BLH TANDA TANGANI KERJASAMA LANJUTAN DENGAN BPPT


Merasa bahwa kerjasama selama ini membawa banyak kemajuan bagi perkembangan kota, Jum’at (2/5) lalu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) kembali tanda tangani ‘kerjasama lanjutan’ dengan pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Acara yang berlangsung di Hotel Bromo View, sekitar pukul 09.00 WIB tersebut juga dihadiri dan disaksikan oleh Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini Buchori.

“Kalau yang di Jakarta kemarin, itu penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) untuk payung hukum kerjasamanya. Dimana, di dalamnya ada garis besar bidang-bidang yang akan dikerjasamakan. Nah yang sekarang ini, ini penandatanganan perjanjian kerjasama yang merupakan penjabaran teknis dari MoU yang sudah ditandatangani di Jakarta tersebut. Dan khusus untuk bidang lingkungan hidupnya saja,” terang Setiorini Sayekti, Kepala Bidang Tata dan Penataan Lingkungan Hidup, di sela-sela acara, menjawab kebingungan Link-Go saat itu.

Sekedar informasi, 11 April 2014 lalu, di Jakarta, Walikota Hj. Rukmini telah menandatangani MoU antara Pemkot Probolinggo dengan BPPT yang isinya tak hanya kerjasama di bidang lingkungan. Melainkan beberapa bidang, di antaranya: pengkajian kebijakan teknologi; pengkajian dan penerapan teknologi agroindustri dan bioteknologi; pengkajian dan penerapan teknologi pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan; pengkajian dan penerapan teknologi industri rancang bangun dan rekayasa; pengkajian dan penerapan teknologi informasi, energi dan material.

“Kerjasama Pemkot dengan BPPT sendiri sebenarnya telah dimulai sejak 6 tahun lalu, sejak 2008, di era kepemimpinan Walikota HM. Buchori. Saat itu, kerjasama awal yang disepakati hanya khusus di bidang persampahan. Tentang penanganan dan pengelolaan TPA Anggrek,” jelas Kepala BLH Budi Krisyanto dalam sambutannya, di hadapan walikota dan para undangan yang terdiri dari pihak BPPT dan kepala satker.

“Kerjasama tersebut berlaku sampai dengan 2013. Lalu dilanjut dengan mengbuat kesepakatan baru di tahun 2014 dengan 5 bidang sekaligus. Jadi tidak hanya lingkungan hidup,” imbuh Rini, panggilan akrab Setiorini Sayekti kepada Link Go, agar kami tak lagi bingung.

Jadi dalam perjanjian kerjasama nanti, lanjut Rini, akan ada banyak dan bisa dari SKPD mana saja. Yang ingin mengembangkan kegiatannya, BPPT siap men-support. Dan prinsip kerjasama BPPT adalah bagaimana riset mereka bisa diimplementasikan di masyarakat untuk mempercepat pembangunan di daerah sesuai tujuan otonomi daerah.

Dr. Ir. Joko Prayitno Susanto, M.Eng., Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkot Probolinggo.

“Selama ini, di mana pun tempatnya, yang namanya hasil kajian para ilmuwan itu pasti lebih banyak yang disimpan di laci ketimbang yang diaplikasikan. Untuk itu saya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang kembali mempercayai kami, memperpanjang MoU, agar apa yang sudah kami kaji bisa diterapkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Joko.

Pagi itu Joko tidak sendiri. Ia bersama dua belas orang peneliti lainnya, antara lain: Dr. Ir. Rudi Nugroho, M.Eng., Dr. Joko Prayitno, Dr. Sri Wahyono, S.Si.’ M.Sc., Ir. P. Nugro Rahardjo, M.Sc., Dr. Ir. Wahyu Purwanta, M.Si., Drs. Feddy Suryanto, Ir. Firman L. Sahwan, M.Si., Dr. Aflakhur Ridlo, ST., M.Sc., Ir. Prasetyadi, MM., Adinda A. Saraswati, S.Si, M.Si., Dinda Hartaya ST. dan Drs. Kusno Wibowo.

“Kami sudah melakukan kerjasama dengan banyak daerah di Indonesia, seperti di Bali dan Jawa Barat. Hanya saja kerjasama selama ini hanya bersifat parsial. Kami berharap, Pemkot Probolinggo dapat menjadi pilot project kerjasama secara utuh dan menyeluruh, dari segala sisi,” harap Joko kepada Walikota Hj. Rukmini.

Dalam perkenalan tersebut, Joko pun menjelaskan bahwa salah satu peneliti BPPT, Sri Wahyono, meraih gelar doktornya berkat Kota Probolinggo. “Ia mengangkat desertasi mengenai Kota Probolinggo.”

Walikota Rukmini pun mengamini hal tersebut. Dalam sambutannya yang singkat Hj. Rukmini Buchori pun berharap bahwa jalinan kerjasama dengan BPPT itu dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan lembaga-lembaga daerah serta memperoleh percepatan yang optimal untuk menjadikan Kota Probolinggo yang semakin luar biasa.

“Yang menguntungkan Probolinggo banyak. Karena sekarang semua bidang BPPT akan mengarahkan program kegiatan pengembangan riset dan penelitian mereka di Probolinggo, termasuk pengembangan teknologi tepat guna, maka mereka siap mendampingi Kota Probolinggo untuk menyelesaian permasalahan terkait teknologi maupun inovasi,” terang Rini kembali kepada Link-Go. (tby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: