MUSRENBANG KECAMATAN DIMULAI SENIN INI


Image-nya, selama ini masyarakat melihat Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan, red.) hanya untuk menampung usulan fisik atau pembangunan fisik belaka, padahal yang namanya pembangunan kan banyak. Pembangunan dari sisi ekonomi, sosial budaya, pendidikan juga perlu untuk menjadi perhatian,” ungkap Haryanto, Kasubag Program Badan Perencanaan Pembangunan Daereh (Bappeda) Kota Probolinggo saat diwawancarai Link Go di ruang kerjanya, Senin (17/2) lalu.

Sesuai amanat Permendagri No. 54 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah menyatakan bahwa Pemerintah Daerah wajib menyusun dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai landasan penyusunan RAPBD. Setiap proses penyusunan dokumen rencana pembangunan memerlukan koordinasi antar instansi pemerintah dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan yang dibentuk melalui suatu forum, forum masyarakat dan pemerintah inilah yang disebut Musrenbang.

Kegiatan Musrenbang di Kota Probolinggo sendiri, Senin (17/2) kemarin sudah memasuki tingkat kecamatan. Artinya, dalam tahapan penyusunan RKPD tahun 2015, Pemerintah Kota Probolinggo, melalui Bappeda telah selesai melakukan koordinasi dengan masyarakat di tingkat-tingkat kelurahan. Musrenbang Kecamatan yang akan berlangsung selama 5 hari, hingga Senin (24/2) mendatang yang tujuannya adalah untuk membahas dan menyepakati hasil-hasil Musrenbang di tingkat kelurahan yang akan menjadi prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan, yang tentunya juga harus diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah.

“Di samping itu Musrenbang tingkat kecamatan ini juga bertujuan untuk membahas dan menetapkan kegiatan prioritas pembangunan di tingkat kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan di kelurahan. Dan melakukan klarifikasi atas kegiatan prioritas pembanguann kecamatan sesuai dengan fungsi masing-masing SKPD di Kota Proboliggo,” terang Teguh Imantoko, staf Sekretariat Bappeda yang juga turut menemani Link-Go siang itu.

“Sebelum Musrenbang Kota yang direncanakan provinsi pada 19 Maret, maka Musrenbang Kecamatan ini sudah harus clear dulu, Mas,” ujar Teguh menambahkan.

Kembali pada pertanyaan semula yang Link-Go lontarkan pada Haryanto mengenai kendala atau kesulitan apa saja yang dihadapi oleh Bappeda dalam menggelar Musrenbang, Haryanto juga menambahkan bahwa selama ini masyarakat juga underestimate ketika usulannya tidak menjadi prioritas.

“Padahal sejatinya kan tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan pribadi, tapi kepentingan bersama yang didasarkan pada skala prioritas dan keberadaan anggaran yang ada,” imbuh pria kelahiran Malang, 13 April 1969 ini.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Kepada Bappeda Imanto pada sambuatannya di acara Pembukan Musrenbang Tingkat Kecamatan yang juga berberlangsung pagi itu, sekitar pukul 09.30 WIB, di Aula Kecamatan Mayangan.

“Penyusunan prioritas program harus bersifat aspiratif, realistis, penting dan mendesak untuk dilaksanakan. Bukan berdasarkan keinginan semata tapi harus betul-betul realita kebutuhan yang harus dipenuhi sesegera mungkin. Memiliki dampak yang nyata, terukur dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Imanto dalam sambuatannya di hadapan para undangan yang hadir.

Setelah Kecamatan Mayangan, secara berurutan, selama 5 hari ke depan kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan di Kademangan, Wonoasih, Kedopok dan Senin depannya di Kanigaran.

“Penyusunan RKPD Kota Probolinggo untuk Tahun Anggaran 2015 tentunya juga disesuaikan dengan sasaran pembangunan daerah. Dalam artian disesuaikan dengan visi dan misi walikota terpilih dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, red.),” ungkap Teguh, pria ramah yang saat ini telah dikaruniai seorang putra ini.

Sebelum bertanya mengenai harapan, Link- Go juga sempat menyinggung soal perbedaan mengenai penyusunan RKPD tahun 2015 ini dengan tahun lalu.

“Tahun ini, ada kebijakan Ibu Walikota (Hj. Rukmini Buchori, red.) untuk menyerahkan pengelolaan dana senilai 200 juta kepada masyarakat langsung. Ini juga merupakan pancingan kepada masyarakat agar merasa memiliki. Swakelola masyarakat. Nantinya, dalam pelasanaannya pasti akan tetap kami dampingi. Baik oleh Bappeda, Bagian Pembangunan, Pemas, Dinas PU dan DPPKA,” imbuh Teguh Imantoko,

Harapannya, kembali disampaikan oleh Haryanto, semua usulan kebutuhan masyarakat bisa diakomodir oleh Pemerintah Kota. Sesuai sumber daya yang ada dan skala prioritas sehingga permasalahan-permasalahan di masyarakat bisa dikurangi. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: