PEMKOT GELAR ASISTENSI HASIL CUKAI TEMBAKAU


Bertempat di Ruang Bentar Hotel Bromo View, Kamis (18/10) kemarin, Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal Pemkot Probolinggo menggelar Asistensi Program / Kegiatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) pada RAPBD Tahun Anggaran 2013.

Program asistensi yang digelar sejak pukul 09.00 WIB ini, dibuka dan dihadiri secara langsung oleh Sekdakot Probolinggo, Johny Haryanto.

Dalam sambutannya pagi itu, Sekdakot Johny Haryanto lebih menekankan kepada satker-satker tentang pentingnya menetapkan APBD tepat waktu.

“Beragam prestasi diraih oleh Kota Probolinggo. Termasuk di antaranya WTP (Wajar Tanpa Pengecualian, red.). Dan menetapkan APBD tepat waktu adalah salah satu indikator penting dalam mempertahankan raihan WTP tersebut,” ujar Sekdakot Johny. “Karena yang paling sulit itu memang mempertahankannya ketimbang meraihnya,” imbuhnya.

Selain Sekdakot, perwakilan dari Biro Administrasi Perekonomian; Dinas Perkebunan; Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) dan Dinas Kesehatan  dari Provinsi Jawa Timur juga diundang dan hadir sebagai narasumber dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan yang dimaksudkan guna membahas progam/kegiatan DBHCHT yang akan dianggarkan pada tahun 2013 di satuan kerja pengelola DBHCHT, tentunya juga (baca: wajib) dihadiri oleh perwakilan satker-satker yang mendapat dana bagi hasil cukai sembako, seperti: Disperta, Disnaker, Diskopoerindag, Dinsos, Dinkes, RSUD dr. Moh. Saleh dan BLH. Sedang DPPKA dan Bappeda sendiri juga diundang oleh Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal sebagai pendamping.

Sebagai contoh, tahun ini RSUD menganggarkan dana bagi hasil tersebut akan digunakan membeli peralatan fisioterapi. Dalam asistensinya, Shoviatusholihah, perwakilan dari Biro Administrasi perekonomian mengatakan kalau sah-sah saja penganggaran tersebut asalkan sarana dan prasarananya yang berupa tempat yang memadai serta tambah catu daya listrik untuk pemakaian alat tersebut cukup. Bukan lagi menganggarkan atau mengambil pos dari DBHCHT yang tersedia. “Sehingga tidak menimbulkan penganggaran dan pembukuan ganda.” Jelas Shovi.

Dalam asistensi tersebut, selain berlangsung perencanaan dan penyusunan kegiatan DBHCT tahun 2013 juga berlangsung pelaksanaan dan laporan pertanggungjawaban penggunaan alokasi DBHCHT tahun 2012.

“Dana bagi hasil cukai hasil tembakau diharapkan dapat meningkatkan  program kerja masing-masing satker, yang muaranya, tentu saja kesejahteraan seluruh warga masyarakat (Kota, red.) Probolinggo.” ungkap Nelly Hindi Astuty, Kabag Perekonomian dan Penanaman Modal Setdakot Probolinggo, yang ditemui Suara Kota pada akhir kegiatan asistensi.

“Karena ini hasilnya besar. Hampir 80 persen (sumber APBD diperoleh dari hasil ini, red.). Untuk itulah, sejak kemarin (Senin, 15 Oktober, red.), kami telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, kepada para distributor dan pengecer rokok, agar tidak menjual rokok yang tidak ada pita cukainya,” imbuh ibu yang selalu murah senyum ini.

Nah, kalau yang sekarang kita gelar ini, mengenai pembahasan pemanfaatan dana dari hasil cukai tersebut bagi program-program atau kegiatan Pemkot di tahun 2013 mendatang,” kembali Nelly tentang poin utama kegiatan yang berlangsung pagi itu kepada Suara Kota.

Lebih lanjut, mantan Camat Kademangan menjelaskan sosialisasi tersebut dilakukan agar para pedagang, terutama pedagang rokok eceran, terhindar dari sanksi atas pemberlakuan perundang-undangan cukai yang baru, yakni UU No. 39 Tahun 2009 jo. UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai. “Sebab kasihan mereka kalau sampai terkena sanksi. Untunge ga sepiro, Mas. dendone gedhe,” guraunya serius.

Menurut keterangan Nelly, nantinya, hingga tanggal 23 Oktober mendatang, akan ada 1000 pedagang rokok di lima kecamatan yang ada di wilayah Kota Probolinggo yang akan mendapatkan sosialisasi.

“Selain melakukan sosialisasi langsung ke kios-kios pedagang rokok eceran tersebut, kami (tim gabungan antara Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal, Diskoperindag dan Cukai, red.) juga menempelkan stiker di kios-kios yang sudah kami datangi tersebut. Tujuannya ya biar mereka ingat dan terhindar dari sangki hukum dan pasal yang menjerat perdagangan rokok ilegal,” sambung Nelly.

Sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya, DBHCHT tahun 2012 yang diterima Kota Probolinggo sebesar Rp. 5.696.019.030,- ( lima miliar enam ratus sembilan puluh enam juta sembilan belas ribu tiga puluh rupiah). Dalam APBD 2012, dana tersebut digunakan untuk mendanai kegiatan (proyek-proyek) peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Lantas kenapa hanya beberapa satker yang mendapatkan DBHCHT?

Nelly menjelaskan, menurut perundang-undangan, DBHCHT hanya dapat diberikan kepada satker-satker yang bersinggungan, baik langsung maupun tidak, dengan tembakau/rokok.

“Menurut perundang-undangan, dana bagi hasil cukai hasil tembakau memang hanya diperuntukkan bagi satuan kerja yang bersingungan, baik secara langsung maupun tidak, terhadap proses produksi rokok. Misalnya, Dinas Pertanian bersinggungan dengan tanaman dan petani tembakaunya, Dinas Kesehatan terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok, ataupun BLH yang bersinggungan langsung terhadap dampak lingkungan yang diakibatkan oleh, baik produksi maupun konsumsi rokok dan tembakau,” papar Nelly.

“Menyambung apa yang disampaikan oleh Bapak Sekda di awal tadi tentang RAB tepat waktu, hasil dari pertemuan hari ini tentunya mengharapkan masing-masing dinas atau satker yang telah mendapatkan asistensi dari Biro Perekonomian tadi, dalam pengajuan dan penetapan plafonnya, dapat mengumpulkan RKA-nya, atau RKA-nya harus sudah masuk di Biro Administrasi Perekonomian Provinsi, selambat-lambatnya tanggal 31 mendatang,” pungkasnya mengakhiri wawancara siang itu dengan Suara Kota. (tby)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: