KETERLIBATAN ANAK DALAM PEMBANGUNAN


“Salah satu indikator untuk mencapai Kota Layak anak adalah keterlibatan anak-anak dalam pembangunan daerah,” itulah yang disampaikan oleh Kasubid Pengarusutamaan Gender (PUG), Sri Hartini di sela-sela kegiatan evaluasi hasil penyelenggaraan program Kota Layak Anak yang berlangsung di Shaba Bina Praja, Senin (1/9) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, kepada Link Go Sri juga menjelaskan bahwasannya unsur keterlibatan anak-anak dalam pembangunan telah diinisiasi oleh Badan Pemberdayan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat sejak 2009 lalu. “Kelengkapan tersebut harus kita persiapkan jauh-jauh hari sebelum pendeklarasian (Menuju Kota Layak Anak, red) tahun lalu. Dengan membentuk DPA (Dewan Perwakilan Anak, red.)” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, DPA adalah sebuah organisasi yang menampung dan menyuarakan partisipasi anak-anak (0-18 tahun) dalam pembangunan kota. Pengurus biasanya juga diambil dari kalangan anak-anak sendiri, dengan rentang usia 13-18 tahun atau mereka yang berstatus sebagai pelajar SMP hingga SMA sederajat.

 

Peran DPA

Terkait DPA, di waktu yang berbeda Link Go menyempatkan diri untuk berbincang dengan Ketua DPA, Nikkolai Ulyanov Ali Reza Muntazhar Muthahhari. Kepada Link Go, Pelajar kelas XI SMAN 1 yang baru saja dipasrahi amanah sebagai ketua ini memaparkan apa saja yang diharapkan oleh anak-anak seusianya.

“Saya berharap anak-anak dapat lebih diperhatikan hak-haknya. Terutama hak untuk mendapatkan pendidikan dah hak untuk bisa berkembang sesuai dengan usia, bakat dan keinginannya,” tegas Nikko saat ditemui Link Go di sekolahnya.

Kalau soal pendidikan, masih menurut Nikko, kendalanya lebih besar dari anaknya sendiri. Banyak anak yang malas menuntut ilmu. Mereka sudah disibukkan dengan berbagai tugas dan jam sekolah yang terlalu lama. Sampai sore. Sehingga belajar bukanlah lagi sebuah hal yang menarik, yang penuh kegembiraan tapi keterpaksaan. Belum lagi konflik di sekolah. Soal pacar atau bullying. Tentunya ini makin menjadi pemicu anak untuk malas bersekolah.

Ditanya tentang program kerja, lelaki kelahiran 29 November 1997 ini mengaku telah mendelegasikan hal tersebut kepada bidang-bidang. “Sekarang masih tahap planning. Ada 6 bidang di DPA. Di antaranya, perlindungan, humas, kesehatan, dan P3 (perencanaan, penelitian dan publikasi). Sesuai yang kami sepakati di rapat, masing-masing diberi keleluasaan untuk merumuskan program-programnya. Apa yang mereka inginkan,” jawabnya.

“Tapi kalau ditanya saya sendiri pengennya seperti apa, saya ingin ketika peringatan Hari Anak Nasional, 23 Juli, ada pawai budaya anak. Melibatkan seluruh sekolah yang ada. Tak hanya itu, tapi EO (event organizer)-nya juga anak-anak. Dan di akhir ada pensi (pentas seni, red.) yang juga diisi dan dikoordinir oleh anak-anak,” imbuh Nikko.

“Karena kami masih anak-anak, biasanya sih kendalanya memang soal dana,” terang lelaki yang bercita-cita menjadi insinyur ini sambil tersenyum ketika ditanya Link Go soal hambatannya merealisasikan mimpinya tersebut.

Di akhir wawancara, remaja yang juga ikut dalam organisasi pramuka dan pecinta alam ini berharap dengan adanya DPA, DPA bisa berkembang. Lebih bisa memperhatikan, melindungi dan menyuarakan hak anak. Termasuk mendukung berbagai program pemerintah. (tby)

 

One Response to “KETERLIBATAN ANAK DALAM PEMBANGUNAN”

  1. Kompleks ya, ‘masalah anak’ ini. Yang paling saya khawatirkan, nasib anak akan semakin terposisikan riskan, jika para orang dewasanya (generasi di atas anak) semakin banyak yang kurang sehat (dari aspek mental dan perilaku). Semoga misinya berbuah baik.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: