang sok suci di pengadilan agama. Jonas dan Stebby yang punya kesamaan latar adalah dasar asumsi ini.

Akhirnya, mengapa judul tulisan ini Magenta Biru, sedangkan buku yang dikomentari Biru Magenta? Sebab, saya melihat kecenderungan siapa di antara pasangan ini yang lebih dominan yang akan diturut kehendaknya.

Itu akan membawa pola hubungan mereka lebih lanjut. Tidak cuma terasa dari puisi-puisinya, namun juga pada label yang mereka terakan pada diri sendiri. Selebihnya hanya doa agar harmoni yang tercipta dengan pola pembalikan judul ini, benar-benar sebuah hubungan dua kekasih ini mencapai keseimbangannya. Diperkaya dengan konsep-konsep hubungan antar lelaki dan perempauan yang belum mereka ungkap dalam buku puisi kolaborasi ini.

Yang tak boleh dilupakan, membaca tuntas Magenta Biru atau Biru Magenta hanyalah sebuah relativitas. Dan hanya mereka yang mampu membuatnya tuntas. Meski mungkin cinta takkan pernah tuntas. (*)

peresensi Yonathan Rahardjo, pengarang novel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: