DPKP HASILKAN 9 POIN REKOMENDASI PENDIDIKAN BAGI KOTA PROBOLINGGO


Sepulang dari Bangli, rupanya tak butuh waktu lama bagi Dewan Pendidikan Kota Probolinggo (DPKP) untuk merapatkan barisan, dan mengeluarkan Rekomendasi Pendidikan bagi Kota Probolinggo. Rekomendasi Pendidikan yang nantinya akan disampaikan langsung kepada Walikota Probolinggo, tentu saja, bertujuan untuk untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Mangga ini.

Bertempat di kantor DPKP (jadi satu bangunan dengan kantor SATPOL PP), di Jalan Hayam Wuruk, Senin (19/11) malam lalu, untuk kali kedua, rancangan rekomendasi itu kembali digodok bersama, untuk kemudian disepakati dan disahkan malam itu juga.

“Ini bentuk tanggung jawab dan keseriusan kami. Daripada kami sibuk untuk perang statement di koran, lebih baik kami menunjukkan kinerja kami,” ujar Aziz RM, Ketua Dewan Pendidikan Kota Probolinggo kepada Suara Kota.

Koran yang dimaksud Azis, sebelumnya telah memberitakan bahwasannya DPKP ikut-ikutan tren acara melancong yang berbalut kunjungan kerja seperti yang selama ini biasa dilakukan oleh kalangan eksekutif atau legeslatif.

“Kami tidak merasa perlu untuk mengklarifikasi hal tersebut. Masyarakat sekarang kan sudah pintar-pintar. Bisa memilih dan memilah-milah sendiri mana yang baik dan benar dan mana yang tidak baik dan tidak benar,” lanjut pria yang sehari-hari pembawaannya selalu tenang dan adem ini.

Sebagaimana diketahui bersama, awal November lalu (4 sampai 6 Novemer 2012), DPKP menggandeng Komisi A DPRD, Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah SMP/MTs/SMA /MA/SMK negeri dan swasta sederajat se-Kota Probolinggo, Koordinator Pengawas (Korwas), Forum Komunikasi Sekolah Swasta (Forkoss) dan Forum Komunikasi Kominte SMP/MTs, dengan total sejumlah 44 orang, melaksanakan studi banding ke Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Dengan tema Menggali Potensi Meretas Prestasi Melalui Pendidikan Murah yang Berkualitas, DPKP mengajak kepala-kepala sekolah untuk melihat secara langsung penerapan prinsip minim pungutan yang dilaksanakan oleh SMPN 1 Bangli.

“Dengan kondisi geografis  yang hampir sama, sama-sama kota kecilnya, kami ingin melihat bagaimana penerapan pendidikan yang berlangsung di sana. Bagaimana SMP yang sama-sama berada di “kota kecil” seperti Probolinggo ini, tidak di kota besar atau ibukota provinsi maksudnya, bisa berprestasi. Bisa banyak torehan prestasi tingkat nasionalnya. Alasan lain, karena SMP ini (SMPN 1 Bangli, red.) juga (berstatus, red.) RSBI,” tutur Aziz mengungkapkan kembali alasan DPKP memilih Bangli sebagai tujuan kunjungan kerjanya kala itu.

Lebih lanjut, Aziz menjelaskan bahwa tujuan studi banding tersebut adalah untuk membandingkan pelaksanaan pendidikan yang ada di Bangli, khususnya SMPN 1 Bangli, dengan yang ada di Kota Probolinggo.

“Dari hasil studi banding yang telah kami laksanakan, bagi kami (DPKP, red.), hasil dari studi banding tersebut kami buat sebagai dasar rekomendasi pendidikan. Bagi dinas (Dinas Pendidikan, red.) atau kepala-kepala sekolah yang kami ajak serta, tentunya dapat dipakai sebagai bahan, sebagai dasar, untuk melakukan tindakan-tindakan inovatif bagi sekolahnya,” ungkap Aziz saat Suara Kota bertanya mengenai tujuan kunjungan kerja ke Bangli itu diadakan.

Aziz mencontohkan, di SMPN 1 Bangli menerapkan pungutan Rp 100 ribu untuk SPP setiap bulannya. Dengan status sekolah yang sama-sama RSBI, hal ini kontras dengan yang terjadi di Probolinggo. “Kalau di sini, bisa sampai di atas Rp 200 ribu. Dan di sana (SMPN 1 Bangli, red.) tidak ada itu uang insidentil atau pemeliharaan gedung. Semuanya ditanggung oleh pemda,” jelasnya.

Hal inilah yang menurut Aziz perlu diterapkan di Probolinggo. Menurutnya, perlu adanya penambahan kuota bagi peserta didik penerima BOSDA dan BSM. Kalau perlu, pembebasan biaya pendidikan kepada peseta didik yang kurang mampu. Sebab, kebijakan seperti inilah yang menurutnya sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Karenanya, sebelum menutup pembicaraannya dengan Suara Kota, Aziz berharap Banggar DPRD dapat memprioritaskan urusan pendidikan ini pada pembahasan RAPBD 2012 nanti. (tby)

 

Isi Rekomendasi Dewan Pendidikan Kota Probolinggo kepada Walikota Probolinggo:

  1. Dalam rangka peningkatan prestasi di dunia pendidikan perlu dikeluarkan instruksi Walikota yang mengatur tentang:
    1. Mewajibkan satu sekolah, satu prestasi setiap tahunnya (baik akademik maupun non akademik) ;
    2. Mewajibkan setaiap satu guru untuk mendampingi satu siswa yang berpotensi gagal, baik karena faktor ekonomi sosial maupun akademik;
    3. Sebagai bentuk tanggung jawab orang tua dalam peningkatan hasil pendidikan, perlu diberlakukan jam belajar. Sejak pukul 18.30 s/d 20.30 WIB. Dimana, pada jam-jam tersebut televisi harus dimatikan;
    4. Mewajibkan kepada semua lembaga pendidikan di setiap tingkatan (SD, SMP, SMA dan SMK) untuk menambahkan budaya khas daerah menjadi muatan lokal yang wajib diajarkan.
    5. Dalam rangka pembinaan karakter peserta didik, pada tanggal 17 setiap bulannya, ditugaskan kepada kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk dapat menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah, terutama di tingkat SMP, SMA dan SMK Negeri/Swasta.
    6. Dalam hal pembiayaan pendidikan perlu diterbitkan Instruksi Walikota yang mengatur tentang:
      1. Memberikan kesempatan yang sama bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, maka diwajibkan kepada setiap sekolah memberikan keringanan / pembebasan biaya pendidikan kepada peserta didik yang kurang mampu, minimal 20% dari jumlah seluruh peserta didik;
      2. Memberikan beasiswa bagi peserta didik yang berprestasi, baik akademik maupun akademik, oleh Pemerintah Kota Probolinggo di tingkat SD, SMP, SMA dan SMK.
      3. Dalam hal pembiayaan pendidikan perlu penambahan kuota pada peserta didik SMA dan SMK yang menerima BOSDA dan BSM.
      4. Dalam rangka memberikan kepercayaan kepada masyarakat, maka pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (P2DB) harus dilakukan secara transparan, akuntabel dan adil.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: