Probolinggo, Komunlis dan Pekalen


by Wina Bojonegoro (Notes) on Sunday, January 27, 2013 at 10:59pm
(tulisan bunda Wina dalam Notes akun facebook-nya tertanggal sekian)

 

Mengapa harus berjalan-jalan?

Pertanyaan bodoh apa ini, haha, tentu saja jalan-jalan is my midle name. Aku tak bisa hidup tanpa berjalan-jalan. Ada beberapa alasan: berjalan2 itu sebagai bentuk menikmati ciptaan Illahi baik yang berbentuk benda hidup maupun mati. Dengan berjalan-jalan, kita akan sering bersyukur, diberi banyak kesempatan dengan peluang yang luar biasa tak bertepi.  Alasan lain, berjalan-jalan itu adalah semacam soup hangat disaat hujan rintik dan langit mendung. Berjalan-jalan juga adalah riset kecil untuk merangkai tulisan, berjalan-jalan adalah media berbagi, bagi siapapun yang ingin dan mau diajak berbagi.

 

Adalah seorang papa T-rex, yang sering di panggil Ebonk alias Stebby, yang menyarankan untuk berjalan-jalan ke Probolinggo. semula dianjurkna naik bus, dan sendiri. It’s ok, no magazine alias tidak majalah haha, tetapi perkembangannya, aku harus terjun ke lokasi tempat crew Padma Tour akan membawa tamu2 istimewa dari Samarinda, yaitu Pekalen dan Bromo. Maka terpaksa bawa kendaraan sendiri, bawa driver, dan bawa putra mahkota yang belom pernah terjun ke lapangan hehhehe.

 

Mama Keren :

Hal pertama yang mengejutkan saat tiba di kediaman Ebonk adalah, sudah disiapkan kopi hitam oleh sang mama yang item manis. hal mengejutkan kedua: sudah tersedia mukena saat mau sholat. What? ada mukena di rumah Ebonk? ternyata mama adalah muslimah, subhanallah, benar2 keluarga Pancasila. kami terlibat obrolan sepintas, hal-hal ringan yang mempererat antara pembaca dna penulis. Ajaib, ternyata mama punya kumcer pertamaku, Episode Surat Kejantanan. *Jadi teringat hukum Law of Attraction*. Sedangkan aku sendiri beranggapan, jika pikiran kita positif, hal2 positif lainnya akan berlarian menuju kita. Dan hal2 yg kita impikan akan terjadi jika kita sering membayangkannya. Nah, pembicaraan paling menyenangkan justru terjadi di detik2 berakhirnya pertemuan kami, dimana mama menyarankan bikin acara Seminar mendatangkan tokoh2 cerdas dan menjualnya sebagai test market, tentu dengan perencanaan yang serius. Wow, ternyata mama lebih ok dr pada Ebonk ya? hahahahhaha

 

Kopdar Komunlis:

Kata Ebonk, kopdar ini yang pertama. baiklah, aku tdk mempermasalahkan jumlah peserta yang kurang dari 50% dari yang daftar dan bersedia hadir. kegiatan tulis menulis mungkin belum begitu menawan di kota Probolinggo. tetapi semangatnya adalah: acara yang digelar sederhana tak mengurangi makna asalkan dilakukan dengan sungguh2. Misalnya, yang datang adalah adik2 SMA yang ternyata, ketika dipaksa menulis dalam tempo tertentu dengan inputan terbatas, bisa juga lho jadi prosa liris dan puisi yang mak nyussssss. Saranku untuk Komunlis, seperti yang kubilang, rutinkan diskusi cerpen, berapa bulan sekali buku, menghadirkan penulis jika mungkin. jadikan generasi muda Probolinggo adalah generasi yang gemar membaca dan menulis, kalau tidak, untuk apa ada Ebonk?

 

ON AIR & KONGKOW:

Pasca menyergap pecel, lanjut Ngobrol di radio soal dunia tulisan. Penyiarnya tentu saja papa T-rex , sungguh asyik, apalagi ditambah 2 pentolan SS Community (Ary dan Novita), tambah cakep dan gayeng. Kita seolah2 jd penguasa radio di tengah malam, jam habis masih nglantur hahahhaa. palagi dilanjut kongkow di Warung Kencur, lho tahu2 sudah jam 1 pagi, Mama Ebonk belom bobo lho ya ampyunnnn Ma, kami ini manusia kelelawar.

 

Penggosongan:

nah acara jalan2 dan kuliner yang menggosongkan kulitku di pelabuhan, hutan mangrove dan gereja merah, akhirnya menutup sesi turba kali ini. Lumayan keren, secara ibu berjilbab ini bisa foto di mimbar gereja tertua itu, mau kudeta apa gimana ya hahhaha. Sukseslah semua kegiatan ini menggembungkan lagi perutku yang selama seminggu ini tak terjamah nasi…huhhhhhhh

 

@Ebonk, makasih atas traktirannya, perkenalannya dengan mama dan ide2 cemerlangnya, kopi pagi yang kau seduh untuk bangun pagiku yang akhirnya dingin karena aku bangkongan, kesediaanmu mbolos demi aku, ijinkan aku angkat jempol empat untuk koleksi bukumu yang bikin aku berputar2 karena takjub, beberapa buku itu aku belom punya.

 

Kurasa dunia ini masih banyak membutuhkan Ebonk2 yang lain, plan bulan Juni harus terwujud, sebuah perjalanan keliling dunia pun harus dimulai daris ebuah langkah kecil.  Kurasa kita bisa bekerja sama dengan Toga mas, mari kita colek bersama pak Johan ya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: