PENI PRIONO KEMBALI KETUAI DKK-PRO


Peni Priyono kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKK-Pro). Musyawarah Seniman Kota Probolinggo yang dihelat di Gedung Kesenian pada Minggu (16/3) malam, sekitar pukul 21.00 WIB lalu, kembali menobatkan pria yang dikenal jago ngendang dan nari tersebut sebagai ketua DKK Pro untuk periode 2014-2017, melanjutkan periode kepemimpinan sebelumnya 2011-2014. Para seniman secara mutlak sepakat bahwa Pri, panggilan akrabnya, masih layak untuk kembali diamahi tanggung jawab tersebut.

“Menurut saya beliau sangat layak untuk kembali menahkodai Dewan Kesenian, untuk tiga tahun ke depan. Sudah terbukti selama kepemimpinannya, kita bisa memiliki gedung kesenian yang diidamkan seluruh pelaku seni,” ungkap Agus Lithanta, seniman danggut yang tergabung dalam O.M. Dinata dan juga berprofesi sebagai guru ini.

Terpilihnya Pri sejatinya bisa diprediksi sejak awal. Sebab pada kepemimpinanannya DKK-Pro bisa eksis meski sempat vakum pada 2012. DKK Pro kembali aktif setelah Pemkot memenuhi permintaan seniman Kota Probolinggo, yakni menyediakan fasilitas gedung kesenian, sebagai sarana berkesenian.

Dalam pemilihan itu pun, Pri satu-satunya seniman yang bersedia dicalonkan. Enam seniman lainnya, seperti Imam Wahyudi, Mukadi, Agus Lithanta, Hamzah, Stebby Julionatan dan Pribawono menolak dicalonkan. Sesuai dengan tata tertib sidang, maka calon tunggal berhak terpilih secara aklamasi.

“Sebenarnya saya sudah tahu bakal terpilih. Soalnya saya yakin yang lain tidak akan bersedia.” ujar Pri sambil bercanda.

Ditemui Link-Go sesaat setelah pemilihan, Pri menjelaskan bahwa dirinya dan tim formatur akan segera mempersiapkan kepengurusan DKK-Pro yang baru. “Paling tidak April ini.” (tby)

 



 

Beliau sangat layak untuk kembali menahkodai Dewan Kesenian, untuk tiga tahun ke depan. Sudah terbukti selama kepemimpinannya, kita bisa memiliki gedung kesenian yang diidamkan seluruh pelaku seni.

Agus Lithanta, musisi dangdut O.M. Dinata.

 

Sosok Pak Pri Priono adalah figur yang simpel, praktis dan efisien. Saya nilai simpel karena orangnya sederhana, tidak neko-neko dan apa adanya. Saya nilai praktis artinya sudah diplot targetnya apa, yang diperlukan apa dan harus jelas ada follow up-nya. Saya nilai efisien karena di dalam mengemban dan mengembangkan budaya, ia mampu memanfaatkan sarana dan prasarana tanpa mengurangi bobot nilai seni yang disajikan. Kedepan, dengan kepemimpinan beliau, saya harap semua seni budaya yang ada di Kota Probolinggo dapat difasilitasi dan mendapatkan kesempatakan untuk menampilkan kreatifitasnya.

Ki Suparno, dalang.

 

Baik. Sejak ditunjuk sebagai ketua dewan kesenian, kensenian muai jalan malau pun tidak bisa dikatakan maksimal. Biasa kalau dalam perjalanan itu ada banyak rintangan. Tentunya harapan saya ke depan bisa lebih baik dan lebih berani untuk memperjuangkan nasib para seniman kota Probolinggo.

Cak Mukadi, seniman ludruk.

 

Cukup baik dan kreatif. Memberikan ruang yang luas bagi seniman probolinggo untuk menyalurkan kreatifitas berkeseniannya. Terbukti dengan adanya even di bulan desember kemarin yang dengan diadakan pementasan bersama. Mudah-mudahan even tersebut dapat diagendakan setiap tahun dan harpannya lebih meriah lagi.

Yuyun Widowati, sinden dan seniman tari asal sanggar Mardi Budaya.

 

Orangnya memiliki pemikiran progresif untuk perkembangan seni dan budaya di Proboolinggo. Salut! Dan turut mendukung beliau untuk tiga tahun ke depan.

Shenobi Mikael, seniman seni pertunjukan, ketua KSSI

 

Baik. Orangnya tegas, dalam artian betul-betul berjuang untuk kemajuan kesenian di Kota Probolinggo. Terutama seni tradisi untuk tetap eksis. Berkembang dan pemkot juga mengakui dengan cara memperjuangkan jasa menereka

Iren Neri, musisi tradisi.

 

Pak Pri adalah orang yang tegas. Kalau melakukan sesuatu ga mau setengah-setengah. Cuman karena tegasnya itu maka terkesan saklek dan kardi (semaunya sendiri, red.). Idealisnya tinggi. Dan sekalipun beliau spesifikasinya adalah tari namun beliau sangat menghormati dan menghargai seniman lainnya, yang berbeda latar belakangnya dengan beliau. Sungguh mencerminkan seniman senior yang bijaksana.

Abduh, pegiat Teater Embrio.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: