MASIH DIMANFAATKAN UNTUK FACEBOOK’AN


Sejak diluncurkan pada awal Mei lalu, geliat warga Kota Probolinggo yang memanfaatkan fasilitas free wifi di sepanjang Jalan Suroyo semakin nampak. Terutama pada kaum muda. Setiap malam, terlebih di akhir pekan, dengan menggelar laptop ataupun menggenggam telepon pintar yang mereka miliki, para kaum muda ini tampak berjajar di beberapa area jalan tersebut. Mulai dari depan sekolah Taman Siswa, museum, bekas box telepon umum yang ada di depan Bank Mandiri, sampai di depan kantor DPRD Kota Probolinggo. Tanpa menghiraukan kendaraan yang berlalu-lalang melintas di hadapan mereka, mereka tampak asyik menikmanti layanan Suroyo Super Koridor.

Hal ini dapat dimahfumi sebab di tengah kota, baru di Jalan Suroyolah yang menyediakan fasilitas layanan publik berupa internet gratis kepada warganya. Mereka tidak perlu memesan minuman seperti di cafe-cafe; atau ribet mendatar, mengisi ID dan pasword hanya untuk sekedar mendapatkan kuota internet.

Akhir pekan (31/5) lalu, Link-Go mencoba mendekati para ABG ini dan bertanya- kepada mereka seputar pemanfaatan free hot spot di sepanjang Jalan Suroyo tersebut. Rata-rata mereka memanfaatkannya untuk bermedia sosial dan memainkan game online.

“Untuk facebookan dan game online,” ujar Atta, yang ternyata juga merupakan warga jalan Suroyo kepada Link-Go.

“Sama, Kak. Paling buat facebook, BBM’an atau twitteran. Biasanya main dari jam 7 sampe 9 malam,” ujar Kesiya, siswa kelas X SMAK Mater Dei, yang Link-Go temui tengah memanfaatkan fasilitas internet gratis yang ada di depan gedung DPRD.

Lain lagi dengan Lionard, warga Pabeaan-Dringu yang masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini memanfaatkannya untuk mencari informasi.

“Buat nyari bahan, Mas. Nyelesaiin beberapa tugas-tugas kuliah,” ungkap Eyyo, nama panggilannya.

Ditemui di kantornya, Kasi Aplikasi Telematika (Aptel) Diskominfo Kota Probolinggo, Mar’ie Hendri mengungkapkan, “Kota (Probolinggo, red.) sendiri dulu punya program serupa, Kampung Cyber. Namun entah bagaimana kini keberadaannya. Mungkin perlu dirangsang kembali.”

“Bedanya kalau itu ditempatkan di salah satu kelurahan, nah Suroyo Super Koridor ini di tempat umum. Fasilitas publik. Di jalanan,” lanjut pria yang pernah juga mengawal pendirian Kampung Cyber saat dirinya masih berdinas di Bappeda ini kepada Link-Go.

Suroyo Super Koridor, terang Mar’ie, merupakan buah dari kerjasama antara Diskominfo dengan Telkom Probolinggo yang bertujuan muntuk memberikan fasilitas internet yang mudah, murah bahkan gratis bagi warga masyarakat. Agar mereka melek IT.

“Saya berharap hal ini bisa dikembangkan di titik lalin. Mastrip ke selatan. Daerah Wonoasih,” harap pria kelahiran Probolinggo ini.

Senada dengan apa yang disampaikan Mar’ie, Account Manager PT. Telkom Probolinggo, Agus Wibowo pun menjelaskan, “Pemerintah Kota dan PT Telkom sama-sama punya program pengembangan internet. Untuk mengenalkan manfaat internet untuk masyarakat. Telkom punya Indonesia Wifi, istilahnya agar Indonesia ini sambung menyambung. Dan rupanya, Pemkot pun antusias untuk itu (mengenalkan warganya pada internet, red.)”

Ketika Link-Go bertanya mengenai berapa jumlah kuota yang dihabiskan anak muda ini per bulannya, baik Telkom maupun Diskominfo sendiri mengaku belum memiliki data tersebut.

“Segera akan kami survey,” ungkap Mar’ie menutup wawancaranya dengan Link-Go. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: