BERJALAN-JALAN DI TENGAH KEASRIAN KEBUN WISATA STUDI PERTANIAN


Berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektar, kebun itu memiliki beragam “wahana” yang terbilang cukup lengkap dan layak untuk disebut sebagai Kebun Wisata Studi Pertanian. Kebun bibit, gudang alat dan mesin pertanian (alsintan), balai pertemuan, green house, rumah kompos, kandang ternak, serta sebuah “wahana” yang baru saja selesai pembangunannya, yakni Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), serasa makin melengkapi fasilitas kebun yang berada persis di belakang kantor Dinas Pertanian (Disperta) Kota Probolinggo tersebut. Belum lagi, ditambah dengan aliran sungai yang menjulur ke arah utara, yang memisahkan sisi barat dan utara lahan tersebut dengan Disperta dan perkampungan penduduk, juga tampak semakin menambah karakteristik, keunikan dan keasrian kebun wisata tersebut.

Ya, kebun itulah yang sedang ingin kami bahas untuk rubrik Link-Go edisi Mei 2013 ini. Kebun Wisata Studi Pertanian yang lokasinya persis di belakang Disperta Kota Probolinggo, Jalan Soekarno Hatta 265 Probolinggo.

Didampingi oleh Aries Rachmanto, Kasi Produksi dan Penyuluhan Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH), Rabu (22/5) siang itu, kami berkeliling melihat perkembangan kebun wisata itu.

“Dulunya, ini adalah lahan aset. Sempat dikuasai oleh salah satu pengelola perorangan, lahan ini baru dibebaskan sekitar setahun yang lalu. Sekarang, kalau nggak salah mulai akhir 2012, lahan ini sudah sepenuhnya dikelola oleh Disperta,” terang Aries saat kami melintasi jembatan yang menghubungkan antara Disperta dengan kebun tersebut.

“Yang tahu banyak (soal, red) ini sebenarnya Pak Aris, Mas,” lanjut pria kelahiran Probolinggo, 10 Februari 1971 ini kepada Link-Go. Pak Aris yang dimaksud Aries adalah Ir. Aris Santoso, dulu Kabid TPH yang kini menjadi Kabid Informasi di Diskominfo. “Beliaulah dan Pak Yudha (Kepala Disperta, red.) yang punya ide dan merumuskan sampai akhirnya goal. Berdiri kebun ini.”

Mimpinya dulu, lanjut Aries, ini bisa menjadi sebuah paket wisata hijau (wisata ekologi) bersama TWSL dan RTH KP Kedopok.

“Kini setelah menjadi aset Disperta, sesuai impian semula, kami membaginya menjadi 4 (empat). Sesuai dengan Bidang yang ada di sini. Bidang Ketahanan Pangan, Bidang Kehutanan dan Perkebunan, Bidang TPH dan Bidang Peternakan. Masing-masing bidang melengkapi lahan mereka dengan fasilitas dan sarana pembelajaran seperti yang bisa Sampeyan lihat saat ini,” imbuh Aries.

Seperti yang diterangkan Aries, selain apa yang sudah kami gambarkan di atas, di lahan itu kami juga melihat deretan pohon mangga pada kebun mangga yang dikelola oleh Bidang Kehutanan. Ada juga dapur olah yang bersanding cantik dengan kolam ikan milik Bidang Ketahanan Pangan, biodigester oleh Bidang Peternakan dan juga beragam tanaman toga, kebun anggur dan tanaman multi kultur seperti klengkeng, jambu, sirsat dan nangka yang digagas oleh Bidang TPH.

Sudah selengkap ini kenapa belum dilaunching juga, Pak? Apakah ada yang datang ke tempat ini?

“Secara resmi kami memang belum melaunchingnya. Sebab itu (launching Kebun Wisata Studi Pertanian, red.) merupakan kebijakan atasan. Kami yang di bawah sini hanyalah pelaksana. Istilahnya, bagian kami adalah yang menyiapkan segala akomodasi dan kelengkapannya, urusan melaunchingnya biar atasan yang menentukan,” jawab Aries sangat diplomatis.

“Kebun ini diperuntukkan bagi siapa saja yang mau belajar mengenai pertanian dan peternakan. Baik pelajar, kelompok masyarakat, maupun perorangan. Tahun ini sosialisasi sudah dilakukan kepada 60 sekolah, baik di tingkat dasar maupun lanjutan. Terakhir kali, kemarin, kami menerima kunjungan dari SDK Mater Dei,” lanjut pria yang dikenal ramah ini.

Siang itu kami juga bertanya pada Arief perihal bangunan apa yang sedang dikerjakan oleh para pekerja bangunan di lokasi kebun wisata. Sebab ketika kami bertandang, kami juga masih melihat beberapa aktifitas para pekerja bangunan di lokasi kebun wisata ini.

Aries pun lantas menjelaskan bahwa tepat di bagian tengah kebun wisata, bagian yang kini sedang dikerjakan oleh tukang, akan dibuat sebagai terpat parkir. Dan di sisi timur UPPO akan dibangun embung. “Sebab ada sumber di sana, Mas. Jadi rencananya kami pakai sebagai kolam resapan air. Mungkin ke depan juga bisa dibuat sebagai kolam budidaya ikan. Lele, misalnya,” jelas Aries penuh kesabaran menjawab satu per satu pertanyaan kami.

Apa harapannya, Pak? Dengan adanya Kebun Wisata Studi Pertanian ini?

“Harapan saya sederhana saja, Mas. Saya berharap kita semua; baik saya, Sampeyan, juga seluruh warga masyarakat Kota Probolinggo dapat memanfaatkan, memelihara dan juga menikmati bersama kebun wisata yang sudah dibangun dengan sangat indah dan lengkap oleh Disperta ini,” harap Aries saat mengakhiri pembicaraannya dengan kami siang itu. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: