CATATAN DARI BEDAH BUKU CINTA SUCI ZAHRANA


AJANG SILATURAHMI KANG ABIK DI KOTA BAYUANGGA

Kota Probolinggo boleh berbangga. Pasalnya Minggu (11/11) lalu, novelis kondang yang dikenal lewat Ayat-Ayat Cinta,  Habiburrahman El Shirazy, bertandang ke Kota Probolinggo.

Kedatangan penulis, dai, motivator yang juga berprofesi sebagai sutradara ini, tentunya bukan tanpa maksud. Kang Abik, begitulah Habiburrahman El Shirazy senantiasa disapa, berniat untuk menjalin tali silahturahmi dengan para penggemar dan pembaca karya-karyanya di kota Mangga ini lewat kegiatan bedah buku Cinta Suci Zahrana dan seminar menulis karya best seller.

Saking spesialnya kehadiran Kang Abik, maka Sekdakot Probolinggo, Johny Haryanto, sendiri yang menyambut Kang Abik dalam acara pembukaan bedah buku yang dilaksanakan di Puri Manggala Bhakti, Kantor Walikota Probolinggo.

“Menulis adalah revolusi  terbesar dari umat manusia,” ujar Johny , panggilan Sekdakot Johny Haryanto, memulai sambutannya.

“Dengan perkembangan jaman, kemajuan teknologi, membuat minat baca anak-anak dan generasi muda turun. Anak-anak sekarang lebih senang main HP. Facebook’an. Tapi buku-buku Kang Abik ini sold out. Tentunya ini  sebuah berita yang menggembirakan. Sebab gemar membaca merupakan dasar untuk cerdas. Seperti apa yang dikatakan dalam Al-Qur’an. Iqro,” lanjut Johny.

Mewakili Pemerintah Kota, Johny juga tak lupa menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kang Abik dan tamu-tamu luar kota yang datang ke acara tersebut. Sekdakot Johny juga tak lupa menghimbau kepada para tamu tersebut agar membeli mangga, buah khas Kota Probolinggo.

Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB, terselenggara berkat Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) cabang Kota Probolinggo, Yayasan Pelita Umat dan SMP IT. Hingga, tak hanya masyarakat umum, acara bedah buku tersebut juga tampak disesaki oleh siswa-siswi SMP IT yang mengidolakan Kang Abik. Rata-rata mereka ingin sukses seperti tokoh idolanya.

Memasuki acara inti, Kang Abik bercerita mengenai apa yang melatarbelakanginya menulis kisah Zahrana.

“Kisah Hasan dan Zahrana (Cerita Cinta Zahrana, red.) dilatar belakangi oleh curhat salah seorang kawan. Ia cantik, berprestasi, berpendidikan tinggi. Namun, sampai usianya yang berkepala tiga, ia belum juga menemukan jodoh. Suami. Maka, datanglah ia kepada istri saya, ia minta dicarikan suami,” kenang Kang Abik.

Kang Abik melanjutkan kisahnya. Perjuangan untuk mencarikan calon suami bagi kawan istrinya itu ternyata tidak mudah. Ada yang secara fisik dan kecakapan cocok, ternyata muridnya. “Kebetulan dia memang dosen,” ungkap Kang Abik.

“Ada yang secara fisik dan kecakapan cocok, bukan pula muridnya, tapi dia sudah duda. Dia masih mikir-mikir. Lalu ada lagi yang secara umur sesuai, bukan duda, tapi secara derajat dan kecakapan dirasa tidak seimbang,” imbuh pria yang tampak lebih tampan aslinya ketimbang yang biasa dilihat di televisi ini.

Masih menurut Kang Abik, tentunya tugas sastrawan adalah memberikan sentuhan yang dramatis dan humanistik yang lebih luas agar bisa diterima pembaca secara umum dan bernilai seni.

Ditanya soal sumber kata-kata indahnya dari mana, Kang Abik malah balik bertanya kepada peserta yang bertanya tersebut mengenai buku apa yang terakhir kali dibacanya dan kapan. Kontan saja, mendapat pertanyaan seperti itu, para peserta yang tersebut kelabakan. “Membaca dan menulis adalah hal yang tak terpisahkan. Kalau Anda mau menjadi penulis besar syarat wajibnya adalah membaca,” tandas Kang Abik.

Lantas Kang Abik membagikan pengalamannya seputar membaca. Sambil menunggu keberangkatan pesawatnya, dia masih menyempatkan diri untuk membeli buku dan membaca.

Lebih dari ba’da Dhuhur, di sesi akhir acara, Kang Abik tak lupa membagikan tips menulis novel best seller kepada para peserta.

Waktu tiga jam yang disediakan panitia memang tak sepenuhnya memuaskan peserta. Sebab masih banyak yang ingin ditanyakan oleh peserta kepada penulis mega novel Ketika Cinta Bertasbih ini. Seperti yang dirasakan oleh Fitri, salah seorang siswi SMP negeri. “Saya masih mau bertanya ternyata dah ditutup (acaranya,red.),” keluhnya.(tby)

Tips Menulis Novel ala Kang Abik

  1. Pencelupan. Artinya, Anda harus masuk mencelupkan diri ke dalam subjek Anda, hampir pada keseluruhan poin. Gunakanlah 7 pertanyaan penting, yaitu: “Siapa?”,” Apa?”, “Kapan?”, “Di mana?”, ‘Mengapa?”, “Bagaimana?” dan “Anehkah?”
  2. Catatan. Catat hal-hal penting dan yang terpenting dari data-data yang telah Anda dapat
  3. Tinjauan Ulang dan Berpikir. Ini adalah langkah balik. Anda meninjau ulang bahan-bahan dan catatan-catatan yang telah Anda pilih, dan juga yang tidak Anda pilih.
  4. Buat Daftar Isi, Buat Alur Ceritanya. Pada tahap ini atur “kekacauan” ide dan data Anda. Tulis Alur cerita novel Anda. Juga susun jadwal kerja Anda.
  5. Bab demi Bab. Inilah saatnya menulis bab demi bab. Tulis dengan melibatkan hati dan jiwa Anda.
  6. Tinjauan Ulang dan Perbaikan. Sekarang, setelah tulisan Anda selesai, Anda jangan langsung puas. Teliti kembali dan tulis ulang dengan perbaikan, revisi, pengembangan. Bahkan jika perlu pemangkasan hal-hal yang dianggap mengganggu. Inilah saatnya Anda mengedit naskah Anda.
Advertisements

2 Responses to “CATATAN DARI BEDAH BUKU CINTA SUCI ZAHRANA”

  1. Aput Setiana Says:

    Saya hobi nulis cerpen,saya ingin jadi penulis sprti Kang Abik.
    Saya jadi pengen mencoba membuat novel

    • monggo silahkan dimulai menulisnya. oia, tinggal di mana, put? kalo tinggal di daerah Probolinggo, kamu bisa gabungan sama temen2 di KOMUNLIS dan SS Community Indonesia.

      salam menulis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: