AKU DAN PRESIDEN


Kota Seribu Taman, Awal Mei 2013.

 

Ini hari yang bersejarah bagiku dan bagi rakyatku. #tentangTamuVVIP

Itulah status yang dalam beberapa hari terakhir ini seringkali aku unggah. Aku nggak bisa berbicara banyak. Nggak boleh. Tidak boleh mengundang banyak perhatian massa terkait dengan kehadiran Presiden SBY ke kota kami.

Jadi dalam beberapa hari ini, selepas rapat koordinasi di kediaman Walikota, aku lebih banyak diam.

Memang banyak kabar yang simpang siur di masyarakat, aku sampai berpikir, apakah koordinasi yang sudah susah susah kami lakukan itu nantinya tidak jadi? Apakah segala keruwetan terkait kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini nantinya hanyalah kesia-siaan belaka? Entahlah… aku tidak tahu pasti. Tepatnya, aku tidak bisa memastikan. Seperti yang dibicarakan oleh staf keprotokolan presiden, Pak Fathur Rahman, “segalanya bisa berubah.” Bisa tak terencana. Satu-satunya yang pasti dan bisa kupastikan adalah aku fokus dengan tugasku: Datang ke lapangan Bromo, tempat dimana nanti rencananya akan berlangsung eksebisi pertandingan bola voley antara kubu Presiden SBY melawan kubu Gubernur Jatim, Pakdhe Karwo (cat: Bapak Walikotaku, Pak Buchori ada di kubu Gubernur Jatim)

*****

Tugasku hampir sama seperti Jibril aka. Gabriel, pembawa wahyu. Tapi, kalau dia membawakan wahyu, kalau aku bertugas menyampaikan informasi, biasanya sih terkait seputar agenda kota, kepada warga masyarakat Kota Probolinggo.

Tapi khusus di minggu ini, tugasku tidak hanya fokus pada kunjungan singkat Presiden SBY di Kota Probolinggo saja. Ada banyak agenda kota yang harus kami (aku dan tim Diskominfo) lakukan, mulai dari agenda seputar kegiatan Hardiknas termasuk acara puncaknya, Gadis Penter Mas, sampai jalan sehat terkait Bina Kelurahan dalam rangka Percepatan Pelunasan PBB Tahun 2013.

Jadi memang tak banyak yang aku perbuat, secara khusus, terkait kehadiran sang Mr. President. Hal itu tentunya beda dengan jerih payah dan persiapan teman-teman kami di bagian yang lain. Bagian Umum misalnya, yang terkait dengan jamuan para tamu di lokasi kegiatan, teman-teman BLH yang harus menyulap lapangan kelas ndeso kami menjadi sesuai dengan protap kepresidenan, temen-temen lamaku di Humas yang harus riweh setengah hidup setengah mati untuk mempersiapkan ijin-ijin bagi kami, temen-temen di Dishup, Satpol PP, guru, para murid, TNI, Polisi dan masih banyak teman-teman dari unsur atau satuan yang lainnya.

Wow…. aku sampai menarik napas. Kerja mereka memang luar biasa. Jujur, aku merasa malu kalau harus membanding-bandingkan pekerjaanku yang tidak seberapa ini dengan mereka semua, hingga acara pagi ini sukses luar biasa.

—Selamat yaa untuk seluruh warga Probolinggo, kotanya dapat pujian dari SBY Presiden, sepanjang hari ini dikabarkan tiada henti oleh situs berita online dan radio. — — bunyi SMS seorang kawan, mbak Yeti Kartikasari, yang mengabarkan kesuksesan acara ini dari padepokannya di Pandaan saya. J

*****

Apa yang kamu rasakan?

Bangga. Aku bangga luar biasa. Meski tidak lagi ngefans dengan secara pribadi terhadap figur seorang SBY, selepas banyak kasus terkait dengan Century dan partai berlambang mercy itu, tapi sosok beliau sebagai seorang Presiden, ia adalah simbol dari kebanggaanku sebagai warga negara. Bisa bertemu langsung dengan sosok nomer wahid itu (siapapun orangnya), apalagi bisa berjabat tangan dan berfoto bersama beliau adalah salah satu keinginan terbesarku.

Jujur, semenjak aku mendapat ijin dari Protokol Istana dan Korem 083 Baladika Jaya Malang, aku ingin bisa berjabat tangan dengan Pak SBY. Tapi rupanya keberuntungan belum menyapaku.

Meski aku berada di ring 1, meski jarak kami hanya terpaut sekitar 6 meter saja, teteup…. aku tidak bisa melaksanakan kaulku itu. Well, seperti yang sudah kukatakan di statusku tadi pagi: Mungkin seperti itulah hidup. Terkadang kita harus tetap berbangga meski kita hanya bisa melihatnya saja tanpa pernah melakukan apa-apa.

Next….

Atau…. mungkin hal itu harus menunggu sampai diriku mendapatkan Satya Lencana atau minimal jadi kepala sekolah yang sekolahnya dapat Adiwiyata. Hehehehe….

At last but not least…. secara pribadi saya berterima kasih terhadap seluruh warga masyarakat Kota Probolinggo. Sebab sekali lagi, kita telah bersama-sama mengukir tinta emas pada sejarah… kebanggan… kota yang kita cintai bersama ini. Sukses selalu!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: