MPS 2: PERKENALKAN KIPRAH LENGGER SEBAGAI IKON KOTA


Menginjak tahun kelima pelaksanaan Morning on Panglima Sudirman Street (MPS2), kini giliran Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata (Dispobpar) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang ditunjuk sebagai leading sector. Pada awal maret kemarin (3/3), gelaran MPS2 perdana di tahun ini, yang berlangsung dari depan Rumah Dinas Walikota Probolinggo, dibuka dengan tampilan Kiprah Lengger yang ditarikan rancak dan memukau oleh para penari dari sanggar Bayu Kencana.

Tari tersebut memang sengaja dipilih sebagai tampilan pembuka karena Dispopar berharap Kiprah Lengger dapat menjadi icon kesenian (brand image) khas kota Probolinggo. “Tari Kiprah Lengger adalah embrio icon Kota Probolinggo. Sebagai tindak lanjutnya, nanti akan kami tampilkan kembali di event Semipro. Dengan memasyarakatkan tari dalam gerakan Kota Probolinggo Menari Lengger, yang rencananya melibatkan 1000 penari,” ungkap Paeni Efeni, Kepala Dispobpar, dalam laporannya kepada Walikota Probolinggo, HM. Buchori, pada pembukaan event MPS2 di Minggu pagi itu.

Dengan tema: Dengan MPS2 Kita Pacu Prestasi Generasi Muda, Olahraga, Seni Budaya, Pariwisata dan Kesehatan Serta Ekonomi Kerakyatan Menuju Probolinggo Sehat yang Produktif dan Luar Biasa.”, MPS2 kali ini diikuti oleh 194  peserta, yang terdiri dari: 45 SKPD, 108 UMKM, 30 perusahaan swasta, 3 ormas, 1 bank dan 7 sekolah.

Lebih lanjut, Paeni menjelaskan, ada 368 tenda yang berjajar dari titik start yang terletak di depan rumah dinas sampai dengan finish di pertigaan King. 178 diisi oleh tenda Forda UKM dan 103 tenda paguyuban PKL.

“Sisanya adalah SKPD. Seperti biasa, dalam MPS2 kali ini para peserta juga menampilkan beragam produk unggulan, seni budaya, pelayanan kesehatan, dll.,” imbuh Paeni, sesaat sebelum menutup laporannya.

Ditemui di tempat yang berbeda, dr. Ninik Ira Wirawati, Kepada Dinkes Kota Probolinggo, menjelaskan bahwa Dinkes, sebagai lembaga teknis, berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan. Khusus di MPS kali ini, Dinkes bekerjasama dengan berbagai organisasi profesi untuk memberikan berbagai jenis pelayanan kesehatan langsung di tempat.

“Tahun ini kita mengajak kerjasama IDI, PDGI, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Laborat untuk memberikan penyuluhan kesehatan, periksa tensi dan gula darah dan pelayanan kesehatan lainnya secara gratis,” jelas Ninik.

“Memang tidak banyak berbeda dengan sebelum-sebelumnya, tapi di tahun ini jumlah pelayananannya yang kami tambah. Seperti, kerjasama dengan sponsor untuk pembagian pasta dan sikat gigi. Disamping pemberian sembako gratis dan penjualan sembako murah seperti yang biasa kita berikan. Terhitung ada lebih dari 1700 paket sembako gratis yang dibagikan kepada masyarakat kurang mampu dan 300-an paket sembako murah di MP2S kali ini,” imbuhnya.

Selain Walikota, tampak hadir pula Wawali Bandyk Soetrisno, Sekdakot Johny Haryanto, FKPD, Pimpinan dan Anggota DPRD, Ketua MUI dan para kepala satker di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Mengawali sambutannya Walikota HM. Buchori menyinggung soal musim hujan dan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bahaya banjir yang terjadi di Kota Probolinggo akhir-akhir ini.

“Mengingat musim hujan yang dikabarkan masih berlangsung sampai dengan akhir bulan ini, untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat Kota Probolinggo agar senantiasa waspada dan tanggap terhadap bahaya banjir. Senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, selokan, genangan-genangan air dan sungai. Seperti yang sudah kita lakukan dalam kegiatan KB2S2 (Kita Bersama Bersihkan Sampah Saluran, red.) kemarin,” ungkap orang nomor satu di Kota Probolinggo itu.

Walikota HM. Buchori juga menekankan agar pelaksanaan MPS2 senantiasa bermanfaat bagi masyarakat, utamanya masyarakat miskin. “Lewat uluran tangan kita semua, dari pemerintah, dari masyarakat, dari perusahaan-perusahaan melalui CSR (Coorporate Social Responsibility, red.), bantuan sembako, sembako murah, dan lain-lain, diharapkan warga miskin dapat lebih ringan dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.”

Mengakhiri sambutannya, Walikota HM. Buchori berharap bahwasannya masyarakat kota dapat senantiasa menjaga kebersihan karena dalam waktu dekat ini Tim Penilai Adipura akan datang ke Kota Probolinggo. “Agar Adipura Kencana yang kita harapkan dapat benar-benar mampu kita raih,” pungkas Walikota HM. Buchori.

Dari dari Bappeda, omzet MPS Episode 1 Tahun 2013 ini adalah sebesar Rp 127.962.000, atau turun 37% jika dibandingkan dengan data awal tahun 2012 lalu yakni sebesar Rp. 338.125.000,-. Pun demikian dengan jumlah keterlibatan tenaga kerja, turun dari 2134 orang tenaga kerja, menjadi 1675 orang tenaga kerja. Jumlah ini bisa terjadi mengingat partisipasi (keterlibatan) masyarakat jika dilihat dari jumlah stan merosot tajam dari semula 295 stan di awal tahun 2012 menjadi 194 stan saja. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: