Sebuah Apresiasi untuk KOMUNLIS


Tulisan ini terambil dari laman Line Probolinggo. Sumpah saya ga bisa berkata apa-apa. Terharu luar biasa. Rasanya… saya masih belum apa-apa, masih jauh dari apa yang dituliskan Mas Sandro di Weekly. Terima kasih banyak, Mas. Tabik saya selalu untukmu. Sukses selalu untuk Mas Sandro juga.

Setaut setia itu berarti tulus

karena tersimpan dalam hati

Setia satu hati 

lalu ada janji untuk tidak berkhianat

——————————————-

Empat bari kalimat diatas bukan pantun, bukan pula puisi hanya barisan kalimat kesimpulan hati saya dalam memberikan apresiasi terhadap saudara dan sahabat saya Stebby Julionatan, Sang Inspirator Komunitas Menulis atau nyaris nyaring terdengar dengan lengkingan KOMUNLIS itu.

Memang saya bukan anggota dari Komunlis ini tetapi dalam beberapa aktivitas yang dilakoni saudara Stebby, menggambarkan ketulusan dalam memberi janji setia pada jalan menulis kata menjadi kalimat untuk memberi inspirasi terhadap orang lain.

Walaupun saya sendiri tidak tau kapan sejarah Komunlis ini dibentuk dan untuk apa lalu kenapa dan bagaiamana tetapi sejalan analisa dari otak kiri, kanan, depan dan belakang; saya jadi tau tentang Komunlis walau tak sampai pada ampas seperti ampas kopi hitam di dasar gelas kaca.

Setaut setia, itu tulus. Tak ada kesetiaan yang tidak berdasarkan pada sebuah ketulusan, pun demikian sebaliknya. Siapa yang setia pada jalan itu, maka tempat indah sedang menantinya diseberang lembah. Stebby and the gank (istilah saya untuk Stebby dkk di Komunlis), sampai dengan saat ini masih setia menyusuri jalan itu. Memnyebar virus untuk membangkitkan rasa penasaran terhadap kaum muda untuk menulis. Semangat ini pun ibarat suluh memberi terang bagi jalan yang gelap.

Buktinya, Stebby and the gank mampu menghipnotis ribuan napas anak muda untuk ikut ‘bernapas dengan kata-kata.

Suatu hari saya lupa tanggalnya, tetapi kalau Tidak salah dua hari setelah Hari Pahlawan 10 November 2013, Stebby menulis status yang mengharubiru dunia persilatan facebook. Ini kata hati Stebby:

“Tuhan… Kamu kok luar biasa banget seh? Malam ini, ketika membaca testimoni teman-teman dari seluruh Jawa Timur yang terlibat dalam Kelas Inspirasi, di sudut kamar aku tersenyum dan menangis sesenggukan seorang diri. Menggerakkan lebih dari 1300 jiwa di lebih dari 100 sekolah di Jawa Timur. Dan itu semua dengan ketulusan hati, kerelaan, tanpa dibayar. Hari ini aku menjadi saksi betapa kebaikan dan kebajikan masih ada dan tumbuh di negeri ini.
Tuhan… rasanya, seandainya Dirimu memanggilku malam ini pun, aku siap”

Tentu kata hati Stebby ini mewakili seluruh hati yang ada di Komunlis. Saking sedih, bercampur bahagia sampai Steby merasa bahwa saatnya Da harus mati pun, mati dalam kebahagiaan. 1300 orang mengikuti kelas inspirasi. Luar Biasa.! Inilah buah dari kesetiaan itu. Inilah buah dari sebuah ketulusan itu.

Tak hanya sampai disitu saja. Stebby and the gank kembali member inspirasi terhadap Indonesia-(tidak berlebihan bukan?). Sebab, mereka masih setia pada satu hati.

Setia untuk mengajak orang menulis. Dan ajakan itu sampai ke telinga dan mata saya. Yakni LOMBA BLOG NASIONAL. Kita go-blog-kan Probolinggo. Kegiatan ini menyita cita dan rasa saya bersama teman-teman. Ada budi Bengal, saya sendiri dan Unik Tunjungsari.

Jujur. Sejujur-jujurnya, kami memang terinspirasi dari saudara saya Stebby ini, tetapi bukan sebagai guru, hehehehe. Bahwa Lomba Blog Nasional yang diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan Komunitas Menulis (KOMUNLIS), ini dalam catatan saya sebagai penikmat dunia internet sepanjang tahun 2013 baru beberapa kabupaten yang selenggarakan. Ada satu kabupaten di Sulawesi dan Sumatra, maaf lupa saya, nama kabupatennya. Dan Salah satunya adalah Kota Probolinggo.

Menurut saya, alasan yang paling mendasar diselenggarakan kegiatan ini bukan untuk menghabiskan anggaran APBD II 2013 Kota Pr0bolinggo semata, tetapi juga ingin memberitahukan kepada dunia bahwa, “Ini lho Probolinggo.”

Walau banyak hati menaruh curiga bahwa ini kegiatan tepat diakhir tahun anggaran, tetapi yakinku Pemerintah Kota Probolinggo, Komunlis, Binggo dan pihak lain yang terlibat sudah tentu cuek abisdengan curiga itu, toh, ini bentuk ketulusan sebagai arek-arek Probolinggo. Selagi tulus kenapa pula dipikir…?!

Ini lho Probolinggo, seperti yang termaktub (hehehe, sekali-sekali pakai istilah hukum) dalam paragaraf di atas adalah tentang potensi Pariwisata, Potensi Sumber daya alam, Potensi Flora dan Fauna, Tempat indah, Pantai dan apasaja yang menjadi potensi baik diandalkan atau tidak diandalkan ditulis dalam blog para peserta dan dibaca oleh sekian juta mata yang selalu melek di layar internet.

Dan dalam syarat dan ketentuan Lomba Blog pada nomor 9 jelas terbaca Potensi Kota Probolinggo yang diangkat ke dalam tulisan (postingan) tidak hanya berupa potensi wisata. Tetapi boleh juga mengangkat potensi kota di sektor lainnya, seperti: tata pemerintahan, sosial, ekonomi, investasi, lingkungan, tata ruang kota, dsb.)

Dilanjutkan, Lomba Blog Nasional bertema MARI KITA ”GO-BLOG” KAN KOTA PROBOLINGGO. Lomba blog yang mengangkat lokalitas Kota Probolinggo ini bertujuan untuk memacu kreativitas di bidang literasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melek IT (Information Technology)

Dan untuk itu tim ini, di blog LINEPROBOLINGGO, patut memberi apresiasi terhadap Stebby and the gank, berikut Pemerintah Kota Probolinggo. Sebab kegiatan serupa ini, sering dianggap sepeleh oleh pemerintah kota/kabupaten atau provinsi yang lain.

Kenapa Sepele? Alasannya sederhana buang-buang duit . Tetapi Pemerintah Kota Probolinggo, sungguh kreatif.  Dan kerativitas ini sepadan dengan Stebby and the gank, maka tujuan mulai menginternetkan Probolinggo akan terwujud. Dan Probolinggo go internasional dengan jalan go-blog, indah terwujud. Ini harapan semua kita, termasuk saya dan dua anggota tim yang mengikuti lomba ini.

Sekadar tau saja, bahwa si Budi Bengal ini adalah orang Jawa Timur, mantan penari reog Ponorogo-(maybe). Dan si Unik Tunjungsari, seorang warga Indonesia ber-E-KTP, Kota Probolinggo.

Sementara saya, ?Ahh tak perlu tau pun, tak apalah. Tidak nikmat rasanya, bila hidup tak bernapas dengan kata-kata-itulah saya. Orang Kampung dari Negeri Timur Jauh yang ingin Go-blog-kan Probolinggo.

Sebelum menutup kata, dari hati, mesti ada ucapan bahwa tanpa menulis, duniamu bukanlah apa-apa. So, sangatlah tepat kegiatan ini diselenggarakan, yakni menulis probolinggo di blog.

Salut untuk  Pemerintah Kota Probolinggo (Diskominfo), KOMUNLIS (Komunitas Menulis), BINGGO (Blogger Probolinggo), Pemerhati TIK dan Unsur Media (KABAR PROBOLINGGO). Karena hidup adalah huruf yang tak pernah selesai untuk ditulis. Keep write for Loving Probolinggo, sebab ada janji untuk tidak berkhianat.

Sekedar ajakan bahwa kita mesti jujur dalam menulis tentang Kota Probolinggo berikut potensi yang dimiliki.

Sebab…

Tak perlu emas berbalut berlian,

tak perlu intan bermahkota mutiara

untuk menghargai sebuah kejujuran.

Kejujuran mesti dihargai dengan kejujuran,

ketulusan, keiklasan dan kesetiaan.

—————————————————–

(sandro wangak-*weeklyline.net for lineprobolinggo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: