MYANMAR BELAJAR OTONOMI KE KOTA PROBOLINGGO


“Sebagaimana Anda ketahui bersama, Myanmar mengalami masa transisi (dari pemerintahan militer ke demokrasi, red) pada Maret 2010 lalu, dan sekarang kami telah hidup dalam masa transisi tersebut lebih dari 2 tahun. Kami paham bahwa partisipasi masyarakat sangat penting bagi keberhasilan demokrasi. Sejauh ini kami telah membuat beberapa perubahan, tapi tentunya kami juga menghadapi berbagai tantangan,” seperti itulah yang diungkapkan oleh Myat Kyaw-Kyaw, Direktur Jendral Administrasi Negara Myanmar, ketika membuka sambutannya di hadapan Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Johny Haryanto, di Ruang Sabha Bina Praja, Kantor Walikota Probolinggo terkait kegiatan Studi Banding Pemerintah Myanmar ke kota Mangga ini pada Rabu (27/3) lalu.

Kami merasa, lebih lanjut Myat menyampaikan, kami dapat belajar dari Indonesia, dari pengalaman bangsa ini selama masa transisi dan reformasi. Dalam hal ini, Myanmar dan Indonesia memiliki bebarapa persamaan. Indonesia pernah mengalami pemerintahan yang otoriter hingga menjadi menjadi seperti sekarang ini, yakni pemerintahan yang berdemokrasi.

“Kami tiba di Indonesia pada hari Senin (25/3), dan kemarin (26/3) kami telah berdiskusi (dengan Bappenas, red.) di Jakarta. Kemarin kami telah mempelajari penerapan otonomi daerah dan standar pelayanan publik dalam skala nasional, dan hari ini, di Probolinggo, kami ingin belajar mengenai penerapannya (otonomi daerah dan pelayanan publik, red.) pada level daerah yang lebih kecil, pada level kota atau kabupaten,” ungkap Myat, bercerita panjang lebar mengenai tujuan lawatannya ke Kota Probolinggo pagi itu.

Memang telah tampak sejak pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, suasana ruang tamu di Sekretariat Pemkot Probolinggo terasa berbeda dari biasanya. Suasana di ruang berukuran sekitar 4×7 meter tersebut, pagi itu riuh oleh percakapan-percakapan dalam bahasa-bahasa yang sama sekali asing bagi telinga para staf Pemkot Probolinggo. Penyebabnya, dua puluh delegasi Myanmar (yang terdiri dari pejabat pemerintah, kalangan pendidikan dan organisasi non pemerintah) pimpinan Myat, telah tiba dan diterima secara langsung oleh Sekdakot Johny Haryanto.

“Mereka adalah tamu, para delegasi dari negara Myanmar, yang hari ini, rencananya, akan mengadakan studi banding terkait dengan penerapan otonomi daerah dan standar pelayanan publik, baik di sektor kesehatan, pendidikan maupun iklim usaha di Kota Probolinggo,” ujar Sekdakot Johny Haryanto kepada Link Go.

Dalam percakapan intern tersebut, Myat mangakui bahwa Kota Probolinggo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dianggap sukses dalam pelaksanaan otonomi daerah dan standar pelayanan publik dengan berbagai terobosannya.

Dina Limanto, perwakilan Kinerja USAID, yang Link Go tanyai di sela-sela kegiatannya menemani delegasi Myanmar pagi itu, juga tak menampik hal tersebut. Baginya Kota Probolinggo adalah kota yang konsisten dalam pelaksanaan pelayanan publik.

“Kenapa Probolinggo? Seperti yang dijelaskan oleh Mr. Myat, bahwasannya kemarin kami sudah melaksanakan diskusi dengan Bappenas. Dan mereka (Myanmar, red.) ingin melihat penerapannya secara langsung sampai ke level district dan subdistric. Kami memilih dan menyarankan mereka untuk mengunjungi Probolinggo sebab kami melihat bahwa Kota Probolinggo adalah salah satu kota yang secara concern, konsisten peduli akan pelaksanaan pelayanan publik, utamanya dalam kriteria tingginya tingkat atau animo partisipasi masyarakat,” jawab Dina saat Link-Go bertanya kepadanya kenapa Kota Probolinggo yang jadi jujugan Myanmar untuk belajar mengenai otonomi daerah dan standar pelayanan publik.

Lebih lanjut, Dina menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari kerjasama yang erat antara pemerintah Myanmar dengan RTI (Research Triangle Institute) International dan sebuah organisasi lokal Myanmar bernama EcoDev bersama dengan pemerintah Indonesia dan Kinerja-USAID. Indonesia dipandang menawarkan peluang belajar yang besar bagi Myanmar untuk pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Untuk itulah, delegasi Myanmar tertarik untuk mendapatkan wawasan tentang pelaksanaan desentralisasi di Indonesia dalam perencanaan dan penganggaran serta pada berbagai sektor pelayanan publik.

Dalam sambutannya resminya, Sekdakot Johny Haryanto mengucapkan terima kasih dan selamat datang atas kehadiran delegasi Myanmar. Tak lupa rasa terima kasih juga disampaikan Sekdakot Johny Haryanto kepada Kinerja-USAID selaku fasilitator kegiatan tersebut.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pihak Kinerja-USAID dengan menjadikan Kota Probolinggo sebagai referensi replikasi bagi  daerah dampingan, yang pada kesempatan ini dengan membawa serta delegasi Myanmar untuk berkunjung,” ujar Sekdakot Johny Haryanto, pada acara sharing informasi dengan Bappeda dan Dinas Pendidikan Kota Probolinggo yang dimulai pukul 08.00 WIB.

Menurut Myat, hasil studi banding ke Pemkot Probolinggo ini, nantinya akan diterapkan di Myanmar. “Maklum, baru memasuki era demokrasi setelah terpilihnya Ang Syu Ki sebagai presiden kami yang baru.”

Myat menjelaskan, pihaknya akan belajar kepada Pemkot Probolinggo atas pelayanan publik yang dilakukan. Untuk memperdalam keilmuannya, delegasi itu akan melakukan berbagai diskusi dengan pihak terkait, seperti, para pejabat Pemkot Probolinggo, forum pendidikan dan kesehatan, ormas, DPRD, PPID, Bappeda, sekolah dan Puskesmas.

Acara sharing antara delegasi sampai waktu makan siang. Setelah makan siang, rombongan langsung meninjau beberapa lokasi, di antaranya: SD Kebonsari Kulon 2, MTs Negeri, PPID, Radio Suara Kota Probolinggo, Museum Probolinggo dan terakhir ke salah satu pusat batik Probolinggo yang berada di Jl. Mayjen Haryono. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: