TIPS MENULIS ALA BONX


Menulis kadang menjadi momok bagi banyak orang. Kadang kita bingung mau menulis dari mana? Menulis apa? Nah, di sinilah saya ingin sedikit berbagi tips (tentunya dari pengalaman dan sudut pandang saya) tentang hal itu. Ada langkah yang biasa saya lakukan, dan mungkin bisa Anda terapkan agar bisa menulis dengan baik.

1. JANGAN SUKA MENUNDA-NUNDA
Mungkin karena saya termasuk orang yang malas dan suka menunda-nunda pekerjaan kali ya, mangkannya ini jadi prioritas utama saya dalam menulis. Padahal seperti  yang kita tahu, bahwasannya ide itu datangnya kaya’ kelinci. Random datangnya, suka loncat dan jarang sekali utuh saat ditangkap. Kadang kena kepalanya aja, telinganya aja, atau ekornya saja. Jaraaaaannnngggg sekali saya bisa mendapatkan badannya dalam sekali tangkapan. (Mmmm… mungkin karena saya bukan pemburu yang baik kali ya… Hehehehe….) Mangkannya, pesan saya -sekaligus seperti berkata dan menunjuk kepada diri sendiri, jangan pernah menunda-nunda pekerjaan. Jangan menunda untuk besok atau bahkan nanti kalau di kepala tiba-tiba ada sekelebatan ide yang muncul. Segeralah tulis.

2. SIAPKAN NOTES
Masih berhubungan dengan kelinci dan poin 1 tadi, Siapkanlah Notes! Menyiapkan notes / catatan ini sangat penting agar si kelinci ga berlarian, loncat hingga menguap begitu saja. Ga susah kan?! Apalagi… saya rasa di jaman sekarang ini mah ga seribet dulu kalo mau bawa notes. Ga perlu ribet bawa buku catetan segedhe gombreng dan alat tulis kemana-mana -bahkan sampe harus dikeloni di bawah bantal ketika tidur. Sekarang mah, cukup tulis saja di fasilitas “Notes” yang disediakan oleh smartphone kamu. Yang penting ya itu tadi: Catat aja dulu. Write it down!

3. PUTUSKAN TUJUAN
Putuskan Tujuan yang saya maksud adalah kamu tau kalo kamu tuh mau nulis apa. Fiksi? Ilmiah? Cerpen? Novel? Puisi? Karya tulis seperti artikel? Berita? Atau mo bikin resensi buku? Sebab… masing-masing jenis tulisan itu punya karakter masing-masing. Punya ilmunya sendiri-sendiri yang nggak boleh dilanggar antara satu sama yang lain.

4. KENALI PEMBACA
Dengan mengenali “tujuan” aka. pembaca kita, siapa sasaran kita, tentunya hal ini akan semakin memudahkan kita dalam menulis. Ini seperti orang yang mau berpergian lah, beda kan antara ketika kita dah tau ke mana arah tujuan kita dengan ketika kita masih bingung mo pergi ke mana? Jangankan menyiapkan bekal atau antisipasi kendala selama di perjalanan, wong saat ini kitanya aja masih bengong berdiri di tepi jalan. Bingung naik bus jurusan apa, karena kita belum tahu ke mana tujuan kita.

5. TULIS SAJA!
Masih sulit juga? Mmmmmm…. di titik ini, kita mentahkan dulu poin 3. Kita kembali ke poin 2. Lupakan dulu soal berbagai aturan yang njelimet-njelimet itu. Tulis saja dulu. Biarkan ide itu mengalir dari benakmu dan menuju pada bidang kertas / notes yang ada di hadapanmu. Gerakkanlah tanganmu. Ayunkanlah jemarimu. Sebab nanti akan ada saatnya kamu belajar dan mengedit tulisanmu.

6. SAATNYA MENGEDIT TULISAN
Nah, inilah yang saya bicarakan tadi. Di sinilah kesempatanmu menyempurnakan tulisanmu. Membaca buku / tulisan sejenis, mempelajari teknik penulisan, mencermati tanda baca, huruf besar kecil dan aturan-aturan kepenulisan lainnya. Termasuk juga… belajar kepada orang-orang yang lebih ahli agar tulisan kita jadi SEMPURNA!

7. IKUTI KELOMPOK-KELOMPOK MENULIS
Ya, dengan mengikuti kelompok-kelompok menulis yang ada di kotamu (contohnya KOMUNLIS… ciyeee….!!!!🙂 ) kamu akan semakin banyak mendapatkan informasi (dan juga teknik) seputar dunia menulis. Akan ada banyak teman yang juga bisa kamu ajak sharing mengenai tulisanmu… dan buku-buku bagus yang perlu kamu baca/koleksi. (y)

8. LAKUKAN KUNJUNGAN MEDIA
Nah, sebelum ke langkah terakhir yakni menyajikan tulisan kamu di media (sebagai pengkultusan bahwa kamu adalah seorang penulis), di samping membaca, sepertinya cara ini perlu kamu lakukan agar mengenali “karakter” media yang ingin kamu isi. Lakukanlah kunjungan media. Datanglah ke kantor media itu, kenali orang-orangnya, siapa saja yang sering menulis di sana, siapa redakturnya dan berkenalanlah dengan mereka. Kan ada tuh pepatah, “Tak kenal maka tak sayang.” Maka inilah kesempatanmu untuk memperkenalkan diri dan disayangi oleh mereka.🙂

9. HIDANGKAN!
Taraaaa…. bak seorang chef, inilah saatnya bagimu untuk menghidangkan masakanmu. Kamu kan dah melalui tahapan-tahapannya dengan baik. Mulai dari belanja ke pasar, mengolahnya, belajar beragam cita rasa bumbu yang semakin memperkaya tulisanmu, termasuk bagaimana mempercantik tampilannya saat dihidangkan di meja makan. Nah, inilah saatmu untuk melakukannya. Jangan minder atau malu. Percantik dirimu, keluarlah dari dapurmu dan angkatlah dagumu. Tunjukkanlah… kirimkanlah karyamu kepada media. Jangan takut dikritik. Jangan takut ditolak. Sebab… seperti ada tertulis… bahwa penolakan dan kritikan adalah hal yang akan membuat tulisanmu semakin bagus.

Well… selamat mencoba. Dan… Salam Literasi! (tby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: