DISPOBPAR GELAR TASYAKURAN, PERINGATI 1 TAHUN MUSEUM DR. SALEH


Tak terasa sudah 1 tahun Pemkot Probolinggo memiliki Museum dr. Saleh. Tepatnya Maret 2013, semenjak keluarga dr. Saleh menghibahkan kepengurusan rumah keluarga mereka kepada pemkot setempat untuk dijadikan museum.

Jumat (27/6) lalu, menandai satu tahun bergantinya kepengurusan tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Dispobpar) menggelar acara tasyakuran. Acara yang dipusatkan di halaman museum, Jl. Dr. Saleh No 1, sekitar pukul 7 malam tersebut, dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Teguh Bagus Suyanto dan Ketua Tim Cagar Budaya yang sekaligus merupakan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Budi Krisyanto.

Seperti diketahui, meski kecil, Kota Probolinggo memiliki 2 museum. Yakni Museum Probolinggo dan Museum dr. Moh. Saleh. Museum Probolinggo, yang terletak di Jl. Suroyo 17 digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda sejarah dan budaya yang terkait dengan perkembangan kota, sedang Museum dr. Saleh merupakan “museum tematik” yang digunakan untuk menyimpan benda-benda peninggalan dr. Saleh -salah satu pahlawan nasional dan perintis kemerdekaan yang namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit umum.

Mengenai perhelatan tasyakuran yang molor hingga Juni, kepada Link Go, Kepala Dispobpar Paeni menjelaskan bahwa Bulan Maret Pemkot masih disibukkan untuk persiapan kegiatan Semipro. “Sedang Dispobpar adalah leading sector-nya,” tutur Paeni malam itu.

Di kesempatan yang sama, dalam sambutannya mewakili Walikota Probolinggo, Teguh pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga besar dr. Saleh.

“Meski pihak keluarga tidak hadir, mewakili pemerintah kota saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar dr. Saleh. Karena melalui keberadaan museum ini, berarti menambah salah satu aset, potensi Kota Probolinggo. Tinggal memang kedepannya perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi agar benar-benar menjadi objek kunjungan wisata yang menarik,” ungkap pria berperawakan tinggi besar ini.

Salah satunya, menurut Teguh, adalah dengan mengembangkan industri kreatif seperti kaos, aksesoris atau merchandise bergambar museum. “Termasuk bekerja sama dengan pihak travel atau hotel,” pungkas Teguh.

Selama setahun ini, berbagai perubahan dan perbaikan di Museum dr. Saleh memang sangatlah tampak. Mulai dari fisik museum, talang, perbaikan gorong-gorong di depan museum agar ketika hujan tidak banjir dan penertipan para penjual makanan yang ada di lokasi museum.

Dan karena 27 Juni juga bertepatan dengan permulaan Ramadan, acara tasyakuran Museum dr. Saleh juga diisi oleh tauziah. Dirgahayu Museum dr. Saleh! (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: