INDONESIA SEPERTI BAYI KECIL


Kunjungan Kempro STAN ke Radio Suara Kota Probolinggo

Selasa (4/3) malam, suasana Radio Suara Kota mendadak heboh. Empat mahasiswa Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) asal Probolinggo, bertandang dan menyapa Mitra Muda (sebutan bagi pendengar muda di Radio Suara Kota, red). Mereka adalah, Hendarto Rahman, Halida An-Nabila, Bagus Dwi Wahyudianto dan Candra Dwi Cahya Putra. Keempat alumni SMAN 1 Probolinggo 2013 ini berencana menggelar kegiatan try out pada Minggu, 9 Maret 2014, yang juga dihelat di SMAN 1.

kempro stan

Tak hanya try out, rupanya sejak akhir tahun lalu, tepatnya 23 Desember 2013, para mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Probolinggo (Kempro) STAN ini juga sudah getol menggelar briefing di beberapa sekolah menengah. Diantaranya, SMA Taruna Dra. Zulaeha (23 Desember 2013), SMAN 1 (3 Maret 2014), SMAN 2 dan SMAN 4 (4 Maret 2014), MAN 2 dan SMAN 2 (5 Maret 2014), SMA 1 Kraksan dan SMA Tunas Luhur (6 Maret 2014). Dan itulah sebabnya, mereka menamai seluruh rangkaian kegiatannya, Break Out (Briefing Karo Try Out) STAN 2014.

“Memberi gambaran, informasi awal kepada para pelajar SMA di Probolinggo tentang keberadaan STAN,” ujar Hendarto Rahman, Koordinator Pelaksana Kegiatan Break Out STAN 2014 saat ditanya Suara Kota mengenai tujuan pelaksanaan Break Out ini.

Kami, menurut Darto –nama panggilan Hendarto, ingin memberikan gambaran masa depan kepaada adik-adik kami sehingga dapat membantu mereka dalam memilih perguruan tinggi yang seseuai dengan minat dan bakatnya.

“Selain tentunya juga untuk melatih dan mengevaluasi kemampuan diri dalam mengerjakan soal-soal USM (Ujian Saringan Masuk, red.). Sehingga mereka lebih siap. Termasuk juga untuk memberi motivasi serta dukungan kepada adik-adik kita untuk bisa lolos dalam ujian masuk STAN,” lanjut mahasiswa jurusan D3 Akuntansi.

Di luar Break Out, banyak pengalaman unik dan yang mereka bagi melalui 101,7 FM Radio Suara Kota Probolinggo terkait dengan pengalaman mereka menempuh pendidikan tinggi di luar daerah. Diantaranya, keberadaan teman-teman sedaerah yang tergabung dalam Kempro rupanya sangat membantu keberadaan mereka beradaptasi.

“Teman-teman di Kempro sudah seperti saudara sendiri. Kita jadi betah dan tidak merasa jauh dari rumah. Sejak awal, sejak kedatangan kami untuk mengikuti tes masuk di sini, kakak-kakak di Kempro sudah banyak membantu kami. Apalagi sekarang, ketika kami sudah benar-benar masuk di STAN. Mereka sangat membantu kami dalam beradaptasi,” sela Halida.

Ditanya soal apakah kehidupan di kota besar mempengaruhi gaya hidup mereka, secara kompak dan tegas keempat pemuda ini mengatakan sama sekali tak terpengaruh.

“Kita kan ke Jakarta untuk belajar, Mas. Bukan untuk ngartis. Lagipula lingkungan belajar kami di STAN sangat mendukung suasana belajar,” ungkap Darto.

“Di tempat kami belajar tidak mahal kok, Mas. Semuanya serba terjangkau. Bahkan para penjual makanan, warung-warung di sana, juga usaha fotocopy, harga-harganyadibuat standar mahasiswa. Sangat menyesuaikan dengan kantong kami. Jadi terus terang, ga ada istilahnya mahal hingga sampai meyusahkan dan membuat resah orang tua,” Bagus menambahkan keterangan Darto.

Dalam perbincangan satu jam bersama Suara Kota tersebut, beragam pertanyaan yang meluncur dan ditujukan kepada mereka berempat, mulai dari kesulitan ujian masuk, jurus untuk mengerjakan banyak soal dengan waktu yang sedikit, sampai kepada pertanyaan yang cukup menohok, yakni apa makna Indonesia menurut Anda.

“Indonesia ini seperti bayi kecil yang diasuh oleh pengasuh yang salah,” jawab Halida ketika pertanyaan tersebut ditujukan kepadanya. “Kita, rakyat Indonesia sekarang jadi seterpuruk ini karena para pemimpin-pemimpin kita, mereka yang harusnya mengasuh dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, justru melakukan sebaliknya. Mereka cenderung untuk mencari keuntungan untuk diri sendiri.” Tegas gadis jurusan D3 Pajak ini.

Terlepas dari pembicaraan yang seru dengan keempat mahasiswa ini, pada hari yang ditentukan Break Out STAN diikuti oleh 228 peserta. Dua belas ruangan di SMAN 1 Probolinggo digunakan untuk pelaksanaan try out. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: