MISNALEM: BERHARAP PEMERINTAH LEBIH SERING AJAK PAMERAN


Tak perlu bingung lagi untuk mencari oleh-oleh khas Probolinggo. Salah satunya, Anda bisa datang ke UKM. Rengginang Barokah yang beralamat di Jl. Cokroaminoto VIII/161 ini. Di samping produk olahan rengginang yang sudah menjadi ciri khasnya, UKM sudah berdiri sejak 1982 ini juga yang menyediakan berbagai penganan seperti kerupuk ikan tengiri, kerupuk gandum, keripik pisang, keripik tales, stik susu, kuping gajah, kembang goyang dan bagiak.

Jum’at (2/5) lalu, seorang pria yang tingginya hanya sekitar 150 centimeter menyapa kami dengan ramah setibanya kami di tempat itu. Dialah Misnalem (35), pemilik usaha Pusat Oleh-Oleh dan UKM. Rengginang Barokah yang dia warisi dari ibunya, Ny. Alilah, di tahun 2000.

Kepada Link-Go, Misnalem menceritakan suka dukanya dalam mengembangkan industri rumah tangga yang fokus di penganan ringan tersebut.

“Sukanya ya kalo banyak pesanan. Bisnis lancar. Bisa bayar yang rewang (membantu, red.) tepat waktu. Melihat mereka sejahterah,” ungkap pria kelahiran Probolinggo, 26 Februari ini, mengawali wawancaranya dengan Link-Go.

“Dukanya bisnis gini ya kalo pas waktu musim hujan. Kan bahan baku tidak bisa dijemur. Jadi harus menggunakan kompo, dioven. Padahal permintaan dan tuntutan pasar jalan terus. Tidak bisa tidak,” imbuh Misnalem kemudian.

Melihat rumah dan ruang usahanya yang kini sudah disulap menjadi galeri pusat oleh-oleh, Link-Go pun bertanya mengenai awal mula ia dan Ny. Alilah merintisnya.

“Dulu ibu memulai usaha dari jualan bekeliling. Terus begitu sudah mulai banyak pesanan, maka kita mulai juga produksi untuk memenuhi permintaan pesanan tersebut. Masih diplastik-plastik. Belum dikemas cantik seperti ini,” kenang Misnalem melanjutkan penjelasannya.

“Baru, sejak berpartner dengan Dinas Pertanian dan Diskoperindag (Dinas Koperasi, Perindustiran dan Perdagangan, red.), kami mendapatkan banyak pelatihan. Sehingga seperti inilah jadinya sekarang. Produk kami hadir dengan kemasan yang cantik dan dipasarkan dengan teknik yang cantik pula,” imbuhnya lagi.

Misnalem termasuk orang yang pendiam. Kalau tidak ditanya, pria yang baru menikah pada awal Juli 2013 ini cenderung memilih untuk diam. Maka Link-Go pun kembali bertanya soal lokasi usahanya. Kok usahanya tidak dipindahkan di tepi jalan, Pak? Apa tidak sayang kalau tidak banyak yang melihat?

“Biar harga tetap terjangkau,” jawab Misnalem. “Kalau kami harus sewa kan harga sebungkus kerupuk gandum ini misalnya, bisa jadi Rp. 7000,-/bungkus. Padahal biasanya, kami menjualnya hanya Rp. 6.000,-, ” jawab pria yang mulai mengembangkan usahanya dalam bentuk pusat oleh-oleh di tahun 2009 ini.

Dan memang alasannya tepat. Harga rengginang rasa tengiri produksi UKM. Barokah memang terkenal yang paling murah di kelasnya. Sebut saja, untuk produk yang mentah, Misnalem menjualnya seharga Rp. 15.000,-/pak (netto: 500 gram). Sedang yang sudah matang, atau sudah digoreng, harganya hanya Rp. 9.000,-/kemasan (netto: 200 gram). Cukup murah bukan?

UKM. Barokah juga memangkas biaya produksinya dengan jalan menjalin kerjasama dengan UKM-UKM lainnya dan meminimalisasi jumlah karyawan.

“Seperti yang sampean lihat di sini, ini yang asli produksi kami sendiri cuma rengginang. Tapi kami kerjasama dengan UKM yang ada di sekitaran Probolinggo dan luar kota, seperti Malang misalnya, agar varian produk yang bisa dipilih oleh para pembeli di pusat oleh-oleh ini bisa beragam. Ada timbal balik dengan beberapa centra produksi. Kami memasarkan produk mereka yang kami kemas ulang, dan mereka pun memasarkan produk kami,” jelas putra ketiga Ny. Alilah ini.

Kami, masih menurut Misnalem, hanya punya 4 karyawan. Yakni, sudara dan anggota keluarga.

“Kami bersyukur, pemerintah sudah banyak memberikan pelatihan. Tapi kami berharap untuk selanjutnya pemerintah bisa turut memperhatikan bagaimana pemasaran produk-produk industri kecil seperti kami. Dengan lebih sering diikutkan pameran misalnya, sehingga produk kami bisa dikenal lebih luas lagi,” harap Misnalem saat mengakhiri wawancaranya dengan Link-Go, siang itu. (tby)

Advertisements

One Response to “MISNALEM: BERHARAP PEMERINTAH LEBIH SERING AJAK PAMERAN”

  1. Salam Pak, boleh artikel ini terbit di majalah Link-Go edisi berapa ya? saya boleh minta kirim file pdf-nya ke email saya, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: