DPKP: KUALITAS PENDIDIKAN JADI TUJUAN UTAMA


Beragam tanggapan muncul dari masyarakat dengan dihapusnya (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) RSBI oleh Mahkamah Konstitusi (MK) di awal Jaunari lalu (8/1). Ada yang setuju, ada pula yang tidak dengan putusan MK yang mengejutkan banyak pihak itu. Nama sekolah pengganti RSBI pun menjadi topik yang seru dalam dunia pendidikan tanah air. Bahkan dalam pertemuan kepala-kepala sekolah RSBI se-Jatim yang berlangsung di Surabaya, Kamis (17/1) lalu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun Yahya, sempat mengungkapkan bahwasannya Dinas Pendidikan seluruh Indonesia akan dipanggil oleh Kementrian untuk menentukan langkah selanjutnya.

Ditemui Link-Go di kantornya Selasa (29/1) lalu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Probolinggo (DPKP), Aziz RM. mengungkapkan bahwasannya DPKP menyambut gembira atas putusan MK tersebut.

“DPKP menyambut gembira dengan putusan MK yang menghapus label RSBI yang dinilai MK mengandung praktek-praktek diskriminasi dan konstaninsasi pendidikan,” ungkap Aziz saat ditanya oleh Link-Go mengenai pendapat Dewan Pendidikan atas pembubaran RSBI.

Dengan kata lain Aziz ingin menegaskan bahwa dengan ada atau tidak adanya RSBI itu sama saja bagi dunia pendidikan di tanah air.

“Tidak sesuai dengan amanat undang-undang. Bahwasannya pendidikan kan untuk semua. Di samping itu, kami juga turut merasakan banyak kegagalan proses belajar mengajar yang terjadi di RSBI. Guru-guru di RSBI kan kualitasnya lebih baik daripada sekolah-sekolah reguler, tapi hasilnya terhadap kualitas anak didik pun tak tarasa maksimal. Tidak semua yang berlabel RSBI itu baik, atau yang terbaik,” keluh pria yang memiliki pembawaan tenang ini.

Lebih lanjut Ketua DPKP periode 2012-2017 ini pun ingin menekankan kepada stakeholer pendidikan, khususnya kepada kepala sekolah (baca: mantan) RSBI, bahwa meski label RSBI sudah tidak ada tapi kualitas pendidikan harus dapat tetap dipertahankan.

“Harapannya jangan sampai kalau RSBI tidak ada, nantinya kemajuan pendidikan yang sudah dicapai jadi mandeg. Terutama keterlibatan masyarakatnya. Kalau ingin pendidikan maju, maka ya dua-duanya harus diusahakan. Ya kualitas pendidikannya, sebagai faktor intern, dan juga keterlibatan orang tua wali murid dalam dunia pendidikan sebagai faktor ekstern,” harap Aziz mengakhiri wawancaranya dengan Link-Go. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: