Peluncuran ‘Solo dalam Puisi’, Ada Romantisme, Tragedi, dan Komedi


tulisan dimuat di Timlo.net 23 Februari 2014 | 8:38

Dok.Timlo.net/ Heru Murdhani

Dok.Timlo.net/ Heru Murdhani

Musikalisasi Puisi saat Peluncuran Antologi Puisi ‘Solo dalam Puisi’ di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Sabtu (22/2) malam.

tempat di mana jati diri kota pernah bingung
sampai akhirnya menemukan kata sinuwun
para kawula tak sepenuhnya tahu

Solo — Itulah petikan puisi berjudul Dari Manahan Sampai Pasar Gede karya Yuditeha. Dengan gitar oblong, penyair Solo ini melagukan puisinya yang dimuat di Antologi Puisi ‘Solo dalam Puisi’ di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Sabtu (22/2) malam.

Pemanggungan puisi malam itu cukup variatif, ada tarian puisi oleh Nurni Chaniago, musikalisasi puisi bergaya ngepop ceria dari Bandung, musikalisasi puisi oleh Komunitas Sae Sanget Probolinggo, serta pantomim puisi oleh Teater Sirat yang bikin penikmat sastra tertawa terpingkal-pingkal. Penampilan mahasiswa IAIN Surakarta di penghujung acara ini seolah menafsirkan, bahwa pemanggungan puisi tak harus dengan musik bernada dasar minor atau ekspresi kesedihan.

Koordinator acara, Indah Darmastuti mengatakan peluncuran antologi puisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Sastra Solo 2014, yang digelar selama 2 hari, mulai 22 Februari 2014 hingga 23 Februari 2014. ”Kami ingin memberikan apresiasi tersendiri kepada Kota Solo, sehingga kami membuat dan meluncurkan antologi puisi ini,” ungkapnya kepada Timlo.net sesaat seusai peluncuran.

Indah juga mengatakan dirinya menerima lebih dari 300 puisi yang dikirim peserta dari berbagai kota di Indonesia, namun hanya sekitar 50 penyair yang bisa diterbitkan dalam antologi ini. ”Ada banyak yang masuk ke redaksi kami, namun hanya yang sesuai dengan tema ‘Solo dalam Puisi’ yang di terbitkan, lainnya akan kami terbitkan secara reguler di buletin Pawon,” ucapnya.

Sebelumnya, komunitas yang sudah berdiri 7 tahun ini juga menggelar sejumlah acara, yakni diskusi buku, melacak illan sastra tempo dulu, serta perayaan buku keempat penulis dari berbagai daerah.

Sedangkan pada hari terakhir, acara akan berlanjut dengan diskusi bertajuk Bicara Alice Monroe di Balai Soedjatmoko Solo, Bicara Sastra dengan Raudal Tanjung Banua, dan akan ditutup dengan Para Mudha Remen Cerkak lan Geguritan di Rempah Rumah Karya, Colomadu, Karanganyar.
Editor : Abednego Afriadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: